Friday, January 15, 2021

Aset lancar, Bagian dari aset perusahaan yang digunakan untuk periode satu tahun

Aset lancar

Aset lancar atau dulu dikenal sebagai aktiva lancar, merupakan salah satu klasifikasi aset perusahaan yang akan digunakan atau dimanfaatkan oleh perusahaan untuk kelancaran operasional perusahaan sehari – hari. Aset lancar atau Current Assets merupakan salah satu sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan. Dimana dalam penyajian laporan keuangan merupakan bagian dari klasifikasi aset, dan bagi perusahaan yang periode siklus operasionalnya dapat ditentukan, wajib menyajikan klasifikasi lancar dan tidak lancar dalam laporan keuangan.


Pengertian Aset Lancar atau Current Assets

Terdapat pandangan terhadap klasifikasi aset lancar atau aktiva lancar dan aset tidak lancar dimaksudkan untuk mengukur tingkat likuiditas sebuah perusahaan. Likuiditas adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk melanjutkan aktivitas usahanya sehari-hari tanpa mengalami kesulitan pendanaan/keuangan.

Pandangan yang lain adalah klasifikasi tersebut mengidentifikasi sumber dana perusahaan yang terus menerus berputar. Dimana aset tersebut digunakan atau diselesaikan dalam rangka menghasilkan pendapatan selama siklus operasi normal dari suatu perusahaan.

Kedua pandangan ini tidak selaras pada batasan tertentu terutama dalam jenis usaha tertentu yang siklus operasinya sangat panjang dan diatur secara khusus.

Pada prakteknya yang berlaku umum, diklasifikasikan sebagai aset lancar atau aktiva lancar adalah aset yang diharapkan dapat direalisasikan dalam waktu satu tahun atau dalam siklus operasi normal perusahaan, yang mana yang lebih lama. Pendekatan ini digunakan sebagai peraturan umum, tidak menutup kemungkinan bahwa ada aset tertentu yang dimasukkan ke dalam atau dikeluarkan dari aset lancar berdasarkan kriteria yang berbeda.

Oleh sebab itu, klasifikasi lancar dan tak lancar di dalam praktek lebih berdasarkan pada konvensi dan bukan pada suatu konsep tertentu.

Dari pandangan tersebut dan praktek yang berlaku umum maka pengertian aset lancar atau aktiva lancar seperti berikut: 

Aset lancar adalah aset yang dapat direalisasikan dalam satu tahun atau dalam siklus operasi operasi perusahaan, mana yang lebih lama.

Direalisasikan disini yang dimaksud adalah dapat dikonversi secara moneter atau diuangkan. 


Kriteria aset yang diklasifikasikan sebagai aset lancar

Berdasar PSAK 1 yang menyebutkan suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar jika:

  1. Entitas memperkirakan akan merealisasikan aset, atau memiliki intensi untuk menjual atau menggunakannya dalam siklus operasional normal. Semisal persediaan, pengelompokan aset dilihat dari maksud dan tujuan penggunaannya. Bagi dealer sepeda motor, Sepeda motor yang akan dijual dikelompokan aset lancar dalam persediaan.
  2. Entitas memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan. Perusahaan mengumpulkan aset untuk diperdagangkan nantinya, meskipun belum tentu diperdagangkan dalam periode kurang dari dua belas bulan.
  3. Entitas memperkirakan akan merealisasi aset dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan. Semisal piutang karyawan yang diharapkan dapat dibayarkan dalam periode dua belas bulan setelah pelaporan.
  4. Aset merupakan kas atau setara kas (sebagaiman didefinisikan dalam PSAK 2 laporan arus kas), kecuali aset tersebut dibatasi pertukaran atau penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas sekurang – kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan.
Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai aset tidak lancar. Pernyataan ini menggunakan istilah “tidak lancar” untuk mencakup aset tetap, aset tak berwujud dan aset keuangan yang bersifat jangka panjang. Pernyataan ini tidak melarang penggunaan istilah lainnya sepanjang pengertiannya jelas.

Yang dimaksud dengan siklus operasi normal merupakan jangka waktu antara perolehan aset untuk pemrosesan dan realisasinya ke bentuk kas atau setara kas. Apabila siklus operasi normal tidak dapat diidentifikasikan secara jelas maka diasumsikan selama dua belas bulan.


Pengelompokan yang termasuk aset lancar

Terdapat cakupan dalam aset lancar atau yang menjadi pengelompokan aset lancar secara umum dari yang dimulai dari yang paling likuid.

Berikut ini yang termasuk aset lancar contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Kas dan bank.
  2. Surat-surat berharga yang mudah dijual dan tidak dimaksudkan untuk ditahan.
  3. Wesel tagih yang akan jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan.
  4. Piutang.
  5. Persediaan.
  6. Pembayaran uang muka.
  7. Pajak dibayar di muka.
  8. Biaya dibayar di muka yang akan menjadi beban dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca.

Aset lancar 1: Kas dan bank

Yang dimaksud kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Yang dimaksud dengan bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Pencatatan kas dan bank dibahas dalam Jurnal kas besar, Jurnal kas kecil, Jurnal penerimaan bank dan Jurnal rekonsiliasi bank.

Aset lancar 2: Surat-surat berharga yang mudah dijual dan tidak dimaksudkan untuk ditahan

Surat berharga yang mudah dijual merupakan bentuk penyertaan sementara dalam rangka pemanfaatan dana yang tidak digunakan. Bentuk penyertaan sementara ini harus mempunyai sifat sebagai berikut:

  • Mempunyai pasaran dan dapat diperjualbelikan dengan segera.
  • Dimaksudkan untuk dijual dalam jangka waktu dekat bila terdapat kebutuhan dana untuk kegiatan umum perusahaan.
  • Tidak dimaksudkan untuk menguasai perusahaan lain.

Aset lancar 3: Wesel tagih yang akan jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan

Wesel tagih adalah perjanjian tertulis untuk menerima sejumlah uang pada suatu tanggal tertentu. Merupakan bentuk perjanjian dari hasil negosiasi antara debitur dan kreditur. Pada wesel tagih mempunyai klasifikasi sebagai wesel tagih jangka pendek dan wesel tagih jangka panjang tergantung dari perjanjian kedua belah pihak dalam jangka waktu peminjamannya.

Aset lancar 4: Piutang

Piutang yang timbul dari transaksi di luar kegiatan usaha normal perusahaan digolongkan sebagai piutang lain - lain. Piutang usaha dan piutang lain-lain yang diharapkan dapat tertagih dalam satu tahun atau siklus usaha normal, diklasifikasikan sebagai aktiva lancar.

Piutang usaha, wesel tagih dan piutang lain-lain harus disajikan secara terpisah dengan identifikasi yang jelas. Kadang-kadang seluruh piutang usaha diklasifikasikan sebagai aktiva lancar tanpa memandang jangka waktu tertagihnya. Jika demikian, jumlah piutang usaha yang penagihannya lebih dari satu tahun atau siklus usaha normal, harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Lebih detail tentang piutang akan dibahas dalam pencatatan piutang usaha dan pengelolaan piutang usaha.

Aset lancar 5: Persediaan

Aset yang dikategorikan untuk dijual atau diproses untuk menjadi barang yang dijual. Aset lancar yang satu ini bisa mempunyai wujud yang sama dengan aset tetap. Contoh pada perusahaan dealer mobil mempunyai aset lancar persediaan berupa mobil untuk dijual, namun juga mempunyai aset tetap berupa mobil untuk kegiatan operasional perusahaan. Lebih detailnya tentang persediaan dibahas dalam metode pencatatan persediaan dan metode estimasi persediaan.

Aset lancar 6: Pembayaran uang muka

Pembayaran uang muka atau cash advance merupakan pembayaran sejumlah uang untuk sebagian dari sejumlah nilai pembelian atas barang atau jasa. Uang muka pembelian ini bisa untuk pembelian aset tetap maupun persediaan atau atas jasa yang akan digunakan. Seperti contoh uang muka pembelian mesin, uang muka jasa perbaikan dan lainnya. Pencatatan diulas dalam tulisan Jurnal uang muka pembelian.

Aset lancar 7: Pajak dibayar di muka

Pajak dibayar di muka adalah pembayaran di muka atas pajak perusahaan yang akan diperhitungkan dengan pajak penghasilan badan pada akhir tahun. Termasuk di antaranya PPH 25 & 28. Pengakuan pajak dibayar di muka dilakukan saat pemotongan pajak oleh pihak lain yang melakukan transaksi dengan perusahaan. Atau pada saat perusahaan melakukan pembayaran ke kas negara, berdasarkan bukti potong pajak atau Surat Setoran Pajak.

Aset lancar 8: Biaya dibayar dimuka

Biaya dibayar dimuka atau prepaid expenses merupakan beban yang dibayarkan dan akan menjadi beban atau dibebankan dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca. Contoh biaya dibayar dimuka yaitu asuransi dibayar dimuka, sewa dibayar dimuka, iklan dibayar dimuka, kontrak pekerjaan atau perawatan dibayar dimuka, lisensi dibayar dimuka dan lainnya.


Perbedaan aset lancar dan aset tetap

Seperti yang sudah kita bahas diatas bahwa aset perusahaan diklasifikasikan sebagai lancar dan tidak lancar. Diluar dari kriteria aset lancar maka secara langsung akan dikategorikan sebagai aset tidak lancar. Yang salah satunya adalah aset tetap, yang dulu dikenal sebagai aktiva tetap.

Dimana yang membedakan antara aset lancar dengan aset tetap adalah:

  • Periode manfaat: Aset lancar digunakan dalam periode 1 tahun, sedangkan aset tetap digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan dengan umur manfaat lebih dari periode  1 tahun.
  • Kegunaan: Aset lancar digunakan untuk melakukan pendanaan operasional, diproduksi atau dijual, Sedangkan aset tetap digunakan untuk proses produksi atau menjalankan operasional perusahaan. Aset yang sama bisa diklasifikasikan berbeda tergantung penggunaanya. Contoh sebuah bangunan dibangun apabila bangunan tersebut digunakan untuk operasional perusahaan maka diklasifikasikan sebagai aset tetap. Tetapi bagi perusahaan developer apabila bangunan yang dibangun tersebut memang untuk dijual, maka akan diklasifikasikan sebagai aset lancar (persediaan).
Selain itu aset tidak berwujud merupakan aset tidak lancar yang juga merupakan aset tetap tapi tidak berwujud. Jadi pada prinsipnya aset tetap merupakan aset tidak lancar yang berwujud.