Monday, January 25, 2021

Jurnal uang muka pembelian, pencatatan pembayaran uang muka pembelian

Jurnal uang muka pembelian

Jurnal uang muka pembelian merupakan pencatatan pembayaran uang muka pembelian barang atau jasa yang dipesan. Pembelian secara pesanan ini membutuhkan uang muka sebagai tanda jadi atau terjadinya kesepakatan atas pembelian. Baik itu pembelian barang persediaan produksi, aset tetap maupun atas jasa pekerjaan atau pelayanan. Dimana pelunasan pembelian tersebut bisa diselesaikan dengan termin pembayaran beberapa kali sebelum barang diterima atau pekerjaan selesai. Atau sisa pelunasan menjadi utang usaha pada saat barang diterima atau pekerjaan diselesaikan.


Pengertian uang muka pembelian sebagai pemahaman awal jurnal uang muka pembelian

Pengertian uang muka pembelian adalah pembayaran di depan atas sejumlah uang untuk sebagian dari jumlah nilai pembelian atas barang atau jasa yang dipesan.

Uang muka pembelian ini merupakan pembayaran uang muka yang menjadi bagian dari aset lancar. Selama barang atau jasa yang dipesan belum diterima atau diserahterimakan, maka uang muka pembelian masih dianggap sebagai aset perusahaan. Dimana uang muka yang masih dianggap sebagai aset perusahaan yang bukan bagian dari kas atau setara kas, dan juga bukan bagian  dari persediaan kalau barang yang dipesan sebagai persediaan nantinya. Dan bukan bagian dari aset tetap apabila barang yang dipesan merupakan aset tetap nantinya.

Karena hal itu maka pembayaran uang muka pembelian diakui sebagai kategori aset lancar pembayaran uang muka. Pengakuan tersebut akan diubah menjadi aset lain apabila sudah diterima atau diserahterimakan. Masih dianggap aset lancar yang sifatnya likuid apabila terjadi kondisi perusahaan yang memaksa untuk menutupi kewajiban lancar, maka uang muka pembelian dapat dialihkan ke pihak lain. Atau pesanan dibatalkan dan uang muka dikembalikan namun hal ini haruslah sesuai kesepakatan pada saat pesanan pembelian.

Pembayaran uang muka diklasifikasikan dalam aset lancar karena sifatnya yang likuid sama dengan biaya dibayar dimuka.

Dari pemahaman ini terdapat beberapa jurnal uang muka pembelian dengan berbagai kondisi yang mengikuti.


Jurnal uang muka pembelian

Pencatatan atau jurnal uang muka pembelian bergantung pada transaksi yang terjadi. Dibalik transaksi yang terjadi, terdapat kesepakatan kedua belah pihak antara penjual dan perusahaan sebagai pembeli. Kesepakatan ini dibuat saling menguntungkan terutama terkait cara pembayaran dan jangka waktu pembayaran. Dan yang pasti selalu ada uang muka pembelian sebagai tanda terjadinya transaksi dan kepercayaan atas niat untuk menyelesaikan pembayaran atas pesanan.

Beberapa kondisi atau kesepakatan cara pembayaran yang umumnya banyak terjadi diantara kedua belah pihak yaitu:

  1. Uang muka pembelian dan pelunasan dengan pembayaran tunai, akan diselesaikan sebelum barang dikirim dan diterima.
  2. Uang muka pembelian dan pelunasan dengan pembayaran secara hutang, akan jatuh tempo setelah barang dikirim dan diterima.
  3. Uang muka pembelian dan pelunasan dengan cara dicicil atau termin sebelum barang atau jasa dikirim dan diterima.
Kesepakatan cara pembayaran ini mempengaruhi metode pencatatan atau jurnal uang muka pembelian.

Jurnal uang muka pembelian digunakan sebagai metode pencatatan atas pesanan barang persediaan, aset tetap maupun aset tetap tak berwujud.

Berikut ini beberapa ilustrasi atas jurnal uang muka pembelian. Pada ilustrasi ini saya menggunakan contoh transaksi pembelian aset tetap.


Jurnal uang muka pembelian aset tetap dan pelunasan dengan pembayaran tunai diselesaikan sebelum barang dikirim dan diterima

Perusahaan pelayaran membutuhkan alat pengangkut reach staker untuk menambah kemampuan bongkar muat container di lahan penumpukan container. Dilakukan negosisasi pembelian reach staker senilai USD 214,000 yang bukan termasuk kategori barang siap jual (Indent) dan membutuhkan waktu bagi penyedia barang untuk memenuhi pesanan. Setelah terjadi kesepakatan jual beli ditentukan cara pembayaran uang muka pembelian di depan sebesar 40 % pada saat pemesanan dilakukan. Sisanya akan dilunasi sebelum barang dikirim dan diterima oleh perusahaan.

Pada tanggal 21 Januari 2021 dilakukan pembayaran uang muka pembelian reach staker 40% dari USD 214.000 sebesar USD 85.600 dengan kurs saat itu sebesar 14.000. Dimana perusahaan menetapkan kurs 1 USD sebesar 13.900, Disini saya mengabaikan selisih kurs karena prinsip perolehan aset tetap. Sehingga dilakukan jurnal sebesar nilai yang dibayarkan yaitu Rp. 1.198.400.000. Maka dilakukan jurnal uang muka pembelian seperti berikut:

Jurnal uang muka pembelian
Jurnal uang muka pembelian pembayaran DP

Pada tanggal 26 Februari 2021 dilakukan pelunasan pembelian reach stacker 60% dari USD 214.000 sebesar USD 128.400 dengan kurs saat itu sebesar 14.200 dengan nilai pelunasan sebesar Rp. 1.823.280.000. 
Maka dilakukan jurnal uang muka pembelian seperti berikut:

Jurnal uang muka pembelian
Jurnal uang muka pembelian pelunasan

Pada tanggal 04 Maret telah diterima reach stacker merk CCCC kapasitas 40 ton. Nilai sebesar USD 214.000 atau Rp.3.021.860.000 sudah termasuk biaya pengiriman dan perakitan. Terdapat bea import barang yang menjadi tanggung jawab perusahaan dan akan menjadi tambahan harga perolehan reach stacker sebesar Rp.91.164.000. Maka dilakukan jurnal uang muka pembelian seperti berikut:

Jurnal uang muka pembelian
Jurnal pengakuan aset


Jurnal uang muka pembelian dan pelunasan dengan pembayaran secara utang jatuh tempo setelah barang dikirim dan diterima

Perusahaan pelayanan medis merencanakan pembelian aset tetap berupa MRI 256 untuk menambah kebutuhan penunjang medis . Dilakukan negosiasi untuk pembelian MRI 256 slices merk YYY senilai 2.500.000.000 dengan barang telah tersedia/siap dijual pada penyedia barang. Dimana nilai 2.500.000.000 sudah termasuk biaya kirim dan perakitan, tapi belum termasuk PPN. Setelah terjadi kesepakatan jual beli, disepakati juga cara pembayaran dengan pembayaran uang muka pembelian sebesar 20% dari harga yang disepakati dan pelunasan secara hutang dengan jatuh tempo 60 hari setelah barang datang.

Pada tanggal 24 Januari 2021 dilakukan pembayaran uang muka pembelian MRI 256 slices 20% dari nilai Rp.2.500.000.000. Maka dilakukan jurnal uang muka pembelian seperti berikut:

Jurnal uang muka pembelian
Jurnal uang muka pembelian pembayaran DP

Pada tanggal 26 Februari 2021 telah diterima MRI 256 slices senilai 2.500.000.000 yang termasuk harga pengiriman dan perakitan. 
Maka dilakukan jurnal uang muka pembelian seperti berikut:

Jurnal uang muka pembelian
Jurnal uang muka pembelian pengakuan aset & utang

Pada tanggal 23 April 2021 dilakukan pembayaran pelunasan sisa 80% dari nilai 2.500.000.000 kepada penyedia barang.


Jurnal uang muka pembelian dan pelunasan dangan cara dicicil atau termin sebelum barang atau jasa dikirim dan diterima

Perusahaan pelayanan medis ingin membangun incinerator medis untuk membakar sampah medis dengan suhu minimum 1000 derajat celcius. Dilakukan penawaran pekerjaan ke beberapa kontraktor untuk membangun incinerator. Setelah menerima beberapa penawaran pekerjaan disepakati salah satu kontraktor untuk membangun incinerator senilai Rp.500.000.000 belum dipotong PPH pasal 4 ayat 2. Disepakati cara pembayaran uang muka dan termin pembayaran berdasarkan progress pekerjaan yaitu:

  1. Pembayaran uang muka atau termin 1 sebesar 10% sebelum dimulainya pekerjaan.
  2. Pembayaran termin 2 sebesar 20% setelah pekerjaan selesai 40%.
  3. Pembayaran termin 3 sebesar 30% setelah pekerjaan selesai 75%.
  4. Pembayaran termin 4 sebesar 30% setelah pekerjaan selesai 100%.
  5. Provisi 10% ditahan selama 3 bulan setelah pekerjaan selesai, dilakukan inspeksi dan serah terima.
Pada tanggal 24 Januari 2021 dibayarkan uang muka sebagai termin 1 sebesar 10% dari nilai 500.000.000 akan dilakukan pekerjaan pembangunan incinerator. Kemudian pada tanggal 08 Feb 2021 progres pekerjaan mencapai 40% dilakukan pembayaran termin 2 sebesar 20% dari nilai pekerjaan. Maka dilakukan jurnal uang muka pembelian seperti berikut:

Jurnal uang muka pembelian
Jurnal uang muka pembelian pebayaran termin 1 & 2

Pada tanggal 15 Feb 2021 pekerjaan sudah mencapai 75% dilakukan pembayaran termin 3 sebesar 30% dari nilai pekerjaan. Dan pada tanggal 22 Feb 2021 Pekerjaan sudah mencapai 100% dilakukan pembayaran termin ke 4 sebesar 30% dari nilai pekerjaan dan pemotongan PPH pasal 4 ayat 2. 
Maka dilakukan jurnal uang muka pembelian seperti berikut:

Jurnal uang muka pembelian
Jurnal uang muka pembelian pembayaran termin 3 & 4

Pekerjaan yang telah selesai 100% dilakukan inspeksi dan serah terima hasil pekerjaan pada tanggal 22 Feb 2021. Yang kemudian dilakukan pencatatan jurnal pengakuan aset tetap dan provisi 10% sebagai jaminan hasil pekerjaan tetap dalam kondisi baik selam 3 bulan sesuai kesepakatan. 
Maka dilakukan jurnal uang muka pembelian seperti berikut:

Jurnal uang muka pembelian
Jurnal uang muka pembelian pengakuan provisi dan aset


Jurnal uang muka pembelian merupakan salah satu metode pencatatan pembayaran uang muka

Pembayaran uang muka atau advance sendiri tidak hanya pembayaran uang muka pembelian, namun juga terdiri dari transaksi uang muka atau advance atas pembiayaan lain. Tetapi sebagian besar transaksi atas pembayaran uang muka adalah uang muka pembelian barang / aset atau uang muka atas pelayanan jasa / pekerjaan.

Pembayaran uang muka di luar dari klasifikasi uang muka pembelian pada umumnya dikelompokan dalam pembayaran uang muka lain – lain atau others advance. Meskipun pembayaran ini bukan pembayaran uang muka yang mengkonversi aset lancar / current assets berupa kas atau setara kas menjadi aset tetap. 

Seperti contohnya bisnis trip yang dilakukan oleh direksi dimana pengeluaran kas yang melebihi batas dari maksimum pengeluaran kas kecil, dimana pengeluaran kas langsung dilakukan transfer bank ke personal. Tapi dikarenakan dana yang dikeluarkan belum mempunyai bukti transaksi berupa nota atau kuitansi atau bukti bayar lainnya untuk dibukukan, maka dimasukan dalam akun others advance. Atau dibuatkan akun untuk pembayaran uang muka atau advance yang berkaitan dengan transaksi apabila transaksi setiap bulannya cukup banyak.

Perlu diingat bahwa kas kecil dalam sistem kas kecil juga merupakan pembayaran uang muka tapi dengan pengeluaran yang dibatasi. Untuk itulah kas kecil atau petty cash mempunyai dokumen bukti pengeluaran kas kecil yang dinamai Cash Advance.