Sabtu, 11 Juni 2022

Sewa Pembiayaan, salah satu alternatif perusahaan dalam mendapatkan aset

cover sewa pembiayaan
 

Sewa pembiayaan salah satu dari klasifikasi sewa yang menjadi pilihan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan aset tetap bagi operasional perusahaan. Dimana bagi sisi lesse atau penyewa, pengadaan aset tetap dengan sewa pembiayaan ini menimbulkan kewajiban jangka panjang berupa utang sewa pembiayaan yang sebelumnya sudah diulas dalam tulisan kewajiban jangka panjang. Pembahasan akuntansi sewa pembiayaan disini tidak hanya mengulas dari sisi lesse (penyewa) namun juga akuntansi sewa dari sisi lessor (yang menyewakan). Dalam tulisan ini juga diberikan ilustrasi dan jurnal sewa pembiayaan dari kedua sisi penyewa dan yang menyewakan.

Jumat, 20 Mei 2022

Kewajiban jangka panjang, kewajiban yang diselesaikan dengan jatuh tempo lebih dari 12 bulan

 

kewajiban jangka panjang

Kewajiban jangka panjang merupakan salah satu liabilitas perusahaan yang mempunyai kewajiban untuk diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 12 bulan. Mempunyai kriteria yang sangat mudah dibedakan dengan kewajiban lancar atau kewajiban jangka pendek. Meskipun secara jelas tertulis kriteria kewajiban jangka panjang, namun mudah dipahami apa kriteria liabilitas atau kewajiban yang termasuk kewajiban jangka panjang.

Senin, 14 Februari 2022

Aset tidak berwujud, aset tidak berfisik yang memiliki manfaat ekonomis terbatas dan tidak terbatas

cover aset tidak berwujud 

Aset tidak berwujud merupakan salah satu dari aset perusahaan yang tidak mempunyai bentuk fisik dan diharapkan memberi manfaat ekonomis kedepannya. Seperti halnya aset tetap yang mempunyai masa manfaat, begitu pula aset tidak berwujud. Namun yang membedakan, dimana aset tidak berwujud bisa mempunyai masa manfaat yang tidak terbatas.

Senin, 07 Februari 2022

Revaluasi aset tetap, salah satu model pengukuran setelah pengakuan awal aset tetap

cover revaluasi aset tetap 

Revaluasi aset tetap merupakan salah satu model pengukuran yang digunakan untuk mengukur aset tetap dengan nilai wajarnya. Meskipun akuntansi berdasar pada salah satu prinsip dasar akuntansi yaitu prinsip biaya histori, namun pelaporan dengan menggunakan nilai wajar semakin meningkat. Terutama terhadap pengukuran setelah pengakuan awal atas aset tetap yang diperoleh.