
Kewajiban jangka panjang merupakan salah satu liabilitas perusahaan yang mempunyai kewajiban untuk diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 12 bulan. Mempunyai kriteria yang sangat mudah dibedakan dengan kewajiban lancar atau kewajiban jangka pendek. Meskipun secara jelas tertulis kriteria kewajiban jangka panjang, namun mudah dipahami apa kriteria liabilitas atau kewajiban yang termasuk kewajiban jangka panjang.
Daftar isi
- 1 Penyajian Kewajiban jangka panjang
- 2 Contoh Kewajiban jangka panjang
- 2.1 1. Kewajiban jangka panjang berupa Kewajiban imbalan kerja
- 2.2 2. Kewajiban jangka panjang berupa utang jangka panjang pada bank
- 2.3 3. Kewajiban jangka panjang berupa utang sewa pembiayaan
- 2.4 4. Kewajiban jangka panjang berupa pinjaman subordinasi
- 2.5 5. Kewajiban jangka panjang berupa surat utang jangka menengah
- 3 Penghentian pengakuan kewajiban jangka panjang
Penyajian Kewajiban jangka panjang
Penyajian kewajiban atau liabilitas berdasarkan PSAK 1 terbagi menjadi dua yaitu: kewajiban lancar atau jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Berdasarkan PSAK 1 liabilitas diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek atau kewajiban lancar jika memenuhi persyaratan dalam paragraf 69 sebagai berikut:
- Entitas memperkirakan akan menyelesaikan liabilitas dalam siklus operasi normal.
- Entitas memiliki liabilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan.
- Liabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan atau,
- Entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas selama sekurang – kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan (lihat paragraf 73). Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap klasifikasi liabilitas tersebut.
Contoh Kewajiban jangka panjang
Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban perusahaan yang tidak memenuhi kriteria kewajiban lancar atau jangka pendek dan biasanya memiliki jatuh tempo lebih dari 12 bulan.
Berikut beberapa contoh kewajiban jangka panjang sebagai berikut:
- Kewajiban imbalan pasca kerja.
- Utang jangka panjang pada bank.
- Utang sewa pembiayaan.
- Pinjaman subordinasi.
- Surat utang jangka menengah.
1. Kewajiban jangka panjang berupa Kewajiban imbalan kerja
Imbalan kerja adalah suatu bentuk imbalan yang diberikan suatu entitas dalam pertukaran atas jasa yang diberikan oleh pekerja atau untuk pemutusan kontrak kerja (PSAK 24).
Dalam kewajiban jangka panjang, salah satu jenis imbalan kerja yang umum adalah Imbalan pasca kerja. Imbalan kerja (selain pesangon dan imbalan kerja jangka pendek) yang terutang setelah pekerja menyelesaikan kontrak kerja. Imbalan pasca kerja meliputi imbalan purnakarya (Pensiun) dan imbalan kerja lain seperti asuransi jiwa pasca kerja dan fasilitas kesehatan pasca kerja. Contoh aplikasi Jaminan hari tua (JHT) dan BPJS ketenagakerjaan.
Terdapat 2 jenis perusahaan dan pensiun:
- Dana Pensiun Pemberi kerja (DPPK) yaitu perusahaan dan pensiun yang khusus didirikan untuk perusahaan pendiri atau mitra pendiri.
- Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yaitu dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa dimana karyawan dari berbagai perusahaan ataupun perorangan.
2. Kewajiban jangka panjang berupa utang jangka panjang pada bank
Berikutnya salah satu kewajiban jangka panjang adalah utang jangka panjang pada bank. Utang bank merupakan pinjaman perusahaan yang berasal dari bank. Perlakuan akuntansi utang bank ini hampir sama dengan wesel bayar. Terdapat bunga dalam pinjaman ini dan beban bunga dihitung menggunakan tingkat bunga efektif. Biaya transaksi yang terjadi akan menambah nilai hutang. Sama halnya dengan wesel bayar, klasifikasi jangka pendek atau jangka panjang bergantung pada lamanya pinjaman.
Jika jatuh tempo utang bank kurang dari 12 bulan maka utang bank diklasifikasikan sebagai utang jangka pendek. Sedangkan jika jatuh temponya lebih dari 12 bulan akan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.
3. Kewajiban jangka panjang berupa utang sewa pembiayaan
Perusahaan mempunyai alternatif lain selain membeli suatu asset yang diperlukan atau sebagai investasi perusahaan, yaitu dengan menyewa asset tersebut. Setelah perusahaan memilih barang atau asset yang akan digunakan sebagai investasi perusahaan akan membuat kontrak pinjaman pada perusahaan leasing dan membayar biaya barang tersebut.
Sewa dapat terdiri dari 2 jenis yaitu Sewa operasi dan Sewa pembiayaan. Pada sewa pembiayaan, lessee (penyewa) mengakui sewa ini kedalam asset sewa dan utang sewa sebagai kewajiban perusahaan. Utang sewa yang dimaksud biasanya akan dibayarkan dalam kurun waktu lebih dari 12 bulan.
Oleh karena itu dalam laporan posisi keuangan utang sewa pembiayaan diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka panjang.
4. Kewajiban jangka panjang berupa pinjaman subordinasi
Kewajiban jangka panjang lainnya berupa pinjaman subordinasi. Dimana Pinjaman subordinasi adalah pinjaman yang memenuhi syarat – syarat sebagai berikut:
- Ada perjanjian tertulis antara bank dan pemberi pinjaman.
- Ada persetujuan terlebih dahulu dari bank Indonesia dalam hubungan ini pada saat bank mengajukan permohonan., bank harus menyampaikan program pembayaran kembali pinjaman subordinasi tersebut.
- Tidak dijamin oleh bank yang bersangkutan dan telah disetor penuh.
- Minimum berjangka waktu 5 tahun.
- Apabila pelunasan dilakukan sebelum jatuh tempo harus ada persetujuan dari bank Indonesia bahwa dengan pelunasan tersebut permodalan bank tetap sehat.Apabila terjadi likuidasi hak tagihnya berlaku paling akhir dari segala pinjaman yang ada.
Obligasi subordinasi atau dapat disebut sebagai junior security adalah obligasi yang memiliki peringkat paling rendah dibandingkan liabilitas lainnya (public).
Pemegang obligasi yang pembayarannya diutamakan adalah obligasi yang memiliki tanggal penerbitan paling awal yang disebut obligasi senior. Setelah obligasi ini dilunasi barulah pembayaran pelunasan obligasi subordinasi dilakukan.
Begitu pula kondisi kepailitan Obligasi subordinasi akan diselesaikan setelah seluruh pinjaman perusahaan sudah dibayarkan. Oleh karena resikonya lebih tinggi maka obligasi subordinasi ini biasanya memiliki peringkat kredit lebih rendah daripada obligasi senior. Contoh utama obligasi subordinasi ini dapat ditemui pada obligasi yang diterbitkan oleh perbankan dan pada efek beragun asset (EPA surat berharga yang diterbitkan oleh penerbit berdasarkan aset keuangan yang dialihkan oleh Kreditur Asal).
5. Kewajiban jangka panjang berupa surat utang jangka menengah
Surat utang jangka menengah atau medium term note (MTN) adalah surat utang yang biasanya memiliki jatuh tempo jangka 5 – 10 tahun. Surat utang suatu perusahaan ditawarkan kepada para investor melalui dealer dimana investor dapat memilih jatuh tempo yang diinginkan. Surat utang jangka menengah ini sudah jelas dikategorikan sebagai kewajiban jangka panjang dalam perusahaan, karena jatuh temponya yang lebih panjang dibandingkan dengan kewajiban jangka panjang yang lainnya.
Penghentian pengakuan kewajiban jangka panjang
Kewajiban jangka panjang dihentikan pengakuannya atau dilepas (dikeluarkan dari laporan posisi keuangan atau neraca) jika kewajiban tersebut sudah berakhir. Kewajiban jangka panjang dikatakan sudah berakhir yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan, dibatalkan atau kedaluwarsa.
Beberapa situasi terkait dengan penghentian pengakuan kewajiban keuangan adalah sebagai berikut:
- Pertukaran diantara peminjam dan pemberi pinjaman yang saat ini ada atas instrumen utang dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, dicatat sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru.
- Demikian juga halnya dengan modifikasi secara substansial atas ketentuan kewajiban keuangan saat ini ada. Atau bagian dari kewajiban keuangan tersebut (terlepas ada atau tidak adanya keterkaitannya dengan kesulitan keuangan debitur) dicatat sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru.
Yang dimaksud dengan keuntungan dan kerugian yaitu:
Keuntungan = Nilai wajar / jumlah yang dibayar lebih besar dari Nilai tercatat kewajiban.
Kerugian = Nilai wajar / jumlah yang dibayar lebih kecil dari Nilai tercatat kewajiban.
Penghentian pengakuan juga terjadi apabila penerbit instrumen utang membeli kembali instrumen tersebut.