Wednesday, June 2, 2021

Laporan posisi keuangan, lebih dikenal dengan nama neraca, gambaran efisiensi dan likuiditas perusahaan

laporan posisi keuangan
 

Laporan posisi keuangan (statement of financial position) dikenalkan di PSAK 1, yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama neraca (balance sheet). Penggunaan judul “laporan posisi keuangan” tidak diharuskan, artinya jika perusahaan masih ingin menggunakan istilah “neraca”, maka hal tersebut masih diperkenankan. Dimana Laporan posisi keuangan atau neraca melaporkan aset, kewajiban dan ekuitas pemegang saham pada suatu tanggal tertentu.


Pengertian laporan posisi keuangan / neraca

Laporan posisi keuangan atau neraca adalah suatu daftar yang menunjukan posisi keuangan yaitu komposisi dan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan tertentu pada suatu tanggal tertentu.

Pada tahun 2007 IASB telah merevisi IAS 1 Presentation of financial statement dan memperkenalkan istilah “Statement of Financial Position”. Sehubungan dengan konvergensi dengan IFRS, maka DSAK-IAI mulai memperkenalkan istilah Laporan Posisi Keuangan yang lebih mencerminkan makna informasi yang disajikan. Dalam PSAK 1 istilah neraca masih diperkenankan digunakan. Penggunaan judul laporan posisi keuangan tidak diharuskan, artinya jika perusahaan masih ingin menggunakan istilah neraca, maka hal tersebut masih diperkenankan.

Tapi istilah neraca sering menimbulkan kerancuan pengertian. Pengertian umum bisa diartikan keseimbangan. Dalam bidang akuntansi kata neraca mempunyai beberapa pengertian. Pengertian utama neraca dan paling sering diartikan sebagai laporan posisi keuangan.


Kegunaan laporan posisi keuangan / neraca

Laporan posisi keuangan melaporkan aset, kewajiban dan ekuitas pemegang saham pada suatu tanggal tertentu, dengan begitu menggambarkan posisi keuangan.

Laporan posisi keuangan atau neraca dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengevaluasi:

  1. Tingkat likuiditas. Hubungan antara aset lancar dan kewajiban lancar dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat likuiditas perusahaan. Likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Kecenderungannya saat ini banyak perusahaan akan mengurangi kebutuhan untuk memegang kas yang besar dan tidak menumpuk persediaan. Perusahaan besar cenderung memanfaatkan kelebihan uang kas yang tidak terpakai dengan cara melakukan ekspansi bisnis, membuka cabang baru, memperbanyak aset produksi dan lainnya.
  2. Struktur modal dan efisiensi perusahaan. Dalam rangka efisiensi biaya, perusahaan biasanya akan lebih memilih untuk membeli persediaan saat dibutuhkan. Hal ini akan mungkin dilakukan apabila adanya hubungan baik serta kepastian kontrak antara perusahaan dan supplier. Manajemen kas yang baik dan sistem persediaan just in time akan membuat perusahaan menjadi hemat, tanpa ada tambahan biaya besar untuk penyimpanan barang. Kelebihan sumber daya yang ada, akan lebih baik jika digunakan untuk investasi aset produksi, melunasi pinjaman dan lainnya. Neraca juga digunakan untuk mengevaluasi seberapa efisien aset perusahaan telah digunakan untuk menciptakan pendapatan atau penjualan.
  3. Menghitung tingkat pengembalian aset atas laba bersih. Membandingkan antara jumlah kewajiban dengan jumlah aset yang dimiliki, adalah menunjukan sejauh mana dana pinjaman digunakan untuk membeli aset. Ratio ini disebut sebagai debt ratio. Rasio ini juga digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya. Informasi dalam laporan posisi keuangan atau neraca juga dapat digunakan sebagai dasar menghitung besarnya tingkat pengembalian aset atas laba bersih. Informasi ini menggambarkan mengenai tingkat profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

Keterbatasan laporan posisi keuangan / neraca

Laporan posisi keuangan atau neraca harus menampilkan secara memadai dan akurat atas aset dan kewajiban perusahaan. Pengguna seharusnya dapat memanfaatkan laporan posisi keuangan untuk memperoleh gambaran yang cukup mengenai perusahaan. 

Namun pada kenyataannya banyak sekali keterbatasan – keterbatasan yang terkandung dalam laporan posisi keuangan, antara lain adalah:

1. Kecenderungan mengabaikan inflasi

Biaya histori yang dilaporkan dalam laporan posisi keuangan jarang disesuaikan (adjusted) dengan perubahan – perubahan yang terjadi dalam daya beli (purchasing power) dari unit yang diukur. Hasilnya adalah neraca yang mencerminkan aset, kewajiban dan ekuitas dalam satuan unit daya beli yang tidak sama.

Variasi daya beli yang telah dilaporkan dalam laporan posisi keuangan atau neraca ini telah membuat perbandingan antar perusahaan dan bahkan dalam perusahaan yang sama menjadi kurang bermakna. Konsep biaya histori yang diterapkan menjadikan efek inflasi cenderung diabaikan sesuai dengan asumsi stable monetary unit, dimana daya beli dianggap konstan. Karena banyak aset yang dilaporkan dalam neraca sebesar biaya histori yang biasanya relatif lebih kecil dibanding nilai pasarnya, maka neraca pada umumnya tidak menggambarkan nilai aset perusahaan yang sebenarnya pada saat ini.

2. Tidak mencerminkan nilai perusahaan saat ini (current value of entity)

Ketidakmampuan untuk mengakui seluruh aset dalam laporan posisi keuangan atau neraca menghasilkan neraca hanya menunjukan sedikit posisi keuangan yang sebenarnya. Banyak intangible economic assets, seperti reputasi produk atau jasa unggulan yang tidak dapat diukur dalam satuan unit moneter.

Belum lagi kekayaan intelektual (intellectual property yang tidak dicatat dalam neraca, dimana perusahaan yang mempunyai nilai saham yang tinggi tapi tampilan neraca membuat seolah – olah terlihat seperti perusahaan yang jauh lebih kecil dari yang sebenarnya. Apalagi namanya human assets seperti dalam team olahraga professional.

3. Tidak mengungkap seluruh aset dan kewajiban perusahaan

Keterbatasan lainnya adalah meningkatnya penggunaan off balance sheet financing. Dimana perusahaan pada umumnya enggan mengungkap seluruh kewajiban dengan maksud untuk membuat posisi keuangan mereka seolah – olah tampak lebih baik. Secara tradisional leasing (kontrak sewa guna usaha) menjadi salah satu dari kebanyakan off balance sheet financing lainnya.

4. Kurang memiliki daya banding

Keterbatasan lainnya terkait dengan kebutuhan daya banding, yaitu bahwa seluruh perusahaan tidak mengklasifikasi atau melaporkan seluruh item yang sama dengan cara yang sama. Contoh nama dan klasifikasi akun yang berbeda dan beberapa perusahaan dengan transaksi yang sama melaporkan secara berbeda. Perbedaan ini telah membuat perbandingan menjadi sulit dan mengurangi nilai potensi dari analisa laporan posisi keuangan atau neraca.


Komponen – komponen laporan posisi keuangan / neraca

Tiga komponen laporan posisi keuangan atau neraca adalah:

  1. Aset adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan yang diperoleh atau dikendalikan entitas sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa masa lalu. Aset juga meliputi biaya – biaya yang diperkirakan akan memberikan manfaat ekonomi di masa mendatang.
  2. Liabilitas adalah pengorbanan atas manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan yang timbul dari kewajiban entitas pada saat ini untuk menyerahkan aset atau jasa kepada entitas lainnya di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa masa lalu. Jumlah kewajiban lainnya harus diestimasi berdasarkan perkiraan mengenai peristiwa yang akan terjadi di masa depan.
  3. Ekuitas adalah kepemilikan atau kepentingan residu dalam aset entitas yang masih tersisa setelah dikurangi dengan kewajiban. Ekuitas merupakan aset bersih perusahaan yaitu selisih antara total aset dengan total kewajiban.
Dari definisi diatas didapat beberapa penjelasan yang terkait kondisi atas aset, liabilitas dan ekuitas:

  • Mungkin terjadi. Akuntansi bukanlah ilmu pasti, dan kegiatan bisnis yang dijalankan oleh perusahaan selalu diliputi oleh ketidak pastian.
  • Manfaat ekonomi masa depan. Walaupun neraca meringkas hasil dari transaksi dan peristiwa masa lalu tetapi tujuannya tidak lain adalah untuk membantu memprediksi masa depan.
  • Diperoleh atau dikendalikan. Akuntansi memilih ungkapan “substansi mengungguli bentuk” yang berarti bahwa laporan keuangan seharusnya mencerminkan substansi ekonomi yang mendasarinya, bukan bentuk hukumnya. Jika perusahaan secara ekonomi mengendalikan manfaat ekonomi masa depan dari suatu item, dikualifikasi sebagai asset, baik dimiliki atau tidak secara hukum. Jadi meskipun sebuah aset secara hukum dikatakan telah dijual namun apabila secara fisik masih dipergunakan manfaatnya oleh perusahaan, aset tersebut tetap akan masuk (diperhitungkan) sebagai aset.
  • Menyerahkan aset atau memberikan jasa. Kebanyakan utang melibatkan kewajiban untuk menyerahkan aset di masa mendatang. Akan tetapi kewajiban untuk memberikan jasa adalah juga termasuk utang. Contoh pendapatan diterima dimuka.
  • Transaksi atau peristiwa masa lalu. Aset dan utang timbul dari transaksi atau peristiwa yang terjadi.


Klasifikasi pos laporan posisi keuangan / neraca

Laporan keuangan akan menjadi lebih berguna bagi manajemen, kreditor dan investor ketika pos – pos dalam neraca diklasifikasikan secara tepat ke dalam masing – masing kelompok sesuai dengan karakteristiknya. Klasifikasi yang tepat akan berguna untuk memberikan gambaran yang sesungguhnya mengenai besarnya jumlah aset lancar, aset tidak lancar, total aset, jumlah utang lancar, utang jangka panjang, total kewajiban dan besarnya ekuitas.

Klasifikasi ini pula oleh para pengguna laporan posisi keuangan atau neraca dapat:

  1. Memprediksi kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban yang akan jatuh tempo lewat aset lancar yang dimilikinya.
  2. Memprediksi kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek lewat aset yang dapat dikonversi menjadi kas tanpa mengalami kesulitan.
  3. Mempersiapkan kebutuhan dana jangka panjang untuk memenuhi kewajiban tidak lancar.
  4. Memprediksi jumlah klaim kreditur atas aset perusahaan.
  5. Memprediksi jumlah total klaim pemilik dana atau investor atas aset perusahaan.
  6. Memperoleh gambaran mengenai besarnya komposisi aset tetap terhadap total aset.
  7. Memperoleh gambaran mengenai jumlah perbandingan antara total kewajiban dengan total aset.

Format laporan posisi keuangan / neraca

Ketika menyiapkan susunan klasifikasi aset dan utang dapat bervariasi. Akan tetapi kebanyakan perusahaan menyajikan laporan posisi keuangan atau neracanya dengan penekanan lukuiditas, dimana aset dan utang diurut berdasarkan tingkat likuiditas.

Sedangkan aset tetap dilaporkan dalam laporan posisi keuangan atau neraca berdasarkan masa manfaatnya yang paling lama.

Format laporan posisi keuangan atau neraca terdiri dari:

1. Laporan posisi keuangan bentuk akun (Account Form)

Salah satu bentuk yang sering digunakan dalam penyajian laporan keuangan atau neraca adalah bentuk akun (account form). Dengan format ini kelompok aset dicantumkan pada sisi kiri sedangkan kelompok kewajiban dan ekuitas pada sisi kanan. Kelemahan utama dari format ini membutuhkan satu halaman yang cukup lebar untuk menyajikan pos – pos yang berdampingan.

laporan posisi keuangan
Laporan posisi keuangan bentuk akun (Account Form)

2. Laporan posisi keuangan bentuk Laporan (Report Form)

Untuk menghindari kelemahan dari laporan posisi keuangan bentuk akun tersebut, laporan posisi keuangan atau neraca bentuk laporan (report form) dipergunakan. Dengan format ini kewajiban dan ekuitas akan disajikan tepat dibawah aset. Neraca bentuk laporan ini juga kadang – kadang disajikan dengan melaporkan dan atau lebih tanggal neraca (neraca komparatif).

laporan posisi keuangan
Laporan posisi keuangan bentuk laporan (Report Form)



laporan posisi keuangan
Laporan posisi keuangan komparatif

Bentuk komparatif ini juga digunakan pada laporan keuangan yang lain yaitu laporan laba rugi dan laporan arus kas. Dimana bentuk komparatif untuk melakukan analisa laporan keuangan secara metode vertikal maupun metode horizontal. 

Laporan posisi keuangan yang merupakan laporan keuangan dasar disamping laporan laba rugi, laporan arus kas maupun laporan perubahan modal, membutuhkan catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan ini menjelaskan secara naratif terkait informasi tambahan, metode yang digunakan maupun informasi yang tidak bisa ditampilkan dalam laporna keuangan.