Thursday, July 22, 2021

Laporan Arus Kas, menyajikan informasi sumber kas berupa arus kas masuk dan keluar perusahaan

 
laporan arus kas

Laporan arus kas memberikan suatu langkah besar dalam pengukuran dan pengungkapan akuntansi, karena sangat relevan bagi pengguna laporan keuangan. Dimana pada tahun 1988, laporan arus kas menggantikan laporan perubahan posisi keuangan, dalam memberikan informasi tentang kas masuk dan kas keluar selama satu periode akuntansi.


Kegunaan Laporan Arus Kas

Fokus utama dari pelaporan keuangan adalah laba, dan informasi mengenai laba merupakan indikator yang baik untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dimasa yang akan datang.

Namun laporan arus kas dibutuhkan dikarenakan:

  • Kadang kala ukuran laba tidak menggambarkan kondisi perusahaan yang sesungguhnya.
  • Seluruh informasi mengenai kinerja perusahaan selama periode tertentu dapat diperoleh melalui laporan ini.
  • Dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi arus kas perusahaan di masa mendatang.
Dalam beberapa kasus, ukuran laba (net income) tidak memberikan gambaran yang akurat mengenai hasil kinerja perusahaan yang sesungguhnya selama periode tertentu. Ketika perusahaan melaporkan beban non kas yang besar, seperti beban penyisihan piutang tak tertagih dan penyusutan aset tetap, ukuran laba mungkin akan memberikan gambaran yang suram mengenai hasil kondisi operasional perusahaan. Beban non kas yang besar membuat laba bersih seolah – olah tampak kecil, padahal beban tersebut diakui tanpa adanya pengeluaran kas.

Sebaliknya, sebuah perusahaan dengan tingkat pertumbuhan laba yang tinggi, laba bersih yang dihasilkan tidak menjamin bahwa perusahaan tersebut memiliki uang kas yang cukup untuk memenuhi kas jangka pendeknya. Hal ini disebabkan laporan laba rugi yang disusun atas dasar akrual (bukan dasar kas). Yaitu melalui sebuah proses penandingan antara beban dan pendapatan, sehingga angka laba yang dihasilkan tidak identik dengan besarnya uang kas yang tersedia.

Laporan arus kas juga digunakan sebagai alat untuk menganalisis apakah rencana perusahaan dalam hal investasi maupun pembiayaan telah berjalan sebagaimana mestinya.

Ingat kembali, laporan keuangan utama terdiri atas:

  1. Laporan laba rugi. Menunjukan besarnya jumlah laba rugi dan tidak menunjukan jumlah kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi.
  2. Laporan posisi keuangan / neraca. Menunjukan besarnya penambahan aset tetap selama periode berjalan. Namun tidak menunjukan bagaimana penambahan aset tetap tersebut dibiayai.
  3. Laporan arus kas. Menunjukan informasi mengenai dari mana sumber penerimaan dan pengeluaran kas akan tersaji secara rinci.

Penyusunan Laporan Arus Kas

Laporan arus kas melaporkan arus kas masuk maupun arus keluar keluar perusahaan selama satu periode. Laporan arus kas ini akan memberikan informasi yang berguna mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari aktivitas operasi, melakukan investasi, melunasi kewajiban dan membayar dividen.

Laporan arus kas digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kegiatan operasional yang telah berlangsung dan merencanakan aktivitas investasi dan pembayaran di masa yang akan datang. Laporan arus kas juga digunakan oleh kreditor dan investor dalam menilai tingkat likuiditas maupun potensi perusahaan dalam menghasilkan laba (keuntungan).

Dalam laporan arus kas, penerimaan dan pembayaran kas diklasifikasikan menurut tiga kategori utama yaitu:

  1. Aktivitas operasi.
  2. Aktivitas investasi.
  3. Aktivitas pembiayaan.
Dengan detail masing -  masing sebagai berikut:

1. Arus kas dari aktivitas operasi

Aktivitas operasi meliputi transaksi – transaksi yang tergolong sebagai penentu besarnya laba/rugi bersih. Penerimaan kas dari penjualan barang atau pemberian jasa merupakan sumber arus kas masuk utama. Penerimaan kas lainnya berasal dari pendapatan bunga, deviden dan penjualan sekuritas yang diperdagangkan. Sedangkan arus kas keluar meliputi pembayaran untuk membeli barang dagangan, membayar gaji/upah, beban pajak, bunga, beban utilitas, sewa dan pembelian sekuritas yang diperdagangkan.

Perlu diperhatikan disini, kas yang diterima dari pendapatan bunga dan deviden tidaklah dikategorikan sebagai aktivitas investasi, melainkan aktivitas operasi. Seluruh akun pendapatan dan beban merupakan komponen penentu laba bersih menggambarkan (identik dengan) aktivitas operasi perusahaan. Pendapatan bunga dan dividen dilaporkan dalam laporan laba rugi sebagai pendapatan lain – lain yang akan mempengaruhi besarnya laba/rugi bersih sehingga kas yang diterima dari pendapatan bunga dan deviden akan dilaporkan dalam laporan arus kas dari aktivitas operasi bukan aktivitas investasi.

Ada dua metode yang dapat digunakan dalam menghitung dan melaporkan jumlah arus kas bersih dari aktivitas operasi yaitu:

  • Metode langsung.
  • Metode tak langsung.
Pilihan antara metode tak langsung dan metode langsung bukanlah sebagai cara untuk memanipulasi jumlah kas yang dilaporkan dari aktivitas operasi. Kedua metode tersebut akan menghasilkan angka kas yang sama. Namun, metode yang paling sering digunakan dalam praktek laporan keuangan adalah metode tak langsung. 

Metode tidak langsung lebih disukai oleh pembuat laporan keuangan dalam melaporkan arus kas bersih dari aktivitas operasi karena relatif lebih mudah dalam penerapannya (penyusunannya), yaitu merekonsiliasi perbedaan angka laba/rugi bersih dengan arus kas bersih yang dihasilkan oleh (atau yang digunakan dalam) aktivitas operasi perusahaan.

Pilihan antara metode langsung dan metode tak langsung hanya mempengaruhi format penyusunan laporan arus kas dari aktivitas operasi. Sedangkan untuk format penyusunan laporan arus kas dari aktivitas investasi dan pembiayaan adalah sama tanpa memperhatikan metode mana yang digunakan dalam melaporkan arus kas dari aktivitas operasi.

Metode pelaporan arus kas terdiri dari:

a. Metode langsung (disebut juga metode laporan laba rugi)

Pada hakekatnya adalah menguji kembali setiap item (komponen) laporan laba rugi dengan tujuan untuk melaporkan berapa besar kas yang diterima atau yang dibayarkan terkait dengan setiap komponen dari laporan laba rugi tersebut. Sebagai contoh besarnya penjualan yang tersaji dalam laporan laba rugi akan diuji kembali dengan menggunakan arus kas untuk mengetahui besarnya uang kas yang telah diterima dari pelanggan sepanjang periode.

Demikian juga besarnya harga pokok penjualan yang akan diuji kembali untuk mengetahui berapa besarnya uang kas yang telah dibayarkan ke supplier sepanjang periode untuk membeli barang dagangan. Untuk beban upah/gaji, beban bunga, beban pajak penghasilan dan beban – beban lainnya yang tersaji dalam laporan laba rugi juga akan diuji kembali untuk mengetahui berapa besarnya uang kas yang benar – benar telah dibayarkan atas beban – beban tersebut.

laporan arus kas
Laporan arus kas aktivitas operasi metode langsung

b. Metode tidak langsung (disebut juga metode rekonsiliasi)

Metode tidak langsung dimulai dengan angka laba/rugi bersih sebagaimana yang dilaporkan dalam laporan laba/rugi. Dan menyesuaikan besarnya laba rugi bersih tersebut (yang telah diukur atas dasar akrual) dengan item – item yang tidak mempengaruhi arus kas. Dengan kata lain besarnya laba/rugi bersih sebagai hasil dari akuntansi akrual akan disesuaikan (di rekonsiliasi) untuk menentukan jumlah arus kas dari aktivitas operasi.

Penyesuaian – penyesuaian tersebut terdiri atas:

  • Pendapatan dan beban yang tidak melibatkan arus kas masuk atau kas keluar contohnya: beban penyisihan piutang tak tertagih, beban penyusutan aset tetap dan beban amortisasi aset tidak berwujud.
  • Keuntungan dan kerugian yang terkait dengan aktivitas investasi atau pembiayaan contohnya keuntungan/kerugian penjualan aset tetap, keuntungan/kerugian penjualan investasi dalam saham, dan keuntungan/kerugian atas penebusan kembali utang obligasi.
  • Perubahan dalam aset lancar (selain kas) dan kewajiban lancar sebagai hasil dari transaksi pendapatan dan beban yang tidak mempengaruhi arus kas, contohnya adalah perubahan dalam saldo piutang, persediaan barang dagang, biaya dibayar dimuka, utang usaha, utang gaji, utang bunga, dan utang pajak penghasilan.
Perubahan yang terjadi dalam saldo utang dividen tidak diperhitungkan dalam melaporkan arus kas bersih dan aktivitas operasi. Mengingat bahwa utang dividen timbul sebagai akibat dari aktivitas pembiayaan perusahaan dan besarnya dividen yang diumumkan tidak mempengaruhi besarnya laba/rugi bersih.

Ingat kembali bahwa aktivitas operasi meliputi transaksi – transaksi yang tergolong sebagai penentu besarnya laba/rugi bersih. Besarnya dividen tunai yang diumumkan oleh investee akan dilaporkan oleh investee dalam laporan laba ditahan bukan laporan laba rugi.

laporan arus kas
Laporan arus kas aktivitas operasi metode tidak langsung

Metode tak langsung melaporkan arus kas operasi yang dimulai dengan laba/rugi bersih dan menyesuaikan laba/rugi bersih tersebut dengan pendapatan dan beban yang tidak melibatkan penerimaan dan pembayaran kas. Dengan menggunakan metode tidak langsung data yang diperlukan untuk melaporkan arus kas bersih dari aktivitas operasi dapat segera diperoleh lewat laporan laba rugi dan neraca komparatif.


2. Arus kas dari aktivitas investasi

Yang termasuk sebagai aktivitas investasi adalah membeli atau menjual tanah, bangunan dan peralatan. Disamping itu, aktivitas investasi juga meliputi pembelian dan penjualan instrumen keuangan yang bukan untuk tujuan diperdagangkan (nontrading securities), penjualan segmen bisnis dan pemberian pinjaman kepada entitas lain termasuk penagihannya.

Yang termasuk arus kas dari aktivitas investasi adalah membeli atau menjual tanah, bangunan dan peralatan. Selain itu juga meliputi pembelian dan penjualan instrumen keuangan yang bukan untuk tujuan diperdagangkan, penjualan segmen bisnis, dan pemberian pinjaman ke entitas lain, termasuk penagihannya. Pelaporan arus kas dari aktivitas investasi ini tidak dipengaruhi oleh metode langsung ataupun tidak langsung.

laporan arus kas
Laporan arus kas aktivitas investasi

Besarnya keuntungan atas penjualan tanah ini juga masuk sebagai komponen penambah laba bersih dalam laporan laba rugi. Jadi untuk menghindari pelaporan berganda maka besarnya keuntungan yang telah dilaporkan dalam laba rugi akan dikurangkan dari laba bersih untuk menentukan arus kas dari aktivitas operasi.

3. Arus kas dari aktivitas pembiayaan

Sedangkan aktivitas pembiayaan meliputi transaksi – transaksi yang dimana kas diperoleh atau dibayarkan kembali ke pemilik dana (investor) dan kreditor. Sebagai contoh kas bersih yang diterima dari penerbitan saham (sekuritas modal) atau obligasi (sekuritas utang), pembayaran untuk membeli kembali saham biasa (sebagai treasury stock), atau untuk menebus kembali utang obligasi, dan pembayaran dividen tunai. Jadi yang termasuk kedalam aktivitas pembiayaan adalah meliputi transaksi – transaksi yang berkaitan dengan utang jangka panjang maupun ekuitas (modal) perusahaan. Pembayaran utang lancar tidak tergolong sebagai aktivitas pembiayaan melainkan aktivitas operasi.

Untuk perusahaan yang baru berdiri dan sedang dalam proses pertumbuhan memerlukan arus kas masuk dari aktivitas pembiayaan (seperti menerbitkan obligasi atau saham) untuk melakukan aktivitas investasi dan mensubsidi arus kas operasi yang masih negative. Sedangkan untuk perusahaan yang telah berhenti pertumbuhannya dan fokus pada mempertahankan posisi, arus kas dari aktivitas operasi cukup tersedia untuk membiayai penggantian aset tetap dan membayar dividen kepada investor.

Akhirnya untuk perusahaan yang tergolong matang, perusahaan sukses ini mampu menghasilkan banyak kas dari aktivitas operasinya yang dapat digunakan untuk memperluas aktivitas investasi dan masih menyisakan kas untuk melunasi pinjaman, membayar dividen tunai, dan bahkan membeli kembali sahamnya.

Aktivitas pembiayaan meliputi transaksi – transaksi dimana kas diperoleh atau dibayarkan kembali ke pemilik dana (investor) dan kreditor. Jadi yang termasuk dalam aktivitas pembiayaan meliputi transaksi – transaksi yang berkaitan dengan utang jangka panjang maupun modal perusahaan. Pelaporan arus kas dari aktivitas pembiayaan ini tidak dipengaruhi oleh metode langsung ataupun tidak langsung.

laporan arus kas
Laporan arus kas aktivitas pembiayaan


Keseluruhan Laporan arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pembiayaan

Terdapat beberapa aktivitas investasi dan pembiayaan tidak mempengaruhi arus kas perusahaan. Sebagai contoh dari aktivitas investasi dan pembiayaan yang tidak mempengaruhi arus kas adalah penerbitan saham biasa atau surat utang dalam rangka pembelian aset tetap , konversi obligasi menjadi saham biasa, pertukaran aset tetap dan penerbitan saham biasa untuk ditukar dengan saham preferen konvertibel.

laporan arus kas
Laporan arus kas aktivitas operasi, investasi dan pembiayaan

Perlu diingat bahwa saldo akhir pada laporan arus kas harus sama dengan jumlah kas dan setara kas pada laporan posisi keuangan / neraca.


Pola Laporan Arus Kas

Hasil analisa hubungan antara ketiga kategori arus kas dapat memberikan gambaran yang berguna mengenai perusahaan. Hubungan tersebut dikelompokan dalam 8 pola sebagai berikut:

laporan arus kas
Pola laporan arus kas

Pada pola 1 dan 8 bisa dibilang adalah pola yang sangat tidak umum untuk terjadi. Bisa jadi pada pola 1 dimana perusahaan mendapatkan arus kas yang positif dari ketiga aktivitasnya dengan alasan yang strategis.

Dan pada pola 8 menampilkan arus kas negatif dari ketiga aktivitasnya, hal bisa terjadi apabila perusahaan mempunyai cadangan kas yang besar untuk membiayai keseluruhan aktivitasnya.

Berdasarkan pola laporan arus kas diatas, terlihat bahwa laporan arus kas memegang peranan penting. Apabila arus kas operasi positif, memungkinkan perusahaan untuk membiayai atas pelunasan piutang, pembayaran dividen bahkan melakukan investasi dan ekspansi bisnis.

Namun apabila arus kas operasi negatif karena kegagalan operasi, maka perusahaan harus mencari alternatif sumber kas lainnya dari aktivitas investasi dan atau pembiayaan.