Wednesday, July 7, 2021

Catatan atas laporan keuangan, informasi yang tidak dapat diungkapkan dalam laporan keuangan

catatan atas laporan keuangan

Catatan atas laporan keuangan memberikan informasi – informasi tambahan yang tidak dapat ditampilkan dalam laporan keuangan. Dan memberikan penjelasan naratif deskriptif atas pos – pos yang disajikan dalam laporan keuangan. Sehingga nantinya informasi dapat memberikan kegunaan yang menunjang atas informasi dalam laporan keuangan bagi para pemakainya.


Definisi catatan atas laporan keuangan

Mengutip dari PSAK 1, memberikan definisi catatan atas laporan keuangan sebagai berikut:

Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Catatan laporan keuangan memberikan penjelasan naratif atau pemisahan pos – pos yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pos – pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.

Laporan keuangan dasar seperti laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas, tidak bisa memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan pemakai. Pemakai perlu mengetahui metode akuntansi yang digunakan perubahan dalam mencatat akun – akun laporan keuangan.

Beberapa informasi tambahan yang dibutuhkan adalah bersifat deskripstif dilaporkan dalam bentuk narasi. Dalam beberapa kondisi data tambahan mengenai perhitungan atau detail angka diperlukan. Untuk mengartikan angka – angka yang terkandung dalam laporan keuangan, para pemakai harus bisa membaca catatan atas laporan keuangan (notes of the financial statements) dan memahami asumsi – asumsi yang dipakai dalam mencatat akun – akun laporan keuangan.


Penyusunan catatan atas laporan keuangan

Penyusunan catatan atas laporan keuangan sepanjang praktis haruslah dilakukan secara sistematis. Dan untuk informasi yang berhubungan dibuatkan referensi silang atas setiap pos terkait antar komponen laporan keuangan. Item dalam dalam catatan atas laporan keuangan disajikan berurutan mulai dari pos – pos yang terdapat dalam:

Penyajian catatan atas laporan keuangan biasanya dilampirkan atau disertakan oleh manajemen sebagai pendukung atas laporan keuangan dasar sebagai berikut:

  • Pernyataan kepatuhan atas Standar Akuntansi Keuangan. Perusahaan yang laporan keuangannya patuh terhadap SAK harus membuat pernyataan secara eksplisit. Dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK dalam catatan atas laporan keuangan. Perusahaan tidak diperbolehkan menyebutkan bahwa laporan keuangan telah patuh terhadap SAK. Kecuali laporan keuangan tersebut memang telah patuh terhadap SAK.
  • Ringkasan kebijakan akuntansi signifikan yang ditetapkan. Dalam PSAK 1 paragraf 117 menyebutkan bahwa entitas mengungkapkan dalam ringkasan kebijakan signifikan atas dasar pengukuran yang digunakan dalam penyusunan dan kebijakan akuntansi lain yang relevan untuk memahami laporan keuangan.
  • Informasi tambahan untuk pos – pos yang disajikan dalam setiap komponen laporan keuangan sesuai dengan urutan penyajian laporan dan masing – masing pos.
  • Pengungkapan lainnya termasuk tapi tidak terbatas pada liabilitas kontijensi (PSAK 57) dan komitmen kontraktual yang belum diakui. Pengungkapan informasi non keuangan seperti tujuan dan kebijakan manajemen resiko keuangan (PSAK 60).

Pengungkapan kebijakan akuntansi dalam catatan atas laporan keuangan

Informasi mengenai prinsip dan metode akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan harus diungkapkan kepada pemakai. Informasi yang diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan ini haruslah menjadi bagian integral atau satu kesatuan dari laporan keuangan.

Contoh dari keharusan pengungkapan atas kebijakan akuntansi adalah informasi mengenai metode penyusutan aset tetap, metode penilaian persediaan, metode penilaian investasi, perubahan estimasi dan prinsip akuntansi dan metode pengakuan pendapatan.

Sehingga catatan atas laporan keuangan haruslah memuat informasi berikut dalam pengungkapan terkait kebijakan akuntansi:

1. Dasar pengukuran yang digunakan

Sangatlah penting bagi pemakai laporan keuangan untuk mengetahui dan memahami dasar pengukuran tang digunakan. Karena informasi mengenai dasar pengukuran yang digunakan dapat mempengaruhi analisa para pemakai laporan keuangan.

Perusahaan haruslah mengungkapkan secara jelas, terkait dasar pengukuran yang digunakan. Apakah menggunakan dasar pengukuran biaya histori, nilai realisasi bersih nilai wajar atau nilai yang dapat dipulihkan untuk setiap pos – pos laporan keuangan.

2. Kebijakan akuntansi yang digunakan

Perlunya manajemen mempertimbangkan terkait pengungkapan kebijakan akuntansi yang dapat membantu pemakai laporan keuangan. Dalam menentukan pengungkapan kebijakan akuntansi bagi pemakai laporan keuangan dalam memahami transaksi, kejadian atau kondisi yang tercermin dalam laporan keuangan perusahaan.

Jika kebijakan akuntansi merupakan pilihan dari 2 atau lebih alternatif yang diperkenankan oleh SAK, maka pengungkapan akan menjadi semakin berguna. Semisal perusahaan harus mengungkapkan apakah menggunakan model nilai wajar atau model biaya dalam pengukuran properti investasi.

3. Pertimbangan yang dibuat oleh manajemen

Manajemen mempunyai pertimbangan tertentu dalam menentukan kebijakan akuntansi yang akan digunakan. Dalam PSAK 1 juga disebutkan bahwa perusahaan wajib mengungkapkan pertimbangan manajemen tersebut dalam menentukan kebijakan akuntansi.

Terutama kebijakan akuntansi yang mempunyai dampak yang signifikan atas jumlah yang di sajikan dalam laporan keuangan. Seperti contohnya:

  • Pertimbangan manajemen dalam menentukan aset keuangan yang dimiliki merupakan kelompok yang dimiliki hingga jatuh tempo.
  • Pertimbangan manajemen terkait seluruh resiko dan manfaat kepemilikan suatu aset yang berpindah tangan kepemilikan ke pihak lain.
  • Pertimbangan manajemen mengenai penjualan barang yang merupakan perjanjian pendanaan sehingga tidak menimbulkan pengakuan pendapatan.

4. Sumber ketidakpastian estimasi

Dalam membuat pertimbangan, manajemen membuat beberapa estimasi. Estimasi ini memiliki resiko ketidakpastian yang sangat tinggi. Sehingga ketidak pastian tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material atas nilai tercatat aset dan liabilitas pada laporan masa mendatang.

Untuk itu manajemen haruslah mengungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan mengenai:

  • Informasi atas asumsi masa depan yang digunakan.
  • Sumber ketidakpastian estimasi yang dibuat.
Beberapa hal dalam pengukuran aset dan liabilitas dimana bisa terdapat sumber ketidakpastian yang tinggi yaitu:

  • Jumlah yang dapat dipulihkan dari aset tetap.
  • Dampak dari keusangan tehnologi bagi persediaan.
  • Provisi terkait ligitasi yang masih dalam proses hukum.
  • Liabilitas manfaat karyawan jangka panjang.
Dimana estimasi – estimasi ini membutuhkan asumsi seperti penyesuaian resiko arus kas, perubahan tingkat gaji, perubahan tingkat inflasi, perubahan permintaan pasar.

Contoh pengungkapan yang harus dibuat sebagai berikut:

  • Sifat dari ketidakpastian asumsi yang digunakan.
  • Tingkat sensitivitas nilai tercatat terhadap perubahan metode, asumsi, dan estimasi termasuk alasan sensitivitasnya.
  • Penyelesaian yang diharapkan dari ketidakpastian terkait dengan nilai tercatat aset atau liabilitas.

5. Pengelolaan Modal

Perusahaan diminta untuk mengungkapkan informasi mengenai tujuan, kebijakan dan proses manajemen dalam pengelolaan permodalan. Dengan demikian perusahaan harus mengungkapkan:

  • Uraian tentang apa yang dikelola sebagai modal, dapat termasuk liabilitas keuangan dan sumber pendanaan lainnya.
  • Sifat persyaratan modal tertentu dan bagaimana dijalankan dalam pengelolaan permodalan dan apakah perusahaan memenuhi persyaratan tersebut.
  • Jika perusahaan tidak memenuhi persyaratan modal tersebut, apa yang menjadi konsekuensinya dan bagaimana manajemen mengatasinya.
  • Ringkasan kuantitatif tentang modal termasuk perubahan periode sebelumnya.

Pengungkapan lainnya dalam catatan atas laporan keuangan

Beberapa hal juga diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan untuk memberikan informasi terkait:

  • Penjelasan mengenai entitas. Dimana beberapa hal harus diungkapkan tentang domisili dan bentuk hukum perusahaan, alamat kantor pusat perusahaan atau lokasi utama dari kegiatan operasional perusahaan.
  • Dividen. Perusahaan juga diharuskan mengungkapkan mengenai jumlah dividen yang diusulkan atau yang telah diumumkan sebelum laporan keuangan disetujui, namun belum diakui sebagai distribusi  kepada pemilik. Juga mengungkapkan jumlah dividen per lembar dan jumlah dividen kumulatif yang tidak diakui.