Thursday, March 18, 2021

Ayat jurnal penyesuaian (Adjusting entries), pemutakhiran data akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan

ayat jurnal penyesuaian
 

Ayat jurnal penyesuaian merupakan penyesuaian atas pencatatan akuntansi yang dilakukan secara periodik setiap akhir periode akuntansi. Penyesuaian ini dilakukan agar pendapatan dan beban dapat dibukukan, diperhitungkan dan dilaporkan secara andal sesuai prinsip dasar penandingan biaya dengan pendapatan (matching cost against revenue).

Memahami penerapan ayat jurnal penyesuaian

Laporan keuangan yang disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan berlandaskan asumsi dasar kelangsungan usaha dan dasar akrual.

Asumsi Kelangsungan usaha diartikan bahwa perusahaan akan terus menjalankan usahanya tanpa batas waktu. Sehingga perlunya penyusunan laporan keuangan secara periodik, paling lama setahun sekali. Namun seringkali diterapkan laporan keuangan interim yang disusun bulanan, kuartalan maupun semesteran.

Asumsi dasar akrual menuntut adanya penyesuaian atas catatan akuntansi yang ada. Agar pendapatan dicatat pada periode di mana pendapatan itu dihasilkan. Dan agar beban dicatat pada periode terjadinya. Maka ayat jurnal penyesuaian harus dibuat setiap akhir periode akuntansi.

Ayat jurnal penyesuaian diperlukan untuk memastikan bahwa prinsip – prinsip pengakuan pendapatan, biaya dan penandingan tidak dilanggar. Yaitu prinsip penandingan biaya dengan pendapatan atau matching cost against revenue.

Penggunaan ayat jurnal penyesuaian ini memungkinkan perusahaan melaporkan aktiva, kewajiban dan ekuitas secara akurat pada periode dibuat dan dilaporkan. Serta melaporkan laporan laba bersih yang tepat dalam laporan laba rugi.

Untuk itulah penyesuaian dilakukan agar data akuntansi dapat dimutakhirkan dalam penyusunan laporan keuangan. Penyesuaian data tersebut dilakukan melalui ayat jurnal penyesuaian.


Peran ayat jurnal penyesuaian

Ayat jurnal penyesuaian berperan untuk memutakhirkan atau up to date data akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan. Dalam sebuah siklus akuntansi, tahapan – tahapan yang sudah dilakukan dari jurnal harian hingga terposting dalam buku besar, dimana saldo buku besar tampil dalam neraca saldo.

Namun neraca saldo masih belum lengkap dan up to date karena alasan – alasan sebagai berikut:

  • Beberapa peristiwa tidak dilakukan jurnal secara harian karena tidak efektif, seperti contohnya upah harian yang dibayarkan periodik atau pemakaian perlengkapan dengan skala kecil.
  • Beberapa peristiwa yang dikategorikan sebagai biaya, tidak dilakukan jurnal selama berjalannya periode akuntansi. Dikarenakan biaya – biaya ini akan jatuh tempo seiring berjalannya waktu, bukan dari transaksi harian. Contohnya biaya asuransi atau biaya sewa.
  • Beberapa peristiwa belum dicatat dalam jurnal harian. Contohnya tagihan air dan listrik yang baru diterima pada periode berikutnya.
Dalam melakukan ayat jurnal penyesuaian, hal yang terpenting adalah melakukan analisa tiap akun neraca saldo. Hal ini dilakukan untuk memastikan dan menentukan akun telah termutakhirkan atau up to date. Dalam melakukan analisa akun diperlukan kemampuan yang lebih dari cukup atau terampil, karena membutuhkan pemahaman yang menyeluruh tentang operasi perusahaan dan hubungan antar akun. Seperti melakukan penghitungan atas persediaan, kesepakatan sewa, polis asuransi, kesepakatan jual beli, aset tetap maupun penyisihan piutang tak tertagih.

Pada umumnya saat ini kebanyakan program akuntansi sudah dapat membuat ayat jurnal penyesuaian secara terjadwal untuk beberapa periode. Namun apabila tidak diakomodir dalam sistem akuntansi, dapat dibuatkan buku bantu yang mencatat jadwal dan jenis ayat jurnal penyesuaian selama beberapa periode.


Jenis – jenis ayat jurnal penyesuaian

Ayat jurnal penyesuaian dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu pembayaran dibayar di muka (Prepayment) dan yang masih harus dibayar (Accrued). Baik pada pendapatan maupun beban yang akan disesuaikan. Pada prinsipnya ayat jurnal penyesuaian dilakukan pada jenis ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut:

Pembayaran dibayar dimuka (Prepayment):

  • Biaya dibayar di muka (Prepaid expenses).
  • Pendapatan diterima di muka (Unearned revenue).
Akrual atau yang masih harus dibayarkan (Accrued):
  • Pendapatan yang masih harus dibayarkan (Accrued Revenues).
  • Biaya yang masih harus dibayarkan (Accrued expenses).
  • Penyisihan piutang tak tertagih (Allowance for doubtful Accounts). Contoh jurnal penghapusan piutang tak tertagih
  • Peyusutan aktiva tetap (Depreciation expenses). Contoh metode penyusutan aset tetap.
  • Amortisasi asset tak berwujud (Amortization of Intangibles).


Ayat jurnal penyesuaian biaya dibayar di muka (Prepaid Expenses)

Sepanjang periode akuntansi, terdapat pengeluaran – pengeluaran tertentu yang telah dibayarkan telah dilakukan pencatatan meskipun barang atau jasa belum digunakan. Pada akhir periode akuntansi perlunya untuk menentukan pengeluaran tersebut terhadap barang atau jasa yang sudah digunakan dan yang ditangguhkan untuk periode berikutnya (deferred expenses).

Untuk pengeluaran – pengeluaran yang baru akan digunakan periode berikutnya diakui sebagai aset lancar. Dimana pada periode digunakannya barang dan jasa akan dilakukan ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode untuk mengakui beban pada periode tersebut. Ayat jurnal penyesuaian ini perlu dilakukan agar pada laporan keuangan akhir periode melaporkan aset lancar tidak terlalu tinggi dan beban tidak terlalu rendah. Pembahasan lebih dalam ayat jurnal penyesuaian tersebut bisa dilihat pada pembahasan tentang biaya dibayar di muka.


Ayat jurnal penyesuaian pendapatan diterima di muka (Unearned Revenue)

Pada periode akuntansi, terdapat pembayaran – pembayaran yang diterima dari pelanggan sebelum barang atau jasa diberikan ke pelanggan. Pada saat akhir periode akuntansi perlu ditentukan pendapatan yang sudah dihasilkan, dimana barang atau jasa telah dikirimkan atau diserahterimakan ke pelanggan.

Pada saat diterimanya pembayaran berupa kas tidak dilawankan dengan pendapatan, karena barang atau jasa belum diterima oleh pelanggan. Sehingga diakui sebagai kewajiban lancar sebagai pendapatan diterima dimuka atau pendapatan ditangguhkan. Pada periode dihasilkannya dan serah terimakan barang atau jasa maka pada akhir periode tersebut perlu dilakukan ayat jurnal penyesuaian untuk mengakui pendapatan yang sesuai. Agar pada laporan keuangan melaporkan kewajiban lancar tidak terlalu tinggi dan pendapatan tidak terlalu rendah pada periode akuntansi tersebut.


Ayat jurnal penyesuaian biaya yang masih harus dibayar (Accrued Expenses)

Beban – beban tertentu, pada suatu periode akuntansi, bisa jadi telah terjadi, akan tetapi pembayarannya belum dilakukan sampai periode berikutnya. Hingga nantinya pada akhir periode akuntansi perlunya ditentukan dan memastikan biaya yang benar – benar terjadi pada periode tersebut, meskipun belum diterima pembayarannya.

Beban tersebut biasanya merupakan beban rutin yang pasti menjadi beban dalam laporan keuangan periode tersebut dengan pembayaran pada periode berikutnya. Sehingga pengakuan beban tersebut diakui pada laporan laba rugi dan dilawankan dengan akun biaya yang masih harus dibayar (accrued expenses) di posisi kewajiban lancar pada neraca. Sehingga perlu dilakukan jurnal biaya yang masih harus dibayar sebagai ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode.


Ayat jurnal penyesuaian pendapatan yang masih harus dibayar (Accrued Revenues)

Sama halnya dengan biaya yang masih harus dibayar, pada periode akuntansi juga terdapat pendapatan yang masih harus dibayar (accrued revenues). Dimana pada periode akuntan tersebut, pendapatan telah terjadi atau dihasilkan sebagian namun belum terselesaikan keseluruhannya. Namun sebagian biaya – biaya yang terkait dengan pendapatan yang terjadi, sudah diakui pada laporan laba rugi. Hingga nantinya pada akhir periode akuntansi perlu dianalisa pendapatan yang sudah dihasilkan pada periode tersebut terkait dengan biaya yang sudah diakui.

Hal ini dilakukan untuk memastikan berjalannya prinsip penandingan biaya dengan pendapatan atau matching cost against revenue seperti yang sudah saya singgung di bagian awal. Untuk itulah perlunya ayat jurnal penyesuaian untuk mengakui pendapatan yang sudah dihasilkan dengan biaya yang terkait untuk dicocokan atau ditandingkan.

Dari pengalaman saya, hal ini diterapkan pada saat saya bekerja di rumah sakit. Mungkin pada usaha dagang, manufaktur atau jasa lain hal ini tidak banyak terjadi. Dimana pendapatan dihasilkan tapi belum dibayarkan akan dilawankan dengan piutang, karena rentang waktunya tidak jauh. Namun kalau jasa kesehatan seperti rumah sakit, akan sangat dibutuhkan.

Ilustrasi sederhananya dimana waktu perawatan pasien bisa 3 hari hingga 1 minggu bahkan lebih. Apabila rentang perawatan tersebut terletak pada akir periode akuntansi bulan maret dan awal periode akuntansi bulan april. Maka pada periode akhir Maret diakui pendapatan yang belum dibayarkan bersanding dengan biaya yang sudah diakui. Lebih detailnya akan dibahas dalam tulisan jurnal pendapatan yang masih harus dibayar.


Perbedaan ayat jurnal penyesuaian dengan jurnal koreksi

Perlunya memahami perbedaan antara ayat jurnal penyesuaian dengan ayat jurnal koreksi. Berdasarkan pengalaman saya, masih ada beberapa staff saya dulu masih mencampuradukan antara jurnal penyesuaian dengan jurnal koreksi. Mungkin perlu refresh ulang atas pemahaman yang membedakan kedua jurnal tersebut.

Dalam aktivitas pencatatan akuntansi, terkadang kita memerlukan melakukan koreksi dalam pencatatan karena terdapat kesalahan yang dilakukan, baik secara tidak sengaja maupun yang disengaja. Untuk perlu jurnal koreksi dalam melakukan koreksi atas kesalahan yang terjadi baik nilai maupun akun.

Sedangkan ayat jurnal penyesuaian dilakukan, bukan untuk melakukan koreksi sebuah kesalahan namun melakukan penyesuaian atau pemutakhiran data akuntansi yang belum lengkap. Seperti yang sudah dijelaskan di awal.

Kondisi ini akan juga sedikit kompleks pada saat penerapannya menggunakan sistem atau program akuntansi. Dimana jurnal koreksi menggunakan fitur jurnal koreksi atau jurnal umum sedangkan ayat jurnal penyesuaian mempunyai fitur sendiri. Dan ini juga terjadi salah dalam menggunakan fitur yang seharusnya, sehingga tidak akan sedikit membingungkan dalam melakukan identifikasi jurnal pada saat diperiksa ulang.