Saturday, April 3, 2021

Jurnal penghapusan piutang tak tertagih dan Metode penghapusan piutang tak tertagih

jurnal penghapusan piutang tak tertagih

Jurnal penghapusan piutang tak tertagih merupakan pencatatan yang dilakukan pada saat sebagian dari piutang dipastikan tidak tertagih. Manajemen akan selalu melakukan evaluasi atas umur piutang terutama diatas 90 - 120 hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa piutang usaha tersebut dapat ditagihkan atau terindikasi sebagai piutang tak tertagih.

Metode penghapusan piutang tak tertagih atau penurunan nilai piutang

Berdasarkan PSAK 55 paragraf 59 disebutkan aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi. Jika dan hanya terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan). Dan peristiwa merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

Dalam aktivitas bisnis perusahaan, terkadang perusahaan tidak dapat menagih semua piutang yang dimiliki. Dikarenakan pelanggan yang sudah tidak mempunyai kemampuan untuk membayar atau melunasi utangnya.

Perusahaan dapat mengakui piutang tak tertagih dan melakukan jurnal penghapusan piutang tak tertagih apabila ada bukti obyektif. Pengakuan atas piutang tak tertagih dan jurnal penghapusan piutang tak tertagih ini sebagai rugi penurunan nilai piutang.

Sebelum melakukan jurnal penghapusan piutang tak tertagih, ada baiknya kita mengetahui metode penghapusan piutang tak tertagih. Metode piutang tak tertagih ini digunakan untuk menilai, mencatat, dan penghapusan piutang tak tertagih.

Terdapat 2 metode penghapusan piutang tak tertagih yaitu:

  1. Metode Penghapusan langsung (direct write off method)
  2. Metode Penyisihan (allowance method)

1. Metode penghapusan piutang tak tertagih dengan cara hapus langsung (Direct write off method)

Metode penghapusan piutang tak tertagih hapus langsung ini sering kali diterapkan oleh perusahaan yang berskala kecil dengan bidang usaha atau jasa seperti kantor profesi, toko, restoran, hotel dan rumah sakit atas pelanggan personal.

Beberapa hal menjadi pertimbangan atas penerapan metode penghapusan piutang tak tertagih cara hapus langsung adalah:

  1. Terdapat sebuah kondisi yang membuat perusahaan tidak dapat melakukan estimasi piutang tak tertagih secara individual pada akhir periode akuntansi.
  2. Perusahaan – perusahaan yang bagian terbesar dari pendapatannya secara tunai, sehingga beban piutang tak tertagih sangat tidak material.
Saat metode penghapusan piutang tak tertagih cara hapus langsung digunakan, hanya akan dilakukan jurnal penghapusan piutang tak tertagih apabila pelanggan tertentu benar – benar menyatakan tidak dapat membayar (actual loss). Jadi bukan karena estimasi atas piutang tak tertagih.

Metode penghapusan piutang tak tertagih ini sangat sederhana namun tidak sesuai dengan konsep penandingan (matching concept). Dikarenakan bukan sebuah estimasi yang dilakukan pada saat akhir periode akuntansi, perusahaan bisa jadi baru mengetahui piutang tak tertagih pada periode berikutnya. Sehingga perusahaan tidak dapat menandingkan beban kredit macet dengan periode pendapatan yang diakui (tercatat). Sehingga periode akuntansi beban piutang tak tertagih berbeda dengan periode pendapatan.

Dan berdasar prinsip – prinsip akuntansi yang berlaku umum, metode penghapusan piutang tak tertagih cara hapus langsung ini tidak diperkenankan untuk tujuan pembukuan (book purpose).


2. Metode penghapusan piutang tak tertagih dengan cara penyisihan / pencadangan (allowance method)

Apabila terdapat penurunan nilai piutang yang disebabkan oleh piutang yang tertagih pada periode berjalan, maka manajemen akan mencadangkan piutang tak tertagih atau penghapusan piutang tak tertagih. Pengakuan penghapusan piutang usaha tak tertagih ini dilakukan melalui jurnal penghapusan piutang tak tertagih.

Piutang usaha merupakan bagian aset lancar yang dilaporkan pada laporan posisi keuangan atau neraca. Dimana pada pelaporan atas piutang usaha haruslah benar – benar menunjukkan jumlah yang kemungkinan besar dapat ditagihkan atau dibayarkan. Namun apabila terdapat data dan observasi yang mengindikasikan piutang tak tertagih, maka perusahaan harus mencatat sebagai beban operasional atas rugi piutang tak tertagih.

CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai) istilah yang sering banyak digunakan oleh pihak perbankan. Namun umumnya perusahaan menggunakan istilah penyisihan atau pencadangan kredit macet (Allowance for Bad Debts) atau penyisihan atau pencadangan piutang ragu – ragu (Allowance for doubtfull accounts) atau penyisihan atau pencadangan  cadangan piutang yang tidak tertagih (Allowance for Uncollectible Accounts).

Metode dan jurnal penghapusan piutang tak tertagih dengan cara penyisihan (allowance method) dilakukan secara individual dan kolektif.


2a. Metode penghapusan piutang tak tertagih dengan cara penyisihan (allowance method) secara individual

Bukti obyektif yang dapat digunakan sebagai dasar pengakuan piutang tak tertagih berdasarkan dari peristiwa – peristiwa yang merugikan berikut ini (PSAK 55;59):

  1. Kesulitan keuangan yang signifikan yang dialami oleh penerbit surat berharga atau pihak peminjam.
  2. Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya gagal bayar atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga.
  3. Pihak pemberi pinjaman, dengan alasan ekonomi atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan (konsesi) pada pihak peminjam. Yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut.
  4. Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya.
  5. Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan.
  6. Data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset tersebut. Meskipun penurunannya belum dapat diidentifikasi terhadap aset keuangan secara individual dalam kelompok aset tersebut.
Perusahaan terkadang tidak melakukan penghapusan piutang tak tertagih, tapi memindahkan resiko atas kemungkinan tidak tertagihnya piutang ke perusahaan lain. Dimana salah satu caranya adalah dengan menjual piutang tak tertagih ke bank atau lembaga keuangan lain.

Dalam akuntansi, penjualan piutang tanpa tanggung renteng ini ke factor dinamakan factoring.  Dimana dalam kasus factoring ini pelanggan atau peminjam akan diberi tahu oleh perusahaan untuk membayar langsung ke factor.

Maksud dari tanpa tanggung renteng ini adalah perusahaan yang menjual piutang tidak bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan akibat piutang yang dijual benar - benar tidak tertagih.

Jurnal penghapusan piutang tak tertagih cara penyisihan ini dilakukan sesuai dengan kejadian – kejadian yang merugikan yang terjadi.


2b. Metode penghapusan piutang tak tertagih dengan cara penyisihan (allowance method) secara kolektif

Karena begitu banyaknya pelanggan, Perusahaan dapat melakukan evaluasi dan estimasi secara kolektif atas piutang tak tertagih ke dalam akun khusus.

Karena ketertagihan piutang dipandang sebagai kontijensi kerugian, maka metode pencadangan hanya tepat dalam situasi dimana terdapat kemungkinan nilai aset menurun. Dan jumlah penurunan (kerugian) tersebut dapat diestimasi secara layak. Bagaimanapun piutang adalah arus kas prospektif dan probabilitas penagihannya harus dipertimbangkan dalam menilai arus kas masuk.

Terdapat 2 pendekatan untuk membuat estimasi atas jumlah piutang tak tertagih secara kolektif (bukan individu per pelanggan) yaitu:

  1. Pendekatan presentase penjualan (Percentage of sales approach)/ pendekatan laporan laba rugi (Income statement approach). Dengan cara menentukan besarnya persentase tertentu dari penjualan kredit akhir periode akuntansi, yang digunakan untuk menghitung besarnya estimasi piutang tak tertagih. Pendekatan ini terfokus pada penandingan biaya dengan pendapatan pada periode penjualan tercatat. Cadangan piutang tak tertagih adalah akun penilaian (kontra aktiva), dan dikurangkan dari akun piutang usaha pada neraca. Karena estimasi beban piutang tak tertagih berhubungan dengan akun nominal (penjualan) dan setiap saldo dalam akun pencadangan diabaikan.
  2. Pendekatan persentase piutang (Percentage of receivable approach) atau Neraca (Balance sheet approach). Cara ini menyediakan estimasi yang cukup akurat menyangkut nilai piutang yang dapat direalisasikan, tapi tidak sesuai dengan prinsip penandingan biaya dan pendapatan. Berdasarkan data historis periode lalu, perusahaan dapat mengestimasikan persentase piutang yang tidak tertagih, tanpa mengidentifikasi piutang tertentu (secara kolektif). Tujuan dari metode ini adalah melaporkan nilai realisasi bersih piutang dalam neraca. Terdapat 2 cara yaitu Berdasarkan persentase dari jumlah saldo piutang atau persentase klasifikasi atau pengelompokan umur piutang.


Jurnal penghapusan piutang tak tertagih

Pada saat penerapan dari metode yang  diulas diatas, maka jurnal penghapusan piutang tak tertagih sesuai dengan metode yang diterapkan. Pada jurnal penghapusan piutang tak tertagih dengan cara penyisihan mempunyai akun khusus. Dimana akun khusus ini dianggap sebagai akun pengurang (Contra account) dari akun piutang usaha. Akun penyisihan atau cadangan ini akan mengurangi jumlah bruto piutang ke nilai bersihnya yang dapat direalisasi.

Untuk tujuan pembukuan (book purpose), jurnal penghapusan piutang tak tertagih metode penyisihan diharuskan mengikuti prinsip – prinsip akuntansi yang berlaku umum. Karena metode ini sesuai dengan:

  • Prinsip penandingan (The matching principle). Yaitu besarnya estimasi atas beban piutang tak tertagih dicatat dalam periode yang sama dengan pendapatan dicatat.
  • Prinsip konservatisme (The conservatism principle). Yaitu piutang usaha dilaporkan dalam nerasa sebesar jumlah yang lebih realistis dan lebih rendah. Sehingga mencerminkan dengan lebih baik atas piutang real yang dapat ditagih.
Pengakuan akun penyisihan atau cadangan piutang tak tertagih ini pada sisi kredit yang berlawanan dengan pengakuan piutang di sisi debit. Jadi akun cadangan piutang tak tertagih merupakan pengurang atas akun piutang usaha. Dengan posisi di laporan posisi keuangan (Neraca) akun cadangan piutang tak tertagih mengurangi jumlah bruto akun piutang usaha. Sehingga jumlah piutang usaha menjadi jumlah bersih yang dapat ditagihkan. Jurnal penghapusan piutang tak tertagih merupakan salah satu ayat jurnal penyesuaian yang akan dilakukan pada akhir periode.


1. Jurnal penghapusan piutang tak tertagih metode hapus langsung

Perusahaan akan melakukan jurnal penghapusan piutang tak tertagih cara hapus langsung berdasar pernyataan pelanggan tertentu yang benar – benar tidak bisa membayar. Perusahaan akan melakukan jurnal penghapusan piutang tak tertagih secara langsung pada sisi kredit dan membebankannya di sebelah debit sebagai beban piutang tak tertagih.

Berikut ayat jurnal penghapusan piutang tak tertagih hapus langsung yang digunakan perusahaan untuk mencatat besarnya actual loss.

jurnal penghapusan piutang tak tertagih
Jurnal penghapusan piutang tak tertagih metode hapus langsung


2. Jurnal penghapusan piutang tak tertagih metode penyisihan atau pencadangan nilai individual

Terdapat beberapa kondisi yang memungkinkan dan banyak terjadi atas piutang tak tertagih individual atau per pelanggan. Kondisi – kondisi ini yang membuat perusahaan harus melakukan jurnal penghapusan piutang tak tertagih berbeda – beda perlakuan. Beberapa kondisi yang terjadi seperti berikut jurnal penghapusan piutang tak tertagih dengan ilustrasi berikut ini:

Ilustrasi Perusahaan mempunyai piutang sebesar Rp.50.000.000 kepada PT. NN yang jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2021. Pada awal April perusahan belum menerima pembayaran dari PT NN, kemudian perusahan meminta konfirmasi ke PT. NN atas pembayaran piutang outstanding. Didapat informasi dari PT. NN sedang mengalami kesulitan keuangan dan ada kemungkinan perusahaan akan bangkrut dalam 12 bulan kedepan.

Beberapa skenario dapat terjadi yaitu:

  1. PT. NN dinyatakan pailit oleh pengadilan dan piutangnya menjadi tidak tertagih dan dihapus bukukan.
  2. PT. NN meminta keringanan pembayaran dengan diskon 20% dari total piutang dan akan dibayarkan 1 bulan kemudian.

2a. Jurnal penghapusan piutang tak tertagih atas kerugian customer kesulitan keuangan dan bangkrut

Perusahaan mempunyai piutang kepada customer / perusahaan lain yang sedang kesulitan keuangan dan mengalami kebangkrutan. Sehingga piutang dengan kemungkinan terbesar tidak dapat ditagihkan.

jurnal penghapusan piutang tak tertagih
Jurnal penghapusan piutang tak tertagih pelanggan pailit


2b. Jurnal penghapusan piutang tak tertagih atas kerugian customer meminta pemotongan piutang

Perusahaan mempunyai piutang kepada customer / perusahaan lain yang sedang kesulitan keuangan dan customer meminta keringanan pembayaran berupa potongan. Dengan pertimbangan lamanya piutang tidak dibayarkan dan kemungkinan tidak dapat ditagihkan kedepannya, perusahaan memberikan potongan piutang kepada customer.

jurnal penghapusan piutang tak tertagih
jurnal penghapusan piutang tak tertagih dengan potongan



3. Jurnal penghapusan piutang tak tertagih metode penyisihan atau pencadangan nilai kolektif

Karena jumlah pelanggan yang sangat banyak maka cukup sulit bagi perusahaan untuk mendapatkan bukti obyektif penurunan nilai atau tidak tertagih setiap piutang individu. Untuk itulah jurnal penghapusan piutang tak tertagih metode penyisihan secara kolektif dilakukan sesuai dengan kelompok resikonya.

Seperti yang sudah diulas diatas, nilai kolektif ini mempunyai pendekatan estimasi untuk. jurnal penghapusan piutang tak tertagih yang berbeda.


3a. Jurnal penghapusan piutang tak tertagih penyisihan nilai kolektif pendekatan persentase pendapatan

Jurnal penghapusan piutang tak tertagih pendekatan persentase pendapatan ini menandingkan biaya dengan pendapatan. Hal itu untuk mengaitkan beban pada periode dimana pendapatan dicatat. Dalam hal ini adalah pendapatan atau penjualan kredit.

Ilustrasi: Perusahaan mempunyai penjualan atau pendapatan kredit sebesar Rp.800.000.000 pada tahun 2020. Berdasarkan pengamalan masa lalu atau data historis periode lalu tahun 2019, sekitar 2% dari total penjualan kredit tidak tertagih. Perusahaan melakukan estimasi penyisihan piutang tak tertagih pada akhir periode 2021 sebesar 2% x Rp.800.000.000 = Rp.16.000.000.

jurnal penghapusan piutang tak tertagih
Jurnal penghapusan piutang tak tertagih persentase penjualan kredit


3b. Jurnal penghapusan piutang tak tertagih penyisihan nilai kolektif pendekatan persentase piutang

Pada jurnal penhapusan piutang tak tertagih cara penyisihan persentase piutang membuat penilaian piutang usaha pada nilai bersih yang dapat direalisasikan. Dimana pada jurnal ini dibuat dengan estimasi persentase piutang dengan 2 cara seperti yang dibahas sebelumnya yaitu:

  1. Persentase dari total saldo piutang
  2. Persentase dari klasifikasi atau kelompok umur piutang
Ilustrasi 1 Persentase dari total saldo piutang: Perusahaan mempunyai total saldo piutang sebesar Rp.700.000.000 pada akhir tahun 2020. Dilakukan estimasi dari total saldo piutang untuk piutang tak tertagih sebesar 5% yaitu Rp.35.000.000. Saldo awal tahun 2020 untuk penyisihan piutang tak tertagih sebesar Rp.20.000.000, untuk itu perusahaan harus melakukan ayat jurnal penyesuaian sebesar Rp.15.000.000 = (Rp.35.000.000 – Rp.20.000.000). Sehingga saldo akhir buku besar akun penyisihan piutang tak tertagih sebesar Rp.35.000.000 ( saldo awal Rp.20.000.000 ditambah jurnal penyesuaian Rp.15.000.000). Sesuai dengan estimasi 5% dari total saldo piutang.

jurnal penghapusan piutang tak tertagih
Jurnal penghapusan piutang tak tertagih persentase total saldo piutang


Ilustrasi 2 Persentase dari klasifikasi atau kelompok umur piutang: Perusahaan mempunyai total piutang sebesar Rp.700.000.000, dan saldo awal akun penyisihan piutang tak tertagih sebesar Rp.20.000.000. Estimasi kelompok atau klasifikasi umur piutang sebagai berikut:

jurnal penghapusan piutang tak tertagih
Estimasi kelompok umur piutang

Estimasi sebesar Rp.33.250.0000 akan dilakukan ayat jurnal penyesuaian sebesar Rp.13.250.000 didapat dari (Nilai estimasi Rp.33.250.000 dikurangi saldo awal Rp.20.000.000).

jurnal penghapusan piutang tak tertagih
Jurnal penghapusan piutang tak tertagih persentase umur piutang


Penagihan piutang tak tertagih yang telah dihapus

Apabila piutang usaha dipastikan tidak tertagih, maka saldonya akan di debit dari akun penyisihan piutang tak tertagih dan di kredit ke akun piutang usaha. Tentunya penghapusan piutang ini sesuai dengan nama pelanggan yang tidak dapat membayar, bukan dari total piutang.

Pada periode berikutnya ternyata piutang yang telah dihapus dengan jurnal penghapusan piutang tak tertagih, berhasil ditagihkan atau dibayar oleh pelanggan, maka perusahaan harus memunculkan piutang atas nama pelanggan tersebut. Dengan mendebit piutang usaha dan menkredit kembali penyisihan piutang tak tertagih. Kemudian baru perusahan membuat jurnal pembayaran piutang tersebut.

Jika digunakan penghapusan langsung, maka jumlah yang ditagih atau dibayarkan akan didebet ke kas / bank dan dikredit akun pendapatan bernama jumlah tak ditagih yang dipulihkan. Hal ini dilakukan disertai penjelasan atau catatan yang sesuai dengan akun pelanggan bersangkutan.

Untuk menekan atau meminimalkan piutang yang tidak tertagih, maka perlu dilakukan pencatatan piutang usaha dan pengelolaan piutang usaha dengan baik. Selain juga menghindari kemungkinan kecurangan - kecurangan yang terjadi dengan pengendalian internal piutang usaha. Semua hal yersebut dapat dijembatani dengan penerapan SOP penagihan piutang dan SOP pelunasan piutang