Thursday, August 13, 2020

Siklus Akuntansi, Pengertian dan tahapan proses siklus akuntansi

Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi apabila dibayangkan dalam sebuah sistem yang sederhana, merupakan rangkaian dari mulai Pencatatan hingga pelaporan. Namun siklus akuntansi jauh lebih kompleks dari sekedar sistem yang dibayangkan sederhana. Proses yang harus dijalani dengan sesuai tahapannya dalam menghasilkan laporan keuangan yang handal. Siklus Akuntansi juga merupakan dasar dalam sistem informasi akuntansi, terutama dalam membuat rancang bangun sistem akuntansi. Perlunya dipahami setiap tahapan dan proses siklus akuntansi ini dalam periode tertentu dan kelanjutannya.


Pengertian Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi merupakan suatu lingkaran proses akuntansi untuk membukukan transaksi dan kejadian, selama suatu periode tertentu sampai tersusun laporan keuangan. Siklus Akuntansi diawali dari identifikasi transaksi dan kejadian yang harus dibukukan dan atau diperhitungkan dalam berbagai media akuntansi sampai akhirnya tersusun laporan keuangan untuk periode tertentu dan kemudian dilanjutkan siklus akuntansi pada periode berikutnya.

Meskipun siklus akuntansi dijalankan untuk periode tertentu namun tetap berkesinambungan dengan periode berikutnya. Siklus ini dimulai pada saat perusahaan berdiri dan baru akan berhenti apabila sebuah perusahaan itu benar-benar sudah tidak beroperasi sama sekali.


Tahapan – Tahapan Proses Siklus Akuntansi

Sebagai sebuah lingkaran proses akuntansi, siklus akuntansi terdiri dari berbagai tahapan yang wajib dijalankan dan saling terkait. Dimana seluruh transaksi bisnis dan bukti pendukungnya pada awalnya harus di analisa dan diverifikasi sebelum dicatatkan kedalam jurnal. Setelah semua transaksi dicatatkan dalam jurnal, kemudian akan dipindahbukukan atau posting ke buku besar sesuai klasifikasi akun. Kemudian tahapan siklus akuntansi berikutnya membuat neraca saldo dilanjutkan dengan menganalisa data dan menyiapkan ayat jurnal penyesuaian. Berdasar ayat jurnal penyesuaian dilanjutkan membuat neraca saldo penyesuaian. Hingga akhirnya terbit Laporan keuangan, ayat jurnal penutup, neraca saldo setelah ayat jurnal penutup dan ayat jurnal pembalik untuk periode berikutnya.


Siklus akuntansi
Tahapan Siklus Akuntansi


Apabila membuat rancang bangun sebuah sistem akuntansi dalam perangkat lunak, maka tahapan – tahapan atau proses siklus akuntansi tersebut yang berjalan dalam rangkaian sistem. Berikut proses siklus akuntansi seperti dibawa ini:

  1. Pengidentifikasian dan pengukuran transaksi serta kejadian lainnya
  2. Ayat Jurnal (Journal Entries)
  3. Posting ke buku besar (General Ledger)
  4. Penyusunan Neraca Saldo (Trial Balance)
  5. Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries)
  6. Neraca Saldo setelah penyesuaian (Adjusted Trial Balance)
  7. Ayat Jurnal Penutup (Closing Entries)
  8. Ayat Jurnal Balik (Reversing Entries)

Dengan detail penjelasan sebagai berikut:


1. Siklus Akuntansi Tahapan Pengidentifikasian dan pengukuran transaksi serta kejadian lainnya

Setiap laporan keuangan harus memenuhi syarat accountable dan auditable, atau bisa memenuhi persyaratan keandalan. Sehingga setiap transaksi dan kejadian yang dibukukan dalam proses akuntansi haruslah didukung dengan bukti – bukti. Bukti – bukti ini harus memenuhi persyaratan keabsahan sesuai peraturan internal maupun peraturan perundangan yang berlaku.


Pada tahap siklus akuntansi ini, semua transaksi yang terjadi dilakukan analisa untuk identifikasi akun yang nantinya akan dilanjutkan pada tahap berikutnya. Dimana hampir semua kejadian yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan yang akan dicatat. Hal ini didasarkan dari bukti pendukung transaksi yang menjadi bukti dasar pembukuan. Dimana bukti – bukti pendukung transaksi tersebut bisa berasal dari internal maupun eksternal perusahaan, atau kombinasi keduanya.  Singkat kata hampir semua transaksi dan kejadian yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan haruslah dicatat.


Siklus akuntansi
Contoh Bukti Pendukung Transaksi


2. Siklus Akuntansi Tahapan Ayat Journal (Journal Entries)

Tahap siklus akuntansi berikutnya adalah melakukan penjurnalan (journalizing). Dalam prakteknya transaksi atau kejadian tertentu awalnya tidak dicatat dalam buku besar karena satu transaksi akan mempengaruhi dua akun atau lebih. Dimana masing – masing akun ini terdapat pada halaman yang berbeda dalam buku besar. Untuk itulah digunakan penjurnalan transaksi sebelum dicatat dalam buku besar.

Proses untuk membukukan ayat jurnal umum atas suatu transaksi atau kejadian dalam pembukuan paling dasar berupa jurnal atau buku harian. Kita mengenal sistem tata buku berpasangan (Double entry bookkeeping). Dimana transaksi dibukukan dengan mendebit dan mengkredit akun yang sesuai dalam jumlah yang sama atau seimbang. Apabila jumlah debit dan kredit tidak sama, dipastikan terjadi kesalahan pencatatan. Kalaupun jumlah debit dan kreditnya sama, belum tentu tidak ada kesalahan, mesti harus dipastikan kesesuaian akun debit dan kredit.

Setiap jurnal mempunyai beberapa bagian yang terdiri dari: Tanggal, Nama akun, Referensi, Keterangan, Jumlah debit dan jumlah kredit. Referensi ini berisikan nomer akun yang sesuai dengan transaksi. Seperti contohnya jurnal kas besar, Jurnal penerimaan bank dan pencatatan piutang usaha.


3. Siklus Akuntansi Tahapan Pemindahbukuan (Posting) ke buku besar

Pemindahbukuan (posting) merupakan tahapan siklus akuntansi berupa pemindahan data pembukuan dari jurnal, ke masing-masing akun buku besar. Hal ini juga dilakukan untuk akun tambahan dalam buku besar pembantu (Subsidiary Ledger). Contoh Piutang Usaha dirinci dalam Buku Besar Pembantu (subsidiary ledger) piutang usaha yang merupakan kumpulan akun tambahan dari masing-masing debitur.

Dimana pada proses posting jumlah debit di jurnal dipindahkan ke sisi debit akun buku besar. Sedangkan referensi pada jurnal untuk acuan posting pada nomer akun dalam buku besar. Umumnya referensi pada ayat jurnal terisi apabila sudah dilakukan posting ke buku besar. Jadi angka referensi ini memiliki dua fungsi yaitu:

  • Untuk mengindikasikan nomer akun buku besar dari akun jurnal terkait.
  • Untuk mengindikasikan kalau posting sudah dilakukan.


4. Siklus Akuntansi Tahapan Penyusunan Neraca Saldo (Trial Balance)

Kata Neraca disini bermakna keseimbangan, bukan merupakan daftar yang menunjukan posisi keuangan. Pada siklus akuntansi berikut ini, Neraca Percobaan adalah suatu daftar untuk menguji keseimbangan debit kredit dari semua pencatatan transaksi sampai terhitung saldo akun buku besar. Jadi tujuan utama dari neraca percobaan ini adalah untuk membuktikan kesamaan matematis dari debit dan kredit setelah posting dilakukan. Neraca percobaan ini juga berguna untuk mendeteksi kesalahan – kesalahan dalam pembuatan ayat jurnal dan posting. Selain bermanfaat untuk menyusun laporan keuangan.

Neraca percobaan tidak membuktikan bahwa semua transaksi yang dicatat atau buku besar telah benar. Berbagai kesalahan mungkin ada, meskipun kedua kolom debit kredit neraca percobaan sudah sesuai. Sebagai contoh, neraca saldo terlihat seimbang atau sama meskipun:

  • Sebuah transaksi tidak dicatat.
  • Ayat jurnal yang tepat belum dipindahkan.
  • Ayat jurnal diposting dua kali.
  • Kesalahan jurnal yang saling menghilangkan telah dibuat dalam mencatat jumlah transaksi.

Dengan kata lain, sepanjang saldo debit kredit yang dipindahkan sama, meski salah akun atau salah nominal, namun total debit tetap sama dengan total kredit. Jadi kita mesti harus benar – benar menguji dan memeriksa dengan teliti.


5. Siklus Akuntansi Tahapan Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries)

Laporan keuangan yang disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan, harus berlandaskan asumsi dasar kelangsungan usaha dan dasar akrual. Dimana laporan keuangan disusun lazimnya paling lama setahun sekali dan seringkali disusun laporan keuangan intern bulanan, kuartalan dan semesteran.

Pada saat penutupan buku dan penyusunan laporan keuangan, lazimnya data pembukuan masih belum lengkap mencerminkan transaksi periode bersangkutan. Asumsi dasar akrual menuntut adanya penyesuaian atas catatan akuntansi yang ada, agar pendapatan dan beban dapat dibukukan, diperhitungkan dan dilaporkan secara handal. Penyesuaian diperlukan untuk memastikan bahwa prinsip dasar “memperhitungkan beban sepadan dengan pendapatan” (macthing cost against revenue) dijalankan. Penyesuaian data tersebut dalam proses akuntansi dikenal sebagai ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries).

Saat Neraca percobaan dibuat, mungkin tidak lengkap atau tidak up to date karena beberapa alasan berikut:

  • Beberapa kejadian tidak dijurnal harian karena tidak efektif. contohnya pemakaian perlengkapan dan upah & gaji karyawan.
  • Beberapa biaya tidak dijurnal selama periode akuntansi karena biaya akan jatuh tempo, bukan hasil transaksi harian. Contohnya biaya asuransi dan sewa.
  • Beberapa kejadian yang belum tercatat. Contohnya tagihan listrik yang belum diterima sampai periode akuntansi berikutnya.

Pada tahap siklus akuntansi ini, Ayat jurnal penyesuaian dapat diklasifikasi sebagai berikut:

Pembayaran dibayar dimuka (Prepayment)

Akrual / yang masih harus dibayarkan (Accrued)


6. Siklus Akuntansi Tahapan Neraca Saldo setelah penyesuaian (Adjusted Trial Balance)

Tahapan siklus akuntansi berikutnya adalah penyusunan Neraca Saldo setelah Penyesuaian. Setelah jurnal penyesuaian maka saldo masing – masing akun menjadi lebih akurat dan siap digunakan untuk membuat laporan keuangan. Dalam penyusunan laporan keuangan digunakan media kertas kerja (worksheet) yang dikenal sebagai Neraca Lajur. Neraca lajur ini digunakan sebagai media mempermudah penyusunan laporan keuangan.

Lembar keja Neraca Lajur lazimnya terdiri atas 5 pasang jalur dengan judul sebagai berikut:

  • Neraca Saldo (Trial Balance)
  • Penyesuaian (Adjustment)
  • Neraca Saldo Setelah penyesuaian (Adjusted Trial Balance)
  • Rugi Laba (Income Statement)
  • Neraca (Balance Sheet)

Pada tahap ini sudah dimulai melakukan penyusunan laporan keuangan. Berdasarkan neraca saldo setelah penyesuaian dilakukan penyusunan Laporan Laba Rugi, Laporan Posisi Keuangan / Neraca, Laporan arus kas dan laporan catatan akuntansi.

Kembali membahas neraca lajur, Neraca lajur ini memang opsional, namun berdasarkan pengalaman saya bekerja, saya sangat terbantu dengan neraca lajur yang saya buat. Terutama terhadap sistem yang mempunyai Bug sehingga berpengaruh di neraca saldo. Dan ada sistem yang sangat kompleks seperti Microsoft Axapta dynamics. Yang membuat saya harus menerapakan neraca lajur manual untuk melakukan pengecekan.


7. Siklus Akuntansi Tahapan Ayat Jurnal Penutup (Closing Entries)

Tahap yang terakhir pada siklus akuntansi adalah menutup semua akun Laba Rugi atau akun nominal ke ikhtisar laba rugi. Maka semua akun laba rugi sudah kosong dari pembukuan transaksi periode tutup buku. Kemudian dilanjutkan dengan lembar baru pembukuan periode berikutnya. Dimana Saldo Laba Rugi periode baru dimulai dengan saldo awal nihil atau kosong. Saldo akun ikhtisar laba rugi menunjukkan laba atau rugi usaha periode bersangkutan. Saldo laba atau rugi itulah yang akhirnya ditutup dengan memindahkan ke akun Ekuitas atau modal.


8. Siklus Akuntansi Tahapan Ayat Jurnal Balik (Reversing Entries)

Ayat jurnal balik dibuat pada awal periode akuntansi berikutnya, yang merupakan kebalikan dari ayat jurnal penyesuaian. Dimana pada tahapan siklus akutansi ini, ayat jurnal balik adalah mengembalikan atau menghapus ayat jurnal penyesuaian setalah penutupan buku. Ayat jurnal balik hanya dilakukan dalam hal:

  • Ketika pembayaran beban dimuka atau pendapatan diterima dimuka dibukukan di akun laba rugi atau akun nominal yaitu akun beban atau pendapatan. Metode ini dapat dilakukan secara konsisten maka perlunya ayat jurnal balik.
  • Ayat jurnal penyesuaian untuk beban yang diakrual (Accrued Expenses) atau pendapatan yang diakrual (Accrued Income) setelah tutup buku perlu dilakukan ayat jurnal balik. Hal ini dilakukan agar kemudian hari beban dibayar atau pendapatan diterima tidak perlu melakukan melakukan analisa untuk memisahkan bagian yang diperhitungkan periode lalu dan periode berjalan. Proses akuntansi menjadi lebih mudah dan efisien.


Penyusunan laporan keuangan Sebagai bagian dari Siklus Akuntansi

Sebagai bagian akhir dari siklus akuntansi, penyusunan Laporan laba rugi dan neraca akan lebih mudah dengan bantuan lembar kerja berupa neraca Lajur. Dalam sebuah program akuntansi maka polanya menyerupai neraca lajur dalam proses pembuatan laporan keuangan. Dengan cara memindahkan angka atau saldo akun laporan laba rugi dan neraca sesuai tata cara penyusunan laporan keuangan dalam PSAK 1. Dari laporan posisi keuangan (neraca) dan laporan Laba rugi komprehensif serta data infomasi akuntansi lain dapat disusun Laporan Perubahan Modal, Laporan Arus Kas dan Catatan laporan keuangan berdasar PSAK 1.