Monday, March 22, 2021

Jurnal biaya yang masih harus dibayar (Accrued Expenses)

jurnal biaya yang masih harus dibayar

Jurnal biaya yang masih harus dibayar (accrued expenses) merupakan pencatatan atas pengakuan biaya yang sudah terjadi pada periode akuntansi yang berjalan. Namun biaya yang telah terjadi belum dilakukan pembayaran hingga periode akuntansi berikutnya. Pengakuan biaya yang masih harus dibayar ini umumnya juga berlaku pada penyusunan laporan keuangan interim bulanan, triwulan, kwartal atau semester.


Perlakuan jurnal biaya yang masih harus dibayar pada akhir periode

Sebelum kita melakukan jurnal biaya yang masih harus dibayar sebagai pengakuan biaya yang terjadi tapi belum dibayar, maka kita pahami terlebih dahulu biaya yang masih harus dibayar / accrued expenses.

Biaya yang masih harus dibayar atau accrued expenses adalah salah satu klasifikasi dari kewajiban lancar. Dimana sebagai kewajiban lancar maka biaya yang masih harus dibayar yang timbul, harus diselesaikan dalam waktu 12 bulan atau siklus operasi normal perusahaan.

Sehingga pada akhir periode dilakukan ayat jurnal penyesuaian untuk mengakui biaya yang terjadi pada periode tersebut. Meskipun belum diterima pembayarannya atau pembayaran pada periode akuntansi berikutnya. Jurnal biaya yang masih harus dibayar merupakan ayat jurnal penyesuaian yang digunakan untuk memastikan berjalannya prinsip Matching cost against revenue.

Nantinya pada penyusunan laporan keuangan interim, jurnal biaya yang masih harus dibayar ini diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi dan diakui sebagai kewajiban lancar biaya yang masih harus dibayar di laporan posisi keuangan atau neraca.

Pada umumnya biaya yang timbul ini merupakan biaya rutin yang pasti menjadi biaya dalam laporan keuangan periode tersebut. Dan pembayaran baru akan dilakukan pada periode berikutnya.


Identifikasi jurnal biaya yang masih harus dibayar

Perlunya kita menganalisa dengan baik atas akun – akun yang ada di dalam neraca saldo. Dan terutama menganalisa biaya yang timbul pada periode tersebut namun bukan merupakan pencatatan transaksi harian. Disini kemampuan kita untuk menentukan dan memastikan pengakuan biaya pada periode tersebut (sesuai dengan periode timbulnya biaya meski belum dibayar).

Kejadian paling terlihat dalam aktivitas operasional perusahaan terkait biaya yang masih harus dibayar dan menjadi biaya rutin adalah biaya tenaga kerja atau karyawan, biaya listrik dan air, perlengkapan kantor dan ATK.

Berikut saya berikan 2 ilustrasi jurnal biaya yang masih harus dibayar sebagai ayat jurnal penyesuaian. 1 ilustrasi contoh jurnal yang mudah dan 1 lagi sedikit kompleks  seperti berikut ini:


Contoh jurnal biaya yang masih harus dibayar atas listrik dan air

Contoh jurnal biaya yang masih harus dibayar atas pemakaian utilitas listrik dan air. Umumnya tagihan listrik dan air ditagihkan setelah pemakaian. Namun apabila penggunaan listrik merupakan prabayar atau token, bisa langsung dibebankan pada saat periode berjalan.

Ilustrasi: perusahaan menerima tagihan listrik Rp. 32.000.000 dan air Rp.2.700.000 untuk pemakaian bulan Februari pada tanggal 1 Maret 2021. Dan baru akan dibayarkan pada tanggal 5 Maret 2021. Pada akhir periode bulan Februari perusahaan mencatatkan pengakuan biaya listrik dan air, meskipun dilakukan pembayaran.

Jurnal biaya yang masih harus dibayar atas pemakaian utilitas listrik dan air

jurnal biaya yang masih harus dibayar
Jurnal biaya yang masih harus dibayar atas pemakaian listrik dan air


Contoh jurnal biaya yang masih harus dibayarkan untuk Tunjangan Hari Raya (THR)

Dalam aktivitas perusahaan salah satu kewajiban perusahaan dan menjadi hak karyawan tiap tahun adalah Tunjangan Hari Raya (THR). Kebanyakan perusahaan membayarkan THR pada saat hari raya lebaran,  namun ada juga perusahaan yang membayarkan hari raya sesuai dengan agama karyawan.

Pada awal periode akuntansi perlu kita estimasi biaya THR. Total estimasi THR ini akan dilakukan pembebanan setiap bulan untuk kepentingan laporan keuangan interim bulananan.

Namun berjalannya periode, bisa terjadi kelebihan atau kurang pembebanan dari THR yang telah dibayar. Hal ini bisa terjadi ditengah periode, terdapat karyawan yang mengundurkan diri. Atau penambahan karyawan.

Namun apabila terjadi kelebihan atas estimasi dibandingkan yang dibayarkan, maka biaya yang masih harus dibayar harus sudah nol, sebelum dilakukan pembebanan pada periode akuntansi tahunan berikutnya. Jadi Biaya akrual memang tidak tepat kalau masih ada yang menggantung, sedangkan kewajiban lancar sudah diselesaikan. Karena apabila masih ada yang menggantung di Neraca, diasumsikan masih ada kewajiban lancar yang belum diselesaikan pada periode tersebut.

Ilustrasi: Perusahaan mempunyai rincian gaji pokok: 15 karyawan @Rp.3.000.000, 3 karyawan @Rp.4.000.000 dan 2 karyawan @Rp.7.500.000. Perusahaan membayarkan THR secara bersamaan pada Hari Raya Idul Fitri. Pembebanan akan dilakukan tiap laporan interim bulanan tanpa melihat kapan akan dibayarkan.

jurnal biaya yang masih harus dibayar
Estimasi THR 2021 perhitungan awal Januari 21

Bulan April 21 seorang karyawan mengundurkan diri bergaji Rp.3.000.000 perusahaan memberikan kebijakan THR proporsional 4/12 x 3.000.000 = Rp.1.000.000.

jurnal biaya yang masih harus dibayar
Estimasi ulang THR perhitungan April 21


jurnal biaya yang masih harus dibayar
Jurnal biaya yang masih harus dibayar atas THR


jurnal biaya yang masih harus dibayar
Jurnal pembayaran THR


jurnal biaya yang masih harus dibayar
Buku besar akun biaya yang masih harus dibayar

Dari ilustrasi tersebut terlihat dilakukan estimasi ulang untuk menghindari pembebanan THR yang terlalu tinggi di laporan laba rugi. Dan kewajiban lancar terlalu tinggi di neraca.