Jurnal uang muka penjualan merupakan pencatatan atas penerimaan uang muka penjualan barang atau jasa yang dipesan oleh pembeli atau pengguna jasa. Penjualan secara pesanan ini membutuhkan uang muka sebagai tanda jadi atas kesepakatan jual beli, yang sering disebut sebagai deposit penjualan. Dimana uang muka ini adalah sebagian dari nilai atau jumlah nominal yang harus dibayarkan oleh pembeli atau pelanggan. Pelunasan atau sisa pembayaran yang harus dibayarkan, dilakukan setelah barang diterima atau jasa diselesaikan atau sebelum barang diterima atau jasa diselesaikan tergantung kesepakatan awal.
Daftar isi
- 1 Memahami uang muka penjualan sebagai awal jurnal uang muka penjualan
- 2 Jurnal uang muka penjualan
- 2.1 1. Jurnal uang muka penjualan aset tetap dan pelunasan tunai diselesaikan sebelum barang dikirim dan diterima
- 2.2 2. Jurnal uang muka penjualan, pelunasan kredit setelah barang dikirim dan diterima
- 2.3 3. Jurnal uang muka penjualan dan pelunasan dicicil atau termin sebelum barang atau jasa dikirim dan diterima
- 3 Hubungan Jurnal uang muka penjualan dan akrual pendapatan
Memahami uang muka penjualan sebagai awal jurnal uang muka penjualan
Tidak berbeda jauh dengan pemahaman uang muka pembelian seperti yang sudah diulas pada tulisan jurnal uang muka pembelian. Uang muka penjualan pemahamannya berupakan kebalikannya.
Uang muka penjualan adalah penerimaan atau pembayaran didepan atas sejumlah uang dari sebagian jumlah nilai penjualan atas barang atau jasa yang sudah dipesan oleh pembeli.
Uang muka penjualan merupakan penerimaan uang muka yang menjadi bagian dari kewajiban lancar. Seperti halnya pendapatan diterima dimuka yang diulas dalam tulisan jurnal pendapatan diterima dimuka. Dikarenakan sudah menerima pembayaran atas penjualan, sedangkan barang atau jasa belum diserahterimakan, maka masih menjadi kewajiban perusahaan yang harus dipenuhi.
Untuk itulah jurnal uang muka penjualan mencatatnya sebagai kewajiban lancar perusahaan. Selain itu karena rentang waktu antara serah terima barang atau jasa dengan pelunasan tidak lebih dari satu periode akuntansi atau 12 bulan. Selama barang atau jasa belum diserahterimakan maka masih diakui sebagai kewajiban, setelah serah terima barang atau jasa akan dicatat sebagai penjualan atau pendapatan.
Masih dianggap kewajiban atau utang, karena bisa terdapat kondisi apabila pesanan penjualan dibatalkan dan uang muka diminta untuk dikembalikan. Namun hal ini haruslah sesuai kesepakatan pada saat penjualan.
Dari pemahaman ini terdapat beberapa jurnal uang muka penjualan dengan berbagai kondisi yang mengikuti.
Jurnal uang muka penjualan
Jurnal uang muka penjualan atau deposit penjualan dicatat sesuai kondisi atau transaksi yang terjadi. Dibalik transaksi yang terjadi, terdapat kesepakatan kedua belah pihak antara perusahaan sebagai penjual dan pembeli atau pelanggan. Kesepakatan penjualan yang dibuat disepakati dengan kondisi saling menguntungkan terutama terkait cara pembayaran dan jangka waktu pembayaran. Dan pastinya ada uang muka penjualan sebagai tanda jadi atas transaksi dan niat baik untuk menyelesaikan pelunasan atas pesanan.
Beberapa kesepakatan cara pembayaran yang umumnya banyak terjadi diantara kedua belah pihak yaitu:
- Uang muka penjualan dan pelunasan tunai, akan diselesaikan sebelum barang dikirim dan diterima.
- Uang muka penjualan dan pelunasan kredit, akan jatuh tempo setelah barang dikirim dan diterima.
- Uang muka penjualan dan pelunasan dengan cara dicicil atau termin sebelum barang atau jasa dikirim dan diterima.
Jurnal uang muka penjualan digunakan sebagai metode pencatatan atas pesanan barang atau jasa yang dipesan oleh pembeli atau pelanggan.
Berikut ini beberapa ilustrasi atas jurnal uang muka penjualan. Pada ilustrasi ini saya menggunakan contoh transaksi penjualan aset tetap & jasa konstruksi.
1. Jurnal uang muka penjualan aset tetap dan pelunasan tunai diselesaikan sebelum barang dikirim dan diterima
Perusahaan alat berat menjual forklift kepada pelanggan. Terjadi kesepakatan pembelian forklift kapasitas 2.000 Kg senilai Rp.450.000.000 (belum termasuk PPN) dan membutuhkan waktu bagi penyedia barang untuk memenuhi pesanan. Setelah terjadi kesepakatan jual beli maka ditentukan cara pembayaran uang muka penjualan sebesar 50 % pada saat pemesanan dilakukan. Sisanya akan dilunasi sebelum barang dikirim dan diterima oleh pembeli.
Pada tanggal 12 Oktober 2021 pada saat kesepakatan sudah terjadi, kemudian dilakukan pembayaran uang muka penjualan forklift dari Rp.450.000.000 sebesar Rp.225.000.000 dan PPN sebesar Rp.22.500.000 dengan total uang muka penjualan Rp.247.500.000.
Pada tanggal 24 Oktober 2021 dilakukan pelunasan penjualan forklift 50% oleh pembeli dari Rp.450.000.000 sebesar Rp.225.000.000 dan PPN. Dan forklift dikirim pada tanggal 30 Oktober 2021.
| Jurnal uang muka penjualan tunai dengan pelunasan tunai |
2. Jurnal uang muka penjualan, pelunasan kredit setelah barang dikirim dan diterima
Perusahaan alat berat menjual forklift kepada pelanggan. Terjadi kesepakatan pembelian forklift kapasitas 2.000 Kg senilai Rp.500.000.000 (belum termasuk PPN dan biaya pengiriman) dan membutuhkan waktu bagi penyedia barang untuk memenuhi pesanan. Setelah terjadi kesepakatan jual beli ditentukan cara pembayaran uang muka penjualan sebesar 30 % pada saat pemesanan dilakukan. Sisanya akan dibayar 30 hari kedepan setelah barang dikirim dan diterima oleh pembeli.
Pada tanggal 12 Oktober 2021 pada saat kesepakatan sudah terjadi, kemudian dilakukan pembayaran 30% uang muka penjualan forklift dari Rp.500.000.000 sebesar Rp.150.000.000 dan PPN sebesar Rp.15.000.000 dengan total uang muka penjualan Rp.165.000.000. Pada tanggal 24 Oktober 2021 dilakukan pengiriman forklift kepada pembeli.
| Jurnal uang muka penjualan dengan pelunasan kredit |
3. Jurnal uang muka penjualan dan pelunasan dicicil atau termin sebelum barang atau jasa dikirim dan diterima
Perusahaan jasa konstruksi mendapatkan pekerjaan membangun incinerator medis untuk membakar sampah medis dengan suhu minimum 1000 derajat celcius. Nilai pekerjaan senilai Rp.500.000.000 belum dipotong PPH pasal 4 ayat 2. Disepakati cara pembayaran dimuka dan termin pembayaran berdasarkan progres pekerjaan yaitu:
- Pembayaran uang muka atau termin 1 sebesar 10% sebelum dimulainya pekerjaan.
- Pembayaran termin 2 sebesar 20% setelah pekerjaan selesai 40%.
- Pembayaran termin 3 sebesar 30% setelah pekerjaan selesai 75%.
- Pembayaran termin 4 sebesar 30% setelah pekerjaan selesai 100%.
- Provisi 10% ditahan selama 3 bulan setelah pekerjaan selesai, dilakukan inspeksi dan serah terima.
Pada tanggal 02 Oktober 2021 dibayarkan uang muka sebagai termin 1 sebesar 10% dari nilai 500.000.000 akan dilakukan pekerjaan pembangunan incinerator. Kemudian pada tanggal 08 Oktober 2021 progres pekerjaan mencapai 40% dilakukan pembayaran termin 2 sebesar 20% dari nilai pekerjaan.
| Jurnal uang muka penjualan pelunasan termin 1 & 2 |
Pada tanggal 15 Oktober 2021 pekerjaan sudah mencapai 75% dilakukan pembayaran termin ke 3 sebesar 30% dari nilai pekerjaan. Dan pada tanggal 22 Oktober 2021 Pekerjaan sudah mencapai 100% dilakukan pembayaran termin ke 4 sebesar 30% dari nilai pekerjaan dan pemotongan PPH pasal 4 ayat 2.
| Jurnal uang muka penjualan pelunasan termin 3 & 4 |
Pekerjaan yang telah selesai 100% dilakukan inspeksi dan serah terima hasil pekerjaan pada tanggal 22 Oktober 2021. Yang kemudian dilakukan pencatatan jurnal pengakuan aset tetap dan provisi 10% sebagai jaminan hasil pekerjaan tetap dalam kondisi baik selam 3 bulan sesuai kesepakatan.
| Jurnal uang muka penjualan pelunsan cicilan pengakuan provisi dan pendapatan |
Hubungan Jurnal uang muka penjualan dan akrual pendapatan
Penerimaan uang muka atau advance dari customer untuk kondisi tertentu perlu diperhatikan atas Prinsip pengakuan pendapatan dan prinsip penandingan. Dimana kedua prinsip tersebut merupakan prinsip dasar akuntansi yang menjadi salah satu pedoman pembuatan Laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan.
Apabila kita melihat ilustrasi diatas, dan kita perhatikan pada jurnal uang muka penjualan dengan pembayaran cicilan. Apabila progres pekerjaan melebihi 1 – 2 bulan maka setiap progres atas pekerjaan dapat kita lakukan pengakuan pendapatan. Hal ini dilakukan karena biaya sudah timbul dalam pekerjaan meskipun belum selesai secara keseluruhan. Sehingga perlu dilakukan jurnal akrual pendapatan untuk mengakui pendapatan karena biaya yang sudah terjadi pada periode tersebut.
Begitu juga dengan progress selanjutnya hingga pekerjaan diserahterimakan kepada pelanggan atau pemesan. Sehingga nantinya laporan keuangan yang akan disusun akan sesuai dengan prinsip – prinsip dasar akuntansi.