Jumat, 12 November 2021

Analisis Rasio Likuiditas, menilai dan mengukur kondisi dan posisi likuiditas perusahaan

Cover analisis rasio likuiditas

Analisis rasio likuiditas digunakan untuk memberikan gambaran atas kondisi dan posisi likuiditas perusahaan terutama dalam pemenuhan kewajiban jangka pendeknya. Selain itu analisis rasio likuiditas ini bermanfaat untuk membuat sebuah forecasting atas perencanaan kas dan utang jangka pendek serta menganalisa tingkat ketersediaan kas perusahaan, maupun kondisi perusahaan dari beberapa periode.


Pengertian analisis rasio likuiditas

Sebelum melakukan analisis rasio likuiditas maka perlu kita pahami apa itu rasio likuiditas, dimana rasio likuiditas juga sering dikenal sebagai rasio modal kerja (rasio aset lancar).

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Dari sini kita bisa memahami apa itu analisis rasio likuiditas yang merupakan salah satu dari sekian jenis analisis rasio keuangan dan bagian besar dari analisa laporan keuangan.

Analisis rasio likuiditas adalah analisis keuangan yang digunakan untuk menganalisa dan mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Jika sebuah perusahaan mempunyai kemampuan menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya pada saat jatuh tempo maka perusahaan tersebut dikatakan sebagai perusahaan yang likuid. Namun apabila terjadi sebaliknya maka perusahaan disebut sebagai perusahaan yang tidak likuid. Dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya maka perusahaan setidaknya memiliki ketersediaan kas atau aset lancar lainnya yang dapat segera dikonversi atau diubah menjadi kas.

Karena keterkaitannya dengan kas atau aset lancar inilah rasio likuiditas juga dikenal dengan rasio aset lancar. Dimana dalam mengukur tingkat likuid perusahaan dihitung dengan membandingkan aset lancar dengan kewajiban lancar (jangka pendek).


Manfaat analisis rasio likuiditas

Melalui analisis rasio likuiditas, pemilik atau pemegang saham perusahaan dapat menilai kemampuan manajemen dalam pengelolaan asset lancar yang dipercayakan. Termasuk kas yang digunakan untuk membayar kewajiban jangka pendek perusahaan yang sudah jatuh tempo.

Selain pihak internal perusahaan, analisis rasio likuiditas juga berguna bagi eksternal perusahaan seperti investor, kreditor dan bahkan supplier. Di pihak investor sangat berkepentingan terhadap analisis rasio likuiditas terutama dalam hal pembagian dividen tunai. Sedangkan pihak kreditor berkepentingan dalam hal pengembalian jumlah pokok pinjaman beserta bunganya. Pada umumnya kreditor maupun supplier biasanya memberikan pinjaman atau kredit pembelian kepada perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang baik.

Secara keseluruhan berikut beberapa manfaat analisis rasio likuiditas berikut ini:

  • Bermanfaat dalam mengukur dan menganalisa kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek yang akan segera jatuh tempo.
  • Bermanfaat dalam mengukur dan menganalisa kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan total aset lancarnya.
  • Bermanfaat dalam mengukur dan menganalisa tingkat ketersediaan uang kas perusahaan dalam membayar utang jangka pendek.
  • Digunakan sebagai alat perencanaan keuangan di masa mendatang terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang jangka pendek.
  • Digunakan untuk menganalisa kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari periode ke periode.


Jenis – jenis analisis rasio likuiditas dan rumus rasio likuiditas

Pada prakteknya standar likuiditas perusahaan yang dibilang baik mempunyai ukuran perbandingan antara total aset lancar dengan kewajiban lancar adalah 2:1 atau 2,0. Namun perlu di perhatikan bahwa standar likuiditas ini tidaklah mutlak karena dipengaruhi faktor – faktor yang lain seperti jenis industri, manajemen kas dan efisiensi persediaan.

Pada saat ini banyak perusahaan skala besar yang memiliki likuiditas kurang dari 1,0. Dengan adanya kemajuan teknologi dan kecepatan informasi, perusahaan mengurangi kebutuhan memegang kas dalam jumlah besar, serta tidak menumpuk persediaan. Perusahaan cenderung menggunakan kelebihan kas untuk melakukan ekspansi, memperbanyak aset yang produktif atau bahkan membuka cabang baru.

Demikian juga dalam hal efisiensi biaya, perusahaan cenderung untuk memilih membeli persediaan hanya pada saat dibutuhkan atau Just in time. Penerapatan persediaan just in time ini memperkecil jumlah aset lancar dan terdapat penghematan biaya untuk kepentingan penyimpanan barang. Namun hal ini mungkin dilakukan apabila hubungan baik serta kepastian kontrak antara perusahaan dan supplier.

Dengan kondisi – kondisi tersebut diatas perlu melakukan analisis rasio likiditas untuk tetap memantau tingkat likuiditas perusahaan, sebagai dasar dalam mengambil keputusan kedepannya.

Berikut ini jenis – jenis analisis rasio likuiditas dan rumus rasio likuiditas yang sering digunakan:

  • Rasio lancar (Current Ratio).
  • Rasio sangat lancar (Quick Ratio).
  • Rasio kas (Kas Ratio).

1. Rasio lancar (Current Ratio)

Rasio lancar merupakan salah satu analisis rasio likuiditas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo dengan menggunakan total aset lancar yang tersedia.

Jadi rasio lancar ini menggambarkan seberapa besar ketersediaan total aset lancar perusahaan yang dimiliki. Dibandingkan dengan dengan seluruh atau total kewajiban lancarnya. Apabila diformulasikan maka rumus rasio likuiditas untuk rasio lancar dihitung sebagai hasil bagi antara total aset lancar dengan total kewajiban lancar.

Kategori aset lancar ini seperti yang sudah dijelaskan dalam tulisan sebelumnya mengenai aset lancar, bagian dari aset perusahaan yang digunakan untuk periode satu tahun. Sedangkan kewajiban lancar, sebelumnya sudah dibahas dalam tulisan Kewajiban lancar, atau kewajiban jangka pendek perusahaan harus dipenuhi dalam waktu singkat.

Pada umumnya standar rasio lancar 2:1 atau 2,0, seringkali dianggap menjadi ukuran yang baik bagi likuiditas perusahaan. Jika perusahaan yang memiliki rasio lancar yang kecil, maka diindikasikan bahwa modal kerja (aset lancarnya) dimiliki sedikit untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Begitu juga sebaliknya, tetapi perusahaan yang memiliki rasio lancar yang tinggi belum tentu perusahaan tersebut dikatakan baik. Bisa jadi rasio lancar yang tinggi karena tidak efektifnya manajeman kas atau pengelolaan persediaan.

Sehingga untuk menyatakan sebuah perusahaan memiliki tingkat likuiditas yang baik atau tidak, perlu menggunakan standar rasio rata – rata industri dari segmen usaha sejenis.

Rumus analisis rasio likuiditas untuk rasio lancar:

analisis rasio likuiditas
Rumus analisis rasio likuiditas untuk rasio lancar

Ilustrasi analisis rasio likuiditas rasio lancar

Perusahaan mempunyai total aset lancar Rp. 245.000 dan total kewajiban lancar Rp.125.000 (Ribuan).

Rasio lancar = 245.000 / 125.000 = 1,96

Perusahaan memiliki aset lancar 1,96 kali dari kewajiban lancar (1,61:1). Dapat diartikan bahwa Rp.1 kewajiban lancar dijamin oleh Rp.1,96 aset lancar.

2. Rasio sangat lancar (Quick Ratio / Acid Test Ratio)

Rasio sangat lancar atau rasio cepat merupakan salah satu analisis rasio likuiditas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset sangat lancar. Aset sangat lancar ini terdiri dari kas, investasi jangka pendek dan piutang, tidak termasuk persediaan dan aset lancar lainnya. Jadi aset sangat lancar ini merupakan aset yang dapat segera atau cepat dikonversi menjadi kas.

Untuk itu maka rumus rasio likuiditas untuk rasio sangat lancar (Quick Ratio / Acid Ratio) dihitung sebagai hasil bagi antara total aset sangat lancar dengan total kewajiban lancar.

Dalam perhitungan analisis rasio likuiditas yang satu ini mengeluarkan persediaan dan aset lancar lainnya seperti perlengkapan dan biaya dibayar dimuka. Dikarenakan persediaan dagangan maupun persediaan produksi mempunyai waktu yang cukup lama untuk dapat dikonversi menjadi kas, terutama jika dijual secara kredit. Sehingga memerlukan 2 tahapan sebelum dikonversikan menjadi kas.

Sedangkan untuk peralatan dan biaya dibayar dimuka juga dikeluarkan dari perhitungan karena pada dasarnya perlengkapan maupun biaya dibayar dimuka tersebut dibeli atau dibayarkan untuk dipakai atau digunakan dalam operasional perusahaan.

Rumus analisis rasio likuiditas untuk rasio sangat lancar:

analisis rasio likuiditas
Rumus analisis rasio likuiditas untuk rasio sangat lancar

Ilustrasi analisis rasio likuiditas untuk rasio sangat lancar

Perusahaan memiliki kas Rp.40.000 investasi jangka pendek Rp.75.000 dan piutang Rp.110.000, serta total kewajiban lancar Rp.125.000 (dalam ribuan).

Rasio sangat lancar = 40.000 + 75.000 + 110.000 / 125.000 = 1,80

Perusahaan memiliki aset sangat lancar 1,80 kali dari kewajiban lancar (1,80:1). Dapat diartikan bahwa Rp.1 kewajiban lancar dijamin oleh Rp.1,80 aset sangat lancar.

3. Rasio kas (Cash Ratio)

Rasio kas merupakan salah satu rasio likuiditas yang digunakan untuk mengukur seberapa besar kas atau setara kas  yang tersedia untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Dalam rasio ini dapat memberikan gambaran atas kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban lancar atau jangka pendeknya dengan menggunakan uang kas atau setara kas yang tersedia.

Kas sendiri terdiri dari uang kas yang disimpan di bank (cash in bank) dan kas yang disimpan diperusahaan (Cash on Hand) termasuk petty cash. Sedangkan setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid yang dapat segera dikonversi menjadi kas biasanya kurang dari 3 bulan contohnya seperti deposito atau investasi dana pasar uang.

Rumus analisis rasio likuiditas - rasio kas:

analisis rasio likuiditas
Rumus analisis rasio likuiditas untuk rasio kas

Ilustrasi analisis rasio likuiditas untuk rasio kas:

Perusahaan memiliki kas Rp.10.000 dan setara kas Rp.30.000 serta total kewajiban lancar Rp.155.000 (dalam ribuan).

Rasio sangat lancar = 10.000 + 30.000 / 125.000 = 0,32

Perusahaan memiliki aset sangat lancar 0,32 kali dari kewajiban lancar (0,32:1). Dapat diartikan bahwa Rp.1 kewajiban lancar hanya dijamin oleh Rp.0,32 kas dan setara kas.