Analisis rasio keuangan banyak digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan selain menjadi ukuran bagi kinerja perusahaan. Sebelum kita melakukan analisis rasio keuangan, perlunya dipahami pengertian analisis rasio keuangan, dan juga memahami apa itu rasio keuangan. Meskipun perhitungan rasio berupa aritmetika yang sederhana, namun hasilnya dibutuhkan kemampuan yang mumpuni untuk mengartikan. Supaya hasil perhitungan tersebut memberikan makna bagi penggunanya.
Daftar isi
Pengertian Rasio Keuangan
Pengertian dari Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan antara satu pos laporan keuangan dengan pos yang lainnya yang mempunyai hubungan relevan dan signifikan.
Perbandingan ini dapat dilakukan antara satu pos dengan pos yang lainnya dalam satu laporan keuangan. Contohnya dengan membandingkan antara aset lancar terhadap kewajiban lancar dalam laporan posisi keuangan / neraca.
Atau antar pos yang ada di antara laporan keuangan, seperti contohnya dengan membandingkan laba bersih pada laporan laba rugi dengan total aset pada laporan posisi keuangan / neraca.
Terdapat 2 hal penting yang harus dipahami ketika melakukan perhitungan rasio keuangan agar diperoleh perhitungan yang lebih tepat yaitu:
- Untuk beberapa pengecualian, tidak ada ketentuan baku dan tepat untuk penghitungan rasio.
- Dalam penghitungan banyak rasio, karena laporan laba rugi mengacu pada satu periode sedangkan neraca mengacu pada titik waktu, maka dalam penghitungan rasio tertentu akan lebih baik jika menghitung rata – rata untuk angka neraca.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan rasio keuangan agar dapat menghasilkan kesimpulan yang tepat, yaitu:
- Satu rasio tidak dapat digunakan untuk menilai kinerja perusahaan secara keseluruhan. Untuk menilai kinerja perusahaan secara keseluruhan maka sejumlah rasio keuangan haruslah diukur atau digunakan secara bersama – sama. Namun demikian jika hanya satu aspek saja yang ingin dinilai maka pengukuran atau penggunaan satu atau dua rasio keuangan dianggap sudah mencukupi.
- Perbandingan atau komparasi kinerja antar perusahaan seharusnya dilakukan dengan menggunakan data keuangan dari perusahaan yang sejenis dan pada periode waktu yang sama. Di samping itu juga adalah penting untuk memastikan bahwa metode akuntansi yang digunakan haruslah sama oleh kedua perusahaan yang ingin diperbandingkan.
- Perhitungan rasio seharusnya didasarkan pada data laporan keuangan yang sudah diaudit oleh akuntan independen (akuntan public). Laporan keuangan yang belum diaudit masih diragukan kebenarannya sehingga rasio – rasio yang dihitung juga dianggap kurang akurat.
Pengertian Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan adalah analisis yang dilakukan dengan menghubungkan berbagai perkiraan yang ada pada laporan keuangan dalam bentuk rasio keuangan.
Analisis rasio keuangan ini dapat mengungkapkan hubungan penting antar perkiraan laporan keuangan dan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
Seperti yang sudah disinggung di awal tulisan. Meskipun perhitungan rasio hanyalah merupakan operasi matematika sederhana, namun hasilnya memerlukan interprestasi yang tidak mudah. Rasio harus diinterprestasikan dengan hati – hati karena faktor – faktor yang mempengaruhi pembilang dapat berkorelasi dengan faktor – faktor yang mempengaruhi penyebut.
Dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan dari tahun ke tahun maka seorang analis dapat mempelajari komposisi perubahan yang terjadi dan menentukan apakah terdapat kenaikan atau penurunan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan selama waktu tersebut.
Selain itu dengan membandingkan analisis rasio keuangan perusahaan terhadap perusahaan lainnya yang sejenis atau terhadap rata – rata industri dapat membantu mengidentifikasi adanya penyimpangan atau tidak.
Kegunaan dan keunggulan analisis rasio keuangan
Analisis rasio keuangan pada umumnya digunakan oleh 3 kelompok utama pengguna laporan keuangan. Dimana analisis rasio keuangan mempunyai kegunaan yang berbeda – beda bagi 3 kelompok pengguna tersebut yaitu:
- Manajemen perusahaan. Menerapkan analisis rasio keuangan untuk membantu menganalisis, mengendalikan, dan meningkatkan kinerja operasi dan keuangan perusahaan.
- Analis kredit. Yang menganalisis rasio – rasio untuk mengidentifikasi kemampuan debitor dalam membayar utang – utangnya.
- Analis saham. Untuk menganalisis efisiensi, resiko dan prospek pertumbuhan perusahaan.
Analisis rasio keuangan memiliki keunggulan sebagai alat analisis yaitu:
- Rasio merupakan angka – angka atau ikhtiar statistik yang lebih mudah dibaca dan diartikan.
- Rasio merupakan pengganti yang sederhana dari informasi yang tersajikan dalam laporan keuangan.
- Rasio dapat mengidentifikasi posisi perusahaan dalam industri.
- Rasio sangat membantu dalam mengambil keputusan.
- Menggunakan rasio akan lebih mudah membandingkan perusahaan satu dengan yang lainnya atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik.
- Lebih mudah untuk melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan datang.
Keterbatasan analisis rasio keuangan
Sebagai salah satu teknik analisa laporan keuangan, analisis rasio keuangan juga memiliki keterbatasan atau kelemahan. Berikut keterbatasan analisis rasio keuangan:
- Kesulitan dalam mengidentifikasi kategori industri dari perusahaan yang dianalisis, khususnya apabila perusahaan tersebut bergerak di beberapa bidang usaha.
- Perbedaan metode akuntansi akan menghasilkan analisis rasio keuangan yang berbeda pula, semisal perbedaan metode penilaian persediaan atau metode penyusutan aset tetap. Termasuk juga dalam hal perlakuan akuntansi dan pelaporan serta cara penafsiran dan pertimbangan yang berbeda.
- Penggunaan tahun fiscal yang berbeda juga dapat menghasilkan perbedaan hasil analisis rasio keuangan.
- Pengaruh penjualan musiman dapat sangat mempengaruhi hasil analisis komparatif.
- Kesesuaian besarnya hasil analisis rasio keuangan dengan standar rata – rata industri, tidak menjamin bahwa perusahaan telah mengelola aktivitasnya secara normal dan baik.
Untuk memperkecil resiko kesalahan dalam melakukan analisis rasio keuangan maka perlu dilakukan prinsip kehati-hatian. Berikut adalah hal – hal yang patut diperhatikan dalam melakukan analisis rasio keuangan:
- Analisis dan perhitungan harus dilakukan secara cermat dan akurat.
- Jika terdapat perbedaan dalam hal penerapan metode akuntansi, dasar pencatatan, prosedur pelaporan atau perlakuan akuntansi lain, maka sebaiknya dilakukan rekonsiliasi atau disamakan terlebih dahulu. Agar data yang digunakan memiliki daya komparabilitas yang tinggi.
- Kesimpulan atau hasil analisis rasio keuangan agar dilakukan secara hati – hati. Semisal perputaran persediaan yang tinggi, bisa berarti adanya efisiensi atau bisa juga sebaliknya yaitu seringnya kehabisan stock di gudang.
- Analis harus memiliki dan menguasai informasi tentang operasional dan manajemen perusahaan.
- Jangan terlalu terpengaruh dengan rasio keuangan yang normal. Perlu analisis yang lebih mendalam
- Analis harus mampu melihat hal-hal yang terkandung dan tersembunyi dalam laporan keuangan berdasarkan naluri yang kuat dan tajam dan pengalaman analisis sebelumnya.
Jenis – jenis analisis rasio keuangan
Secara umum dalam praktiknya hingga saat ini setidaknya terdapat 5 jenis rasio keuangan yang sering digunakan dalam melakukan analisis rasio keuangan yaitu:
- Analisis Rasio Likuiditas. Merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo. Rasio likuiditas diperlukan untuk analisis rasio keuangan guna analisis resiko keuangan atau analisis kredit. Rasio ini terdiri dari Rasio lancar, Rasio sangat lancar / rasio cepat dan Rasio kas.
- Analisis Rasio Solvabilitas atau Rasio struktur modal atau Rasio Leverage. Merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya. Tidak berbeda dengan Rasio Likuiditas, rasio ini juga digunakan untuk analisis rasio keuangan atas analisis resiko keuangan atau analisis kredit. Rasio ini terdiri dari Rasio utang, Rasio utang terhadap ekuitas, Rasio utang jangka panjang, Rasio kelipatan bunga yang dihasilkan, Rasio Laba Operasional terhadap kewajiban.
- Analisis Rasio Aktivitas. Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi atas pemanfaatan sumber daya yang dimiliki perusahaan dan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya. Rasio ini juga dikenal sebagai rasio pemanfaatan aset, yaitu rasio yang digunakan untuk menilai efektivitas dan intensitas aset perusahaan dalam menghasilkan penjualan. Yang teridiri dari Perputaran piutang usaha, perputaran persediaan, perputaran modal kerja, perputaran aset tetap dan perputaran total aset.
- Analisis Rasio Profitabilitas. Merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio ini digunakan sebagai analisis rasio keuangan terdapat 2 jenis yaitu rasio tingkat pengembalian atas investasi yang terdiri dari hasil pengembalian atas asset dan hasil pengembalian atas ekuitas dan rasio kinerja operasi yang terdiri dari marjin laba kotor, marjin laba operasional, marjin laba bersih.
- Analisis Rasio penilaian atau rasio ukuran pasar. Merupakan rasio yang digunakan untuk mengestimasi nilai intrinsik perusahaan (nilai saham).
Perlunya analisis rasio keuangan pembanding
Analisa laporan keuangan menjadi tidak bermakna apabila tidak ada analisis rasio keuangan pembandingnya. Untuk itu perlu adanya analisis rasio keuangan pembanding, yang akan digunakan untuk mengukur peningkatan atau penurunan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Selain itu juga digunakan untuk mengevaluasi tingkat pencapaian manajemen dan mengetahui posisi perusahaan dalam industri.
Seberapa banyak analisis rasio keuangan yang dibutuhkan tergantung dari tujuan analisis laporan keuangan. Semakin banyak tujuan maka semakin banyak analisis rasio keuangan pembanding yang dibutuhkan. Berikut ini beberapa jenis rasio keuangan pembanding yang dibutuhkan:
- Rasio Keuangan dari beberapa periode.
- Rasio keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai pedoman pencapaian tujuan, sasaran dan strategi perusahaan.
- Rasio keuangan standar industri yang digunakan dalam industri yang sama.
- Rasio keuangan perusahaan pesaing yang dapat diperoleh dari publikasi laporan keuangan pesaing.
Terkait dengan rasio keuangan standard industri, ada yang perlu diperhatikan, bahwa rasio keuangan standard industri sebagai dasar pembanding tidak dapat digunakan sebagai ukuran yang pasti. Karena rasio standard industri merupakan hasil rata – rata dari berbagai perusahaan yang sejenis. Dimana Dimana perusahaan – perusahaan ini mempunyai kondisi keuangan dan hasil usaha yang berbeda – beda.