Rabu, 12 Januari 2022

Analisis rasio aktivitas, mengukur kemampuan mengoptimalkan aset untuk menghasilkan penjualan

cover analisis rasio aktivitas 

Analisis rasio aktivitas sering kali digunakan untuk melihat kemampuan manajemen perusahaan dalam mengoptimalkan aset perusahaan untuk menghasilkan penjualan atau pendapatan. Hasil analisis ini bisa digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajemen dalam melakukan aktivitas operasionalnya.


Pengertian rasio aktivitas dalam melakukan analisis rasio aktivitas

Pengertian dari rasio aktivitas adalah rasio yang digunakan dalam mengukur efektivitas dan efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset atau sumber daya yang dimilikinya. Disamping itu rasio aktivitas ini juga digunakan untuk menilai perusahaan dalam melaksanakan aktivitas operasionalnya sehari – hari.

Dari hasil pengukuran ini, dilakukan analisis rasio aktivitas untuk dapat diketahui kinerja manajemen yang sesungguhnya dalam mengelola aktivitas perusahaan. Dimana secara keseluruhan analisis rasio aktivitas ini akan mengungkap:

  1. Perputaran piutang usaha.
  2. Berapa lama rata – rata penagihan piutang.
  3. Perputaran persediaan.
  4. Berapa lama rata – rata persediaan tersimpan hingga terjual.
  5. Perputaran modal kerja.
  6. Perputaran aset tetap.
  7. Perputaran total aset tetap.
Hasil pengukuran dan analisis rasio aktivitas ini akan dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan perusahaan. Serta dapat pula dibandingkan dengan periode sebelumnya maupun rata – rata industri yang sejenis.

Dari hasil analisis rasio aktivitas ini bisa diketahui kinerja perusahaan mengalami kemajuan atau kemunduran dibanding periode sebelumnya. Sehingga dapat dilakukan analisis penyebabnya dan mengambil langkah – langkah perbaikan.

Sebagai bagian dari analisa laporan keuangan yang salah satunya adalah analisis rasio keuangan, diharapkan dapat memberikan gambaran kemampuan dan kinerja perusahaan. Sehingga analisis rasio aktivitas ini dapat memberikan evaluasi memperbaiki kinerja perusahaan, seperti halnya analisis rasio likuiditas dan analisis rasio solvabilitas.


Tujuan dan manfaat analisis rasio aktivitas

Analisis rasio aktivitas ini juga dikenal sebagai rasio pemanfaatan aset, yaitu analisis rasio yang digunakan untuk menilai efektivitas dan intensitas aset perusahaan dalam menghasilkan penjualan.

Adapun tujuan dan manfaat analisis rasio aktivitas sebagai berikut:

  • Mengukur berapa kali dana yang tertanam dalam piutang usaha berputar dalam 1 periode.
  • Menghitung lamanya rata – rata penagihan piutang dan efektivitas penagihan dalam 1 periode.
  • Mengukur berapa kali dana yang tertanam sebagai persediaan berputar dalam 1 periode.
  • Menghitung lamanya rata – rata persediaan tersimpan hingga terjual dan efektifitas penjualan dalam 1 periode.
  • Mengukur berapa kali dana yang tertanam dalam modal kerja berputar dalam 1 periode atau tingkat penjualan yang tercapai dari setiap rupiah modal kerja yang digunakan.
  • Mengukur berapa kali dana yang tertanam dalam aset tetap berputar dalam 1 periode atau tingkat penjualan yang tercapai dari setiap rupiah aset tetap yang digunakan.
  • Mengukur berapa kali dana yang tertanam dalam total aset berputar dalam 1 periode atau tingkat penjualan yang tercapai dari setiap rupiah total aset yang digunakan.

Jenis – jenis analisis rasio aktivitas

Penggunaan analisis rasio aktivitas disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan perusahaan, bisa keseluruhan maupun sebagian saja dari jenis analisis rasio aktivitas yang ada.

Berikut ini jenis – jenis analisis rasio aktivitas yang umumnya digunakan dalam praktek sehari – hari yaitu:

  1. Perputaran piutang usaha (Account receivable turn over).
  2. Perputaran persediaan (Inventory turnover).
  3. Perputaran modal kerja (Working capital turnover).
  4. Perputaran aset tetap (Fixed assets turn over).
  5. Perputaran total aset (Total assets turn over).

1. Analisis rasio aktivitas untuk perputaran piutang usaha (Account receivable turn over)

Analisis rasio aktivitas ini mengukur berapa kali dana yang tertanam dalam piutang usaha akan berputar dalam 1 periode. Serta berapa lama (dalam hari) rata – rata penagihan piutang usaha. Dengan kata lain rasio ini menggambarkan seberapa cepat piutang usaha berhasil ditagih menjadi kas.

Rasio perputaran piutang dihitung dari hasil bagi antara besarnya tingkat penjualan kredit dengan rata – rata piutang usaha. (Rata- rata piutang usaha adalah piutang awal periode ditambah piutang akhir periode lalu dibagi dengan 2).

Sedangkan rasio rata – rata penagihan piutang usaha dihitung sebagai hasil bagi antara 365 hari (jumlah hari dalam setahun) dengan rasio perputaran piutang usaha.

Semakin tinggi rasio perputaran piutang usaha menunjukan bahwa modal kerja yang tertanam dalam piutang usaha semakin kecil, hal ini baik bagi perusahaan. Dimana lamanya penagihan piutang  usaha semakin cepat atau relative waktu singkat dicairkan menjadi kas. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin likuid piutang usaha perusahaan.

Berikut rumus analisis rasio aktivitas untuk perputaran piutang usaha dan rata – rata penagihan piutang usaha:

analisis rasio aktivitas
Analisis rasio aktivitas untuk perputaran piutang usaha


Ilustrasi: Data PT. Active Tahun 2020 berupa penjualan kredit Rp.12.000.000, saldo akhir piutang usaha tahun 2019 Rp.900.000 dan saldo akhir piutang usaha tahun 2020 Rp.1.200.000.

Rasio perputaran piutang usaha = 12.000.000 / ((900.000 + 1.200.000)/2) = 11,4 kali

Rata – rata penagihan piutang = 365 / 11,4 = 32 hari

Perputaran piutang usaha 11, 4 kali dalam 1 tahun, sehingga piutang usaha dapat dicairkan menjadi kas membutuhkan waktu 32 hari. Apabila pernyataan kredit atau jatuh tempo pembayaran adalah 30 hari, maka perusahaan kurang efektif dalam melakukan penagihan dan pengelolaan piutang usaha.

2. Analisis rasio aktivitas untuk perputaran persediaan (Inventory turn over)

Perputaran persediaan merupakan salah satu analisis rasio aktivitas yang digunakan untuk mengukur dan menganalisis perputaran dana yang tertanam sebagai persediaan yang tersimpan di gudang hingga akhirnya terjual. Analisis rasio keuangan ini menggambarkan seberapa cepat persediaan barang berhasil terjual ke pelanggan.

Rasio perputaran persediaan ini dihitung dari hasil bagi antara harga pokok penjualan dengan rata – rata persediaan. Rata – rata persediaan adalah saldo persediaan awal periode ditambah saldo akhir persediaan, yang kemudian dibagi dengan 2.

Sedangkan rasio lamanya rata–rata persediaan tersimpan hingga terjual sebagai hasil bagi antara 365 hari dengan rasio perputaran persediaan.

Semakin tinggi rasio perputaran persediaan menunjukan bahwa modal kerja yang tertanam dalam persediaan semakin kecil. Artinya persediaan dapat terjual dalam jangka waktu yang lebih singkat. Sehingga persediaan lebih cepat untuk dapat dicairkan (berputar/berganti) menjadi kas atau piutang. Semakin tinggi rasio perputaran piutang maka semakin likuid persediaan perusahaan.

Berikut rumus analisis rasio aktivitas untuk perputaran persediaan dan rata – rata persediaan tersimpan hingga terjual:

analisis rasio aktivitas
Analisis rasio aktivitas untuk perputaran persediaan


Ilustrasi: Data PT. Active Tahun 2020 berupa Harga pokok penjualan Rp.8.000.000, saldo akhir persediaan tahun 2019 Rp.700.000 dan saldo akhir persediaan tahun 2020 Rp.900.000.

Rasio perputaran persediaan = 8.000.000 / ((700.000 + 900.000)/2) = 10 kali

Lamanya rata – rata persediaan tersimpan hingga terjual = 365 / 10 = 36,5 hari

Perputaran persediaan 10 kali dalam 1 tahun, sehingga persediaan dapat dicairkan menjadi kas atau piutang membutuhkan waktu 36,5 hari. Barang persediaan terlalu lama tersimpan dalam gudang selama 36,5 hari hingga terjual, terjadi penumpukan barang yang membutuhkan penyimpanan yang lebih luas. Apabila rata – rata indeks industri sebesar 20, maka perusahaan menjual barang persediaan lebih lama 10 hari dibandingkan perusahaan kompetitor lain.

3. Analisis rasio aktivitas untuk perputaran modal kerja (Working capital turn over)

Salah satu dari analisis rasio aktivitas ini digunakan untuk mengukur dan menganalisis efektifitas modal kerja (aset lancar) yang dimiliki dalam menghasilkan penjualan.

Dimana rasio modal kerja ini merupakan hasil bagi antara besarnya seluruh penjualan dengan rata – rata asset lancar. Rata – rata asset lancar dihitung dari saldo awal periode ditambah saldo akhir periode yang kemudian dibagi dengan 2.

Apabila perputaran modal kerja perusahaan rendah, maka perusahaan memiliki kelebihan modal kerja. Bisa jadi hal ini disebabkan oleh rendahnya perputaran persediaan maupun piutang usaha dan juga besarnya saldo kas yang disimpan. Begitu juga dengan keadaan sebaliknya.

Berikut rumus analisis rasio aktivitas untuk perputaran modal kerja:

analisis rasio aktivitas
Analisis rasio aktivitas untuk perputaran modal kerja


Ilustrasi: Data PT. Active Tahun 2020 berupa penjualan sebesar Rp.48.000.000, saldo akhir aset lancar tahun 2019 Rp.12.00.000 dan saldo akhir aset lancar tahun 2020 Rp.9.000.000.

Rasio modal kerja = 48.000.000 / ((12.000.000 + 9.000.000)/2) = 4,5 kali

Perputaran modal kerja dalam 1 periode adalah 4,5 kali, atau dapat diartikan bahwa setiap Rp.1 aset lancar memberikan kontribusi Rp.4,5 penjualan. Namun jika indeks rata – rata industri untuk perputaran modal kerja 7 kali, maka perusahaan masih jauh dari rata – rata industri sejenis.

4. Analisis rasio aktivitas untuk perputaran aset tetap (Fixed assets turn over)

Perputaran aset tetap merupakan salah satu analisis rasio aktivitas yang digunakan untuk mengukur dan menganalisis keefektifan aset tetap yang dimiliki dalam menghasilkan penjualan. Seberapa efektif aset tetap memberikan konstribusi menciptakan penjualan.

Rasio ini sebagai hasil bagi antara keseluruhan penjualan dengan rata – rata aset tetap yang dimiliki. Rata – rata aset tetap adalah aset tetap awal periode ditambah aset tetap akhir periode kemudian dibagi dengan 2.

Apabila perputaran aset tetap rendah atau kecil, berarti perusahaan memiliki aset tetap yang belum digunakan secara maksimal untuk menghasilkan penjualan.

Rumus analisis rasio aktivitas untuk perputaran aset tetap:

analisis rasio aktivitas
Analisis rasio aktivitas untuk perputaran aset tetap


Ilustrasi: Data PT. Active Tahun 2020 berupa penjualan sebesar Rp.48.000.000, saldo akhir aset tetap tahun 2019 Rp.16.00.000 dan saldo akhir aset tetap tahun 2020 Rp.19.000.000.

Rasio aset tetap = 48.000.000 / ((16.000.000 + 19.000.000)/2) = 2,7 kali

Perputaran aset tetap dalam 1 periode adalah 2,7 kali, atau dapat diartikan bahwa setiap Rp.1 aset tetap memberikan kontribusi Rp.2,7 penjualan. Namun jika indeks rata – rata industri untuk perputaran aset tetap 5 kali, maka perusahaan masih jauh dari rata – rata industri sejenis.

5. Analisis rasio aktivitas untuk perputaran total tetap (Total assets turn over)

Pada analisis rasio aktivitas untuk perputaran total aset digunakan untuk mengukur dan menganalisis keefektifan total aset yang dimiliki dalam menghasilkan penjualan. Dengan kata lain mengukur berapa jumlah penjualan yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang ditanamkan dalam total aset.

Dimana rasio ini dihitung dari hasil bagi antara keseluruhan penjualan (tunai dan kredit) dengan rata – rata total aset. Rata - rata total aset merupakan saldo awal periode total aset ditambah saldo akhir periode total aset yang artinya dibagi dengan 2.

Apabila perputaran total aset yang rendah mempunyai arti bahwa total aset belum dimaksimalkan untuk menciptakan penjualan.

Rumus analisis rasio aktivitas untuk perputaran total aset:

analisis rasio aktivitas
Analisis rasio aktivitas untuk perputaran total aset


Ilustrasi: Data PT. Active Tahun 2020 berupa penjualan sebesar Rp.48.000.000, saldo akhir total aset tahun 2019 Rp.27.00.000 dan saldo akhir aset tahun 2020 Rp.28.000.000.

Perputaran total aset = 48.000.000 / ((27.000.000 + 28.000.000)/2) = 1,7 kali

Perputaran total aset dalam 1 periode adalah 1,7 kali, atau dapat diartikan bahwa setiap Rp.1 total aset memberikan kontribusi Rp.1,7 penjualan. Namun jika indeks rata – rata industri untuk perputaran total aset 2 kali, maka perusahaan masih jauh dari rata – rata industri sejenis.


Perbandingan analisis rasio aktivitas dari periode ke periode

Analisis rasio aktivitas ini juga dapat dilakukan perbandingan antar periode, sehingga bisa dilakukan analisis atas kemampuan perusahaan dari period ke periode. Analisis ini hampir menyerupai dengan analisis perbandingan laporan keuangan, namun yang diperbandingkan adalah hasil perhitungan rasio dari periode ke periode.

Semisal perbandingan rasio tahun sebelumnya dengan periode tahun sekarang maupun perbandingan hingga 3 – 4 periode tahun. Sehingga dari perbandingan tersebut bisa dilakukan analisis kemajuan atau kemunduran kemampuan perusahaan. Dan evaluasi dalam menentukan langkah perbaikan atau peningkatan.