Selasa, 04 Januari 2022

Analisis rasio solvabilitas, mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya

cover analisis rasio solvabilitas 

Analisis rasio solvabilitas seringkali digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaannya dalam memenuhi kewajiban dan beban utangnya. Dimana kewajibannya berupa beban utang jangka pendek maupun jangka panjang dibandingkan dengan aset, modal hingga laba operasional dan laba sebelum bunga dan pajak. Dari hasil analisis ini dapat diketahui sampai sejauh mana utang jangka pendek dan jangka panjang dijamin oleh perusahaan.


Pengertian analisis rasio solvabilitas

Rasio solvabilitas, yang juga dikenal dengan Rasio Leverage, merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai dengan utang. Dengan kata lain rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar beban utang yang harus ditanggung oleh perusahaan dalam rangka pemenuhan aset.

Jadi analisis rasio solvabilitas adalah analisis rasio keuangan yang digunakan untuk menganalisis kemampuan perusahaan menanggung beban utangnya dalam rangka pemenuhan asset. Sebagai bagian dari analisa laporan keuangan perusahaan yang menggunakan rasio sebagai tolak ukur kemampuan perusahaan.

Dalam arti luas analisis rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Analisis rasio solvabilitas mempunyai implikasi sebagai berikut:

  • Kreditor memandang jumlah ekuitas debitur sebagai marjin keamanan (safety margin). Jika jumlah modal perusahaan kecil, maka kreditur akan menanggung resiko yang besar.
  • Penguasaan atau pengendalian terhadap perusahaan akan tetap berada dalam kendali perusahaan (debitor), apabila sumber pendanaan dari pinjaman.
  • Sumber pendanaan dari penerbitan saham akan menimbulkan pengaruh atau kendali pemegang saham (investor) terhadap perusahaan (Investee). Karena saham menggambarkan pemilikan perusahaan.
  • Apabila perusahaan memperoleh penghasilan lebih dari dana yang dipinjamkannya dibandingkan dengan bunga yang harus dibayarkan kepada kreditur, maka kelebihannya tersebut akan memperbesar imbal hasil (return) bagi pemilik.

Perusahaan yang mempunyai rasio solvabilitas yang tinggi (dengan arti utang besar), berdampak pada timbulnya resiko keuangan yang besar. Namun juga memiliki peluang besar dalam menghasilkan laba yang tinggi. Resiko tersebut timbul karena beban bunga yang besar, tapi apabila dana pinjaman digunakan secara efisien dan efektif dengan membeli alat yang produktif atau ekspansi bisnis, akan memberikan peluang besar meningkatkan hasil usahanya.


Tujuan dan manfaat analisis rasio solvabilitas

Hasil analisis rasio solvabilitas diperlukan sebagai dasar pertimbangan dalam memutuskan antara penggunaan dana pinjaman atau penggunaan dana dari modal sebagai alternatif sumber pembiayaan aset perusahaan. Sama halnya dengan analisis rasio likuiditas, analisis rasio solvabilitas juga diperlukan untuk kepentingan analisis kredit atau analisis resiko keuangan.

Berikut ini tujuan dan manfaat analisis rasio solvabilitas secara keseluruhan:

  • Mengetahui posisi total kewajiban perusahaan kepada kreditur. Khususnya jika dibandingkan dengan jumlah aset atau modal yang dimiliki perusahaan.
  • Mengetahui posisi kewajiban jangka panjang perusahaan terhadap jumlah modal yang dimiliki perusahaan.
  • Menilai kemampuan aset perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban. Termasuk kewajiban yang bersifat tetap (pembayaran angsuran pokok pinjaman beserta bunganya secara berkala).
  • Menilai seberapa besar aset perusahaan yang dibiayai utang.
  • Menilai seberapa besar aset perusahaan yang dibiayai modal.
  • Menilai seberapa besar pengaruh utang terhadap pembiayaan aset perusahaan.
  • Menilai seberapa besar pengaruh modal terhadap pembiayaan aset perusahaan.
  • Mengukur berapa bagian dari tiap rupiah aset yang dijadikan sebagai jaminan utang bagi kreditur.
  • Mengukur berapa bagian dari tiap rupiah aset yang dijadikan sebagai jaminan modal bagi pemilik atau pemegang saham.
  • Mengukur berapa bagian dari tiap rupiah modal yang dijadikan sebagai jaminan utang.
  • Mengukur berapa bagian dari tiap rupiah modal yang dijadikan sebagai jaminan utang jangka panjang.
  • Menilai sejauh mana atau berapa kali kemampuan perusahaan (yang diukur dari jumlah laba sebelum bunga dan pajak) dalam membayar bunga pinjaman.
  • Menilai sejauh mana atau berapa kali kemampuan perusahaan (yang diukur dari jumlah laba operasional) dalam melunasi seluruh kewajiban.

Berdasarkan hasil analisis rasio solvabilitas, perusahaan memperoleh informasi mengenai pembiayaan dan kemampuan memenuhi seluruh kewajibannya. Yang selanjutnya dapat memutuskan secara cermat serta mengambil kebijakan guna menyeimbangkan alternatif sumber pembiayaan yang ada. Yaitu antara pembiayaan lewat utang dengan lewat modal.


Jenis – jenis analisis rasio solvabilitas

Sebagai bagian dari analisa laporan keuangan dan analisis rasio keuangan, analisis rasio solvabilitas digunakan sesuai tujuan dan kebutuhan perusahaan. Dimana perusahaan dapat menggunakan secara keseluruhan atau sebagian dari analisis rasio solvabilitas yang ada.

Berikut ini adalah jenis – jenis analisis rasio solvabilitas yang umumnya digunakan dalam mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya:

  1. Rasio utang terhadap aset (Debt to Asset Ratio).
  2. Rasio utang terhadap modal (Debt to Equity Ratio).
  3. Rasio utang jangka panjang terhadap modal (Debt to Equity Ratio).
  4. Rasio kelipatan bunga yang dihasilkan (Times Interest Earned Ratio).
  5. Rasio laba operasional terhadap kewajiban (Operating Income to Liabilities Ratio).

1. Analisis rasio solvabilitas untuk rasio utang terhadap asset (Debt to Asset Ratio)

Rasio utang terhadap aset (Debt to Asset Ratio) merupakan analisis rasio solvabilitas yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aset. Jadi rasio ini untuk mengukur seberapa besar aset perusahaan dibiayai oleh utang. Atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pembiayaan aset.

Apabila besaran rasio utang terhadap aset adalah tinggi, maka hal ini akan mengurangi kemampuan perusahaan untuk memperoleh pinjaman.

Rasio yang kecil menunjukan bahwa sedikitnya aset perusahaan yang dibiayai oleh utang. Dengan kata lain bahwa sebagian besar aset perusahaan dibiayai oleh modal. Standar pengukuran yang digunakan untuk menilai rasio sebaiknya berdasarkan pada rasio rata- rata industri yang sejenis.

Rasio ini juga dikenal sebagai rasio utang (Debt Ratio), rasio ini juga digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya. Ketentuan umumnya kurang dari 0,5, dimana semakin tinggi rasio ini maka semakin besar kemungkinan kemampuan perusahaan tidak dapat melunasi kewajibannya.

Rumus analisis rasio solvabilitas untuk rasio utang:

analisis rasio solvabilitas
Rasio utang terhadap aset

Ilustrasi: PT. Quick pada tahun 2021 mempunyai total asset Rp.22.000.000, total kewajiban Rp. 8.000.000 dan total modal Rp.14.000.000.

Rasio utang = 8.000.000 / 22.000.000 = 0,36

Artinya 36% asset dibiayai oleh utang dan 64% dibiayai oleh modal atau dengan kata lain aset Rp.1 dibiayai oleh utang Rp.0,54 dan modal Rp.0,46. Rasio ini juga menunjukan Rp.1 aset untuk menjamin utang Rp.0,58 dan modal Rp.0,42 (kewajiban kepada pemilik atau pemegang saham).

2. Analisis rasio solvabilitas untuk Rasio utang terhadap modal (Debt to Equity Ratio)

Rasio utang terhadap modal (Debt to Equity Ratio) merupakan analisis rasio solvabilitas yang digunakan untuk mengukur besarnya proporsi utang terhadap modal. Analisis rasio ini dihitung dari hasil bagi total utang dengan total modal. Yang digunakan untuk mengetahui jumlah dana dari kreditur dengan jumlah dana dari pemilik. Dengan kata lain rasio ini berfungsi mengetahui berapa bagian tiap rupiah modal untuk jaminan utang.

Dalam analisis ini semakin tinggi rasio utang terhadap modal maka berarti semakin kecil jumlah modal yang dijadikan jaminan utang. Pada umumnya debitur memiliki debt to equity ratio kurang dari 0,5. Namun perlu diingat indeks rasio ini dapat bervariasi tergantung masing – masing jenis industri.

Rumus analisis rasio solvabilitas untuk rasio utang terhadap modal:

analisis rasio solvabilitas
Rasio utang terhadap modal

Ilustrasi PT. Quick pada tahun 2021 mempunyai total aset Rp.22.000.000, total kewajiban Rp. 8.000.000 dan total modal Rp.14.000.000.

Rasio utang terhadap modal = 8.000.000 / 14.000.000 = 0,57

Perusahaan mempunyai utang sebanyak 0,57 kali dari total modal (0,57:1) atau tiap Rp.1 utang dijamin dengan Rp1,43 modal.

3. Analisis rasio solvabilitas untuk Rasio utang jangka panjang terhadap modal (Long Term Debt to Equity Ratio)

Analisis rasio solvabilitas untuk utang jangka panjang terhadap modal ini digunakan untuk mengukur besarnya proporsi utang jangka panjang terhadap modal. Digunakan untuk mengetahui besarnya perbandingan jumlah dana yang disediakan kreditur dengan jumlah dana dari pemilik. Dengan kata lain untuk mengukur tiap rupiah modal yang dijadikan sebagai jaminan utang jangka panjang.

Rumus analisis rasio solvabilitas untuk rasio utang jangka panjang terhadap modal:

analisis rasio solvabilitas
Rasio utang jangka panjang terhadap modal

Ilustrasi: PT. Quick pada tahun 2021 mempunyai total asset Rp.22.000.000, total kewajiban Rp. 8.000.000 dan total modal Rp.14.000.000. Total kewajiban terdapat utang jangka panjang sebesar Rp.6.000.000.

Rasio utang jangka panjang terhadap modal = 6.000.000 / 14.000.000 = 0,43

Perusahaan memiliki utang jangka panjang sebanyak 0,43 kali dari total modal (0,43:1) atau tiap Rp.1 utang jangka panjang dijamin oleh Rp.1,57 modal.

4. Analisis rasio solvabilitas untuk Rasio kelipatan bunga yang dihasilkan (Times Interest Earned Ratio)

Pada analisis rasio solvabilitas untuk kelipatan bunga yang dihasilkan ini untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar bunga pinjaman. Dimana kemampuan perusahaan diukur dari jumlah laba sebelum bunga dan pajak. Rasio ini dihitung dari hasil bagi laba sebelum pajak dan bunga dengan besarnya beban bunga yang dibayarkan. Jadi kemampuan perusahaan dalam membayar bunga tidak dipengaruhi oleh pajak.

Rasio ini juga dikenal dengan nama rasio coverage. Pada perhitungannya digunakan untuk mengukur sejauh mana laba sebelum bunga dan pajak boleh menurun tanpa mengurangi kemampuan dalam membayar beban bunga pinjaman.

Pada umumnya semakin tinggi rasio ini maka berarti semakin besar kemampuan perusahaan dalam membayar beban bunga. Namun berbeda dalam kondisi sebaliknya. Dan secara umum rata – rata industri sebesar 10 (tergantung jenis industri).

Rumus analisis rasio solvabilitas untuk rasio kelipatan bunga yang dihasilkan:

analisis rasio solvabilitas
Rasio kelipatan bunga yang dihasilkan

Ilustrasi: PT. Quick pada tahun 2021 mempunyai laba sebelum bunga dan pajak sebesar Rp.6.200.000 dan beban bunga pinjaman sebesar Rp.400.000.

Rasio kelipatan bunga yang dihasilkan = 6.200.000 / 200.000 = 15,5

Dimana beban bunga dapat ditutup 15,5 kali dari laba sebelum bunga dan pajak. Dengan arti lain perusahaan memiliki kemampuan membayar bunga pinjamannya sebanyak 15,5 kali.

5. Analisis rasio solvabilitas untuk Rasio laba operasional terhadap kewajiban (Operating income to liabilities Ratio)

Rasio laba operasional terhadap kewajiban ini merupakan analisis rasio solvabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan dari jumlah laba operasionalnya dalam melunasi kewajibannya. Rasio ini juga bagian dari Coverage ratio, yang digunakan untuk mengukur laba operasional boleh menurun tanpa mengurangi kemampuan dalam melunasi kewajiban.

Dimana semakin tinggi rasio ini berarti semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajibannya. Namun berbeda dalam kondisi sebaliknya.

Rumus analisis rasio solvabilitas untuk rasio laba operasional terhadap kewajiban:

analisis rasio solvabilitas
Rasio laba operasional terhadap kewajiban

Ilustrasi: PT. Quick pada tahun 2021 mempunyai laba operasional sebesar Rp.9.200.000 dan total kewajiban Rp. 8.000.000.

Rasio kelipatan bunga yang dihasilkan = 9.200.000 / 8.000.000 = 1,15

Dimana Rp.1 Total kewajiban dapat ditutup Rp.1,15 dari laba operasional. Dengan arti lain perusahaan mempunyai laba operasional sebesar 1,15 kali kewajiban.