Perbedaan penghasilan dan pendapatan, begitu banyak yang mempertanyakan terutama bagi yang mempelajari akuntansi. Penghasilan yang dikenal sebagai Income dan Pendapatan sebagai Revenue, dimana definisi atau pengertiannya sudah dijelaskan dalam PSAK (Pedoman Standar Akuntansi Keuangan). Baik dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan maupun dalam PSAK 23 tentang pendapatan. Secara jelas pengertian penghasilan dan pengertian pendapatan dinyatakan. Dari hal tersebut bisa dilihat perbedaannya.
Daftar isi
Pengertian untuk memahami perbedaan penghasilan dan pendapatan
Dalam PSAK tentang kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan atau dikenal sebagai kerangka konseptual akuntansi sudah didefinisikan penghasilan (Income) dan pendapatan (Revenues).
Apa itu income?
Pada paragraf 70a pengertian Income atau penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan liabilitas yang menyebabkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.
Pada paragraf 74 disebutkan dengan jelas bahwa definisi penghasilan (income) meliputi baik pendapatan (Revenues) maupun keuntungan (Gains). Pendapatan timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan, penghasilan jasa (fees), bunga, deviden, royalty dan sewa.
Dari uraian tadi bisa disimpulkan bahwa pendapatan (Revenues) merupakan bagian dari penghasilan (Income).
Namun apa pengertian pendapatan (Revenue)?
Mengutip dari PSAK 23 tentang pendapatan paragraf 07. Dimana pengertian pendapatan (Revenue) didefinisikan pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomik yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari konstribusi penanaman modal.
Masih dalam PSAK 23 tentang pendapatan, dimana pada pendahuluan disebutkan dengan jelas, maksud dari pengertian pendapatan. Yaitu Pendapatan (revenue) sendiri merupakan penghasilan (income) yang timbul dari pelaksanaan aktivitas entitas yang normal dan dikenal dengan sebutan yang berbeda. Seperti penjualan, penghasilan jasa, bunga, dividen royalti dan sewa. Dimana tujuan pernyataan ini adalah mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian tertentu.
Penjelasan atas perbedaan penghasilan dan pendapatan
Dari pengertian penghasilan dan pengertian pendapatan yang dinyatakan dalam PSAK sangat jelas perbedaannya. Yang kemudian diperjelas dengan pernyataan “definisi penghasilan (Income) meliputi baik pendapatan (Revenues) maupun keuntungan (Gains)”.
Jadi penghasilan (Income) meliputi Pendapatan (Revenues) dan Keuntungan (Gains). Seperti yang sudah dijelaskan dalam laporan laba rugi.
Dalam laba rugi, Total pendapatan (revenues) kotor / bersih dan total keuntungan (Gains) merupakan penghasilan (income) kotor perusahaan. Setetelah dikurangi beban, pajak, bunga dan penyusutan menjadi Penghasilan bersih (net Income). Yang dikenal juga dengan Laba bersih (Net Profit).
Hal ini dapat memperjelas perbedaan penghasilan dan pendapatan, dimana salah satu merupakan bagian dari yang lainnya. Dan memberikan kontribusi atas pemasukan arus kas bruto.
Tidak terdapat perbedaan Penghasilan dan pendapatan dalam pengukuran dan pengakuan
Pengukuran dan pengakuan penghasilan diatur sama dengan pengukuran dan pengakuan pendapatan. Dimana pendapatan merupakan bagian dari penghasilan, jadi mengacu pada bagaimana pengukuran dan pengakuan pendapatan.
Suatu pendapatan muncul karena adanya penjualan persediaan, pemberian jasa, pendapatan akibat penggunaan suatu aset serta pendapatan atas hasil penjualan aset selain persediaan.
Dimana dalam PSAK 23 paragraf 09 pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima. Nilai wajar ini diatur dalam PSAK 68 tentang pengukuran nilai wajar.
Pernyataan PSAK 23 dengan jelas menyatakan bahwa pernyataan ini diterapkan dalam akuntansi pendapatan yang timbul dari transaksi berikut ini:
- Penjualan barang.
- Penjualan jasa.
- Penggunaan aset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti dan dividen.
1. Pengukuran pendapatan atas penjualan barang
Disebutkan bahwa pendapatan dari penjualan barang diakui, jika seluruh kondisi berikut terpenuhi:
- Entitas telah memindahkan resiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan kepada pembeli.
- Entitas tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atas barang ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual.
- Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal.
- Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir ke entitas.
- Biaya yang terjadi atau akan terjadi sehubungan transaksi penjualan tersebut dapat diukur secara andal.
- Pendapatan diakui berdasarkan transaksi yang terjadi.
Dalam jurnal penjualan, pendapatan harus diakui sebesar nilai yang diterima atau yang akan diterima (receivable). Jika terdapat diskon atau potongan harga dari suatu penjualan maka jumlah potongan harga tersebut mengurangi jumlah uang yang diterima.
2. Pengukuran pendapatan atas penjualan jasa
Jika hasil transaksi yang terkait dengan penjualan jasa dapat diestimasi secara andal maka pendapatan sehubungan dengan transaksi tersebut diakui dengan mengacu pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada akhir periode pelaporan.
Hasil transaksi dapat diestimasi secara andal jika seluruh kondisi berikut ini terpenuhi:- Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal.
- Kemungkinan besar manfaat ekonomik sehubungan dengan transaksi tersebut akan mengalir ke entitas.
- Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara andal.
- Biaya yang timbul untuk transaksi dan biaya untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur secara andal.
Pendapatan pengakuan jasa dapat meliputi atas jasa profesi (akuntan, arsikter dsb), jasa pelayanan kesehatan (rumah sakit, klinik), jasa akomodasi/hospitality (hotel dan travel), Jasa konstruksi bangunan. Dimana pada penjualan jasa ini memungkinkan pengakuan sebagian pendapatan pada saat akhir periode meskipun secara keseluruhan penjualan jasa belum terselesaikan.
3. Pengukuran pendapatan atas bunga, royalty dan deviden
Pengakuan pendapatan atas bunga, royalti dan dividen secara umum memiliki prinsip pengakuan yang sama.
Pada PSAK 23 paragraf 30 dinyatakan bahwa pendapatan diakui dengan dasar sebagai berikut:
- Bunga diakui dengan menggunakan suku bunga efektif sebagaimana yang dijelaskan di PSAK 55 tentang instrumen keuangan.
- Royalti diakui dengan dasar akrual sesuai dengan substansi perjanjian yang relevan. Dimana pendapatan royalti diterima oleh entitas atas suatu hak paten, hak cipta yang dimiliki entitas. Pada umumnya penggunaan mengunakan metode garis lurus untuk mengakui pendapatan selama periode tertentu.
- Dividen diakui jika hak pemegang saham untuk menerima pembayaran ditetapkan. Dimana dividen diakui pendapatannya pada saat pemegang saham menerima pembayaran dividen dan dicatat pada saat tanggal pengakuan dividen.
Jadi pendapatan diakui dari penggunaan aset entitas oleh pihak lain, yang menghasilkan bunga, royalti dan dividen diakui dengan dasar yang jelas.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan perbedaan antara penghasilan dan pendapatan, bahwa pendapatan merupakan bagian dari penghasilan dalam laporan laba rugi. Bahasa sederhananya, penghasilan (Income) merupakan seluruh pemasukan yang didapat dari pendapatan (revenue) dan keuntungan (Gains).
Sehingga Pendapatan (revenue) merupakan salah satu bagian yang memberikan kontribusi arus masuk bruto sebagai pemasukan penghasilan (Income).