Sunday, May 2, 2021

Unsur - unsur Laporan Keuangan, bagian dari konsep fundamental

unsur - unsur laporan keuangan

Unsur - unsur laporan keuangan merupakan bagian dari konsep fundamental dari kerangka konseptual akuntansi. Dimana untuk membuat sebuah kerangka konseptual dibutuhkan unsur unsur laporan keuangan untuk mengembangkannya. Selain karakteristik kualitatif laporan keuangan, unsur unsur laporan keuangan dibutuhkan untuk mengembangkan kerangka konseptual yang sesuai tujuan dasar yaitu tujuan laporan keuangan.

Konsep fundamental pada kerangka konseptual salah satunya berupa unsur - unsur laporan keuangan

Salah satu aspek penting dari proses pengembangan struktur teoritis seperti kerangka konseptual akuntansi adalah unsur - unsur dasar. Atau definisi yang akan dimasukan dalam sebuah konsep. Pada salah satu konsep fundamental adalah unsur – unsur dasar yaitu unsur unsur laporan keuangan.

Banyak dari kita yang mengenal istilah aset atau aktiva dalam unsur - unsur laporan keuangan. Kemudian timbul pertanyaan, apakah aset adalah sesuatu yang kita miliki?. Dan muncul pertanyaan lain, apakah aset boleh kita manfaatkan? Kalau misalnya lease apakah kita anggap juga sebagai aset?

Maka dari itu, perlunya dikembangkan definisi dasar untuk unsur – unsur laporan keuangan. Definisi dasar ini yang akan mengembangkan dan menjembatani kerangka konseptual akuntansi pada peringkat tiga yaitu konsep – konsep pengukuran dan pengakuan. Bagaimana kita dapat melakukan pengukuran dan pengakuan jika tidak ada definisi dasar atas unsur - unsur laporan keuangan. Sehingga tujuan dasar dari konsep yaitu tujuan laporan keuangan, tidak dapat terwujud.


Klasifikasi unsur unsur laporan keuangan

Pada PSAK tentang kerangka konseptual pelaporan keuangan menyebutkan bahwa laporan keuangan menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya.

Kelompok besar dalam laporan keuangan ini merupakan unsur – unsur laporan keuangan.

Jadi klasifikasi unsur - unsur laporan keuangan terbagi dari beberapa kelompok besar yaitu:

  1. Unsur - unsur laporan keuangan yang berkaitan langsung dengan pengukuran posisi keuangan pada neraca yaitu aset, liabilitas dan ekuitas.
  2. Unsur - unsur laporan keuangan yang berkaitan langsung dengan kinerja pada laporan laba rugi yaitu pendapatan dan beban.
  3. Unsur - unsur laporan keuangan yang berkaitan langsung dengan perubahan dan penggunaan dana yang berdampak pada posisi keuangan.
Unsur utama laporan keuangan sebenarnya adalah neraca dan laporan laba rugi. Sedangkan laporan perubahan posisi keuangan baru disusun setelah neraca dan laporan laba rugi.

Kenapa begitu? Karena laporan perubahan posisi keuangan berupa laporan arus kas dan laporan perubahan modal, terdiri unsur - unsur laporan laba rugi dan perubahan unsur – unsur di laporan perubahan keuangan atau neraca. Sehingga tidak perlu diklasifikasikan secara khusus.

Maka  dari itu unsur - unsur laporan keuangan yang harus kita pahami ada lima unsur pokok yaitu:

  • 3 unsur – unsur laporan posisi keuangan atau neraca.
  • 2 unsur - unsur laporan laba rugi.

3 Unsur - unsur laporan keuangan pada Laporan posisi keuangan atau neraca

Dalam menilai apakah suatu pos memenuhi definisi aset, liabilitas, maupun ekuitas perusahaan, maka perlu didasari substansi yang mendasari realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya. Sehingga unsur – unsur laporan keuangan disini harus bisa mengidentifikasi dan mendefinisikan secara detail atas aktivitas ekonomi yang terkait dengan posisi keuangan.

Unsur - unsur laporan keuangan yang langsung menggambarkan posisi keuangan dalam laporan posisi keuangan atau neraca adalah:

a. Aset (assets)

Aset adalah unsur - unsur laporan keuangan yang mendefinisikan mengenai sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi diharapkan akan diperoleh entitas. Sehingga kriteria suatu aset adalah manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aset tersebut.

Manfaat ekonomi masa depan merupakan potensi untuk memberikan kontribusi, baik langsung maupun tak langsung arus kas atau setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk suatu yang produktif, yang dapat menghasilkan kas atau setara kas. Atau mampu mengurangi pengeluaran kas. Atau menurunkan biaya. Aset dapat diperoleh berdasarkan produksi, pembelian, pertukaran atau sumbangan.

Unsur - unsur laporan keuangan berupa aset dapat pula berwujud atau tidak berwujud. Ditinjau dari segi hukum, hal atas aset tidak semata – mata berupa hak milik tapi dapat juga berupa hak sewa, hak pakai hak tagih dan lainnya. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi jenis dan penggolongan aset dalam laporan keuangan.

b. Liabilitas (liabilities)

Merupakan kewajiban entitas masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus kas keluar dari sumber daya entitas yang mengandung manfaat ekonomi. Dimana unsur - unsur laporan keuangan berupa liabilitas atau kewajiban dapat timbul karena tindakan hukum atau perundangan yang berlaku. Suatu transaksi jual beli atau pengikatan suatu perjanjian tertentu dapat menimbulkan hak dan kewajiban.

Penyelesaian suatu kewajiban dapat dilakukan dengan cara yaitu pembayaran kas, penyerahan aktiva lain, pemberian jasa, penggantian dengan kewajiban lain atau pun konversi kewajiban menjadi ekuitas.

c. Ekuitas (equity)

Unsur - unsur laporan keuangan berikutnya adalah ekuitas. Ekuitas merupakan hak residual atas asset entitas setelah dikurangi semua liabilitas. Penyajian ekuitas bertujuan agar laporan keuangan dapat memberikan informasi dengan jelas hak dan pembatasan menurut hukum. Atau pembatasan lainnya atas ekuitas sehubungan dengan kepemilikan masing – masing pemilik modal. Dalam hubungannya dengan pembagian laba, deviden maupun pengembalian modal.


2 Unsur - unsur laporan keuangan pada Laporan laba rugi

Pada unsur - unsur laporan keuangan yang terdapat dalam laporan laba rugi, sering digunakan sebagai ukuran kinerja (performance), perhitungan imbalan invest (return of Investment), maupun perhitungan penghasilan per saham. Penghasilan dan beban adalah dua unsur yang menentukan perhitungan laba rugi suatu unit usaha. Pengakuan dan pengukuran penghasilan dan beban berkaitan erat dengan konsep modal dan pemeliharaan modal (concept of capital and capital maintenance) yang digunakan dalam penyusunan laporan laba rugi.

Dua unsur - unsur laporan keuangan yang menentukan perhitungan laba rugi dan kinerja yaitu:

a. Penghasilan (income)

Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu tahun periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal meningkat.

Unsur - unsur laporan keuangan berupa Penghasilan (income) meliputi:

  • Pendapatan (revenue). Pendapatan dihasilkan dari kegiatan usaha entitas untuk penjualan barang atau jasa.  Dan sumber penghasilan lain – lain dikenal pula bunga, deviden, royalti, dan sewa.
  • Keuntungan (gain). Keuntungan (gain) didapat dari pengalihan aktiva tak lancar dan juga mencakup keuntungan yang belum terealisiasi dari revaluasi sekuritas dengan tujuan untuk diperjualbelikan atau dari kenaikan nilai aktiva jangka panjang. Keuntungan dilaporkan secara terpisah dalam laporan laba rugi. Dan dalam bentuk bersih (setelah dikurangkan beban yang terkait).

b. Beban (expenses)

Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk kas keluar atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.

Unsur - unsur laporan keuangan berupa Beban meliputi:

  • Beban yang timbul dari pelaksanaan kegiatan usaha antara lain beban / harga pokok penjualan, beban marketing, beban administrasi dan umum.
  • Kerugian. Kerugian dapat timbul dari pelepasan aset tak lancar. Juga mencakup kerugian yang belum terealisasi misalnya kenaikan selisih kurs valuta asing.

Unsur laporan perubahan posisi keuangan tidak diidentifikasi secara khusus dalam unsur - unsur laporan keuangan

Kenapa begitu diidentifikasi secara khusus di unsur - unsur laporan keuangan?. Karena laporan perubahan posisi keuangan berupa laporan arus kas dan laporan perubahan modal, terdiri unsur - unsur laporan laba rugi dan perubahan unsur – unsur di laporan perubahan keuangan atau neraca. Sehingga tidak perlu diidentifikasi secara khusus.

Seperti yang diatur dalam PSAK mengenai kerangka konseptual pelaporan keuangan paragraf 47. Yaitu Laporan perubahan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca. Dengan demikian kerangka dasar ini tidak mengidentifikasikan unsur laporan perubahan posisi keuangan secara khusus.