Wednesday, April 21, 2021

Tujuan laporan keuangan, kualitas informasi yang disajikan bagi penggunanya

tujuan laporan keuangan
 

Tujuan laporan keuangan merupakan tujuan dasar tingkat pertama dari kerangka konseptual akuntansi, yang menjadi pondasi  bagi penyusunan pelaporan keuangan. Dan sebagai salah satu acuan dalam lingkup konsep dasar dalam penyusunan standar akuntansi, yang akan digunakan secara konsisten dari waktu ke waktu.


Tujuan dasar dari tingkat pertama kerangka konseptual berupa tujuan laporan keuangan

Kerangka konseptual akuntansi pada tingkat pertama merupakan tujuan dasar. Dan tujuan dasar ini adalah tujuan laporan keuangan yang disusun dan disajikan bagi penggunanya. Sebagai bagian pertama kerangka konseptual, maka tujuan laporan keuangan menjadi tujuan dan sasaran akuntansi.

Tujuan laporan keuangan ini berfokus pada informasi yang berguna bagi para investor dan kreditor dalam membuat keputusan. Fokus ini menyempit pada kepentingan investor dan kreditor atas prospek penerimaan kas dari investasi mereka. Investasi berupa pinjaman yang telah mereka berikan ke entitas bisnis. Yang pada akhirnya tujuan laporan keuangan berfokus pada laporan keuangan yang menyediakan informasi untuk menilai prospek arus kas yang menjadi harapan investor dan kreditor.

Dalam menyediakan informasi, praktisi akuntansi mengandalkan laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements). Dimana laporan keuangan ini menyediakan informasi paling bermanfaat dengan biaya minimal ke para penggunanya.

Dari tujuan laporan keuangan ini didasari konsep bahwa pengguna membutuhkan pengetahuan yang memadai tentang permasalahan bisnis dan akuntansi keuangan. Hal ini dibutuhkan untuk memahami informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.

Dengan arti lain, dalam membuat laporan keuangan diasumsikan bahwa para pengguna mempunyai kemampuan yang memadai untuk memahami laporan keuangan. Karena hal ini akan berdampak terhadap cara dan sejauh mana informasi dilaporkan.

Pada saat ini laporan keuangan bertujuan umum sudah menjadi fokus utama dalam penyusunan kerangka konseptual akuntansi dan standar akuntansi keuangan. Selain ditunjang dengan kerangka dasar konseptual yang lainnya seperti karakteristik kualitatif laporan keuangan, unsur – unsur laporan  keuangan, asumsi dasar akuntansi dan prinsip dasar akuntansi.


Tujuan Laporan keuangan dan pemangku kepentingan

Dalam standar akuntansi keuangan disebutkan tentang tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Tujuan laporan keuangan ini untuk membangun pondasi bagi akuntansi dan pelaporan keuangan. Untuk itu profesi akuntansi telah mengidentifikasi tujuan laporan keuangan. Bahwa laporan keuangan harus menyediakan:

1. Informasi yang berguna bagi keputusan investasi dan kredit

Informasi dapat digunakan bagi para investor, kreditor dan pengguna lainnya dalam membuat keputusan investasi, kredit dan keputusan serupa secara rasional. Informasi yang disajikan bagi mereka yang mempunyai pemahaman yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis. Serta ingin mempelajari informasi tersebut secara seksama dan komprehensif.

2. Informasi yang berguna dalam menilai arus kas masa depan

Informasi tersebut membantu investor dan kreditor dalam menilai jumlah, penetapan waktu dan ketidakpastian penerimaan kas prospektif. Dalam hal ini penerimaan dari dividen atau bunga dan hasil penjualan, penebusan atau jatuh tempo sekuritas atau pinjaman. Singkatnya tentang arus kas masa depan. Karena arus kas investor dan kreditor berhubungan dengan arus kas perusahaan, maka laporan keuangan harus menyajikan informasi yang dapat membantu menilai jumlah, penetapan waktu dan ketidakpastian arus kas masuk bersih pada perusahaan.

3. Informasi mengenai sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya, dan perubahan sebelumnya

Dimana perusahaan berkewajiban mentransfer sumber daya ke entitas lain ekuitas pemilik. Serta pengaruh dari transaksi, kejadian dan situasi yang mengubah sumber daya perusahaan dan klaim pihak lain atas sumber daya tersebut.


Penggunaan dasar akrual dalam mendukung tujuan laporan keuangan

Penekanan pada pernyataan “penilaian arus kas masa depan”, mungkin akan membuat kita mengira bahwa dasar kas (Cash basis) lebih diinginkan daripada dasar akrual (Accrual basis). Anggapan ini jelas tidak benar.

Informasi yang berdasar pada akrual, umumnya menyediakan indikasi yang lebih baik tentang kemampuan saat ini dan masa depan perusahaan. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang menguntungkan dibandingkan informasi yang didasarkan pada kas.

Seperti yang kita tahu bahwa akuntansi dasar akrual adalah untuk menjamin agar kejadian – kejadian yang mengubah laporan keuangan perusahaan dicatat pada periode terjadinya. Bukan pada periode ketika perusahaan menerima atau mengeluarkan kas.

Menurut akuntansi akrual, sebagian besar pendapatan diakui saat penjualan sehingga bisa dihubungkan dengan aktivitas ekonomi pada periode penjualan terjadi.

Hal ini yang membuat dasar akrual mendukung tujuan laporan keuangan sebagai bagian dari kerangka konseptual akuntansi.