Thursday, April 22, 2021

Karakteristik kualitatif laporan keuangan, agar informasi bermanfaat bagi pengguna

karakteristik kualitatif laporan keuangan
 

Karakteristik kualitatif laporan keuangan (qualitative characteristic) dipenuhi agar laporan keuangan dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan bernilai bagi para penggunanya. Hal ini selaras dengan tujuan laporan keuangan yaitu disusun bagi para penggunanya. Bahwa informasi yang bermanfaat dalam laporan keuangan dengan identifikasi karakteristik kualitatif laporan keuangan tersebut.


Salah satu konsep fundamental tingkat kedua pada kerangka konseptual berupa karakteristik kualitatif laporan keuangan

Pada tingkat pertama dari kerangka konseptual akuntansi merupakan tujuan dan sasaran dari akuntansi yaitu tujuan laporan keuangan. Yang nantinya pada tingkat ketiga bagaimana tujuan dan sasaran diimplementasikan. Diantara tingkat pertama dan tingkat ketiga ini dibutuhkan pilar – pilar konseptual yang dapat menjelaskan karakteristik kualitatif laporan keuangan dan mendefinisikan unsur – unsur laporan keuangan. Pilar – pilar ini yang menjadi penghubung antara tujuan laporan keuangan (mengapa) dengan pengakuan dan pengukuran (bagaimana).

Seperti yang sudah dibahas dalam tulisan sebelumnya bahwa kerangka konseptual akuntansi merupakan acuan dalam penyusunan standar akuntansi keuangan. Dan pada tulisan ini akan membahas salah satu konsep fundamentalis selain unsur - unsur laporan keuangan yaitu karakteristik kualitatif laporan keuangan.


4 Jenis Karakteristik kualitatif Laporan keuangan

Penentuan metode akuntansi yang tepat, jenis informasi dan penyajiannya melibatkan penentuan atas metode alternative yang menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Financial Accounting Standards Board (FASB) telah menentukan karakteristik kualitatif laporan keuangan yang membedakan informasi yang berguna dengan informasi yang kurang berguna.

Selain itu, kemampuan memahami laporan keuangan para penggunanya akan sangat berpengaruh. Meskipun informasi yang disajikan sangat relevan dan andal, akan tidak berguna apabila penggunanya tidak memahami.

Kemampuan memahami para pemakai yang mumpuni harus ditunjang Informasi yang berguna yang disajikan dalam laporan keuangan. Dan akuntansi mengidentifikasi karakteristik kualitatif laporan keuangan untuk memastikan informasi yang disajikan akan berguna bagi para pemakainya. Yang mempunyai kemampuan memahami informasi dalam laporan keuangan.

Terdapat 4 karakeristik kualitatif laporan keuangan yaitu:

1. Dapat dipahami (Understandability)

Karakteristik kualitatif laporan keuangan yang pertama ini mengharuskan bahwa Informasi berupa laporan keuangan menjadi bermanfaat bagi penggunanya, jika informasi tersebut dapat dipahami. Namun pengguna juga harus memiliki pengetahuan tentang aktivitas ekonomi dan bisnis perusahaan, serta kemampuan atas asumsi dan konsep atau prinsip yang mendasari penyusunan laporan keuangan.

Para pengguna diharapkan mengetahui akuntansi sebagai suatu sistem akuntansi keuangan. Dan memahami dengan cukup prinsip – prinsip akuntansi yang berlaku umum sebagai dasar penyusunan laporan keuangan. Juga harus menyadari keterbatasan yang ada pada informasi akuntansi keuangan.

Memang baiknya informasi dibuat sesederhana mungkin, agar mudah dimengerti bagi mereka yang bukan ahli. Namun kesederhanaan atau kemudahan tidak dapat mengorbankan relevansi informasi.

2. Relevan (Relevance)

Karakteristik kualitatif laporan keuangan kedua ini mengharuskan informasi dalam laporan keuangan haruslah relevan bagi pengguna dalam mengambil keputusan. Agar informasi tersebut dapat bermanfaat. Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna. Dengan membantu pengguna mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan.

Namun perlu diingat bahwa laporan keuangan disusun berdasarkan prinsip akuntansi berlaku umum adalah semata – mata tentang keadaan dan kejadian masa lalu, dan tidak menyajikan proyeksi masa depan. Meskipun data masa lalu diharapkan dapat digunakan analisis keuangan untuk melakukan prediksi tentang keadaan masa depan.

Materialitas merupakan tolak ukur apakah suatu informasi dianggap material atau signifikan, jika suatu kesalahan (error), salah saji (misstatement) atau kelalaian mencantumkan (omission) informasi tersebut mempengaruhi keputusan ekonomis pengguna informasi tersebut. Dapat menyesatkan pengguna informasi dalam mengambil keputusan. Materialitas bergantung pada besarnya kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi khusus.

3. Keandalan (Reliability)

Karakteristik kualitatif laporan keuangan ketiga ini mengharuskan Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan juga harus andal (reliable). Agar informasi dapat diandalkan perlu memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:

  1. Penyajian jujur (faithful representation)Agar dapat dipercaya dan diandalkan untuk mengambil keputusan informasi harus menggambarkan dengan jujur atas transaksi, kejadian, atau keadaan menurut apa adanya.
  2. Substansi mengungguli bentuk (Substance over form)Substansi dan realita ekonomi suatu transaksi tidak selalu sejalan dengan bentuk hukumnya. Jika demikian harus diutamakan substansi bukan bentuk hukumnya. Induk dan angka perusahaan sebagai badan hukum yang berbeda tetap harus dilakukan laporan keuangan konsolidasi sebagai suatu kesatuan entitas ekonomi.
  3. Netralitas (neutrality)Informasi bersifat netral untuk kebutuhan umum pemakai dan tidak diutamakan untuk keinginan pihak tertentu. Jadi informasi tidak dapat disusun untuk menguntungkan pihak tertentu atau merugikan pihak lain yang mempunyai kepentingan berlawanan.
  4. Pertimbangan sehat (Prudence)Penyusunan laporan keuangan sering menghadapi ketidakpastian peristiwa tertentu seperti kolektibilitas piutang, masa manfaat aset tetap. Untuk menghadapinya dibutuhkan pertimbangan sehat dan kehati-hatian dalam menentukan metode, menghitung dan melaporkannya.
  5. Kelengkapan (Completeness)Agar dapat diandalkan maka laporan keuangan haruslah disajikan secara lengkap dalam batasan relevan dan biaya yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika diketahui terjadi kejadian yang berpengaruh terhadap perencanaan dan pengambil keputusan yang menyangkut masa depan, yang terjadi setelah tanggal neraca harus diungkapkan. misal musibah kebakaran setelah tanggal neraca dan sebelum penyusunan laporan keuangan. Pelanggan dinyatakan pailit atau peraturan pemerintah terbaru yang berdampak pada usaha entitas.


4. Dapat diperbandingkan (Comparability)

Karakteristik kualitatif laporan keuangan keempat ini mengharuskan Informasi dalam laporan keuangan agar secara efektif berguna bagi pengambil keputusan, harus dapat diperbandingkan antar periode dan antar entitas.

Perbandingan untuk dua atau lebih periode dapat memberikan gambaran tentang perkembangan kinerja dan keadaan keuangan entitas. Sedangkan perbandingan antar entitas akan memberikan masukan untuk calon investor dalam memutuskan pilihan investasi.

Hal ini harus dilakukan secara konsisten untuk entitas tersebut, antar periode untuk entitas yang sama dan untuk entitas berbeda. Karena pengguna harus diperlihatkan perbedaan kebijakan akuntansi yang diterapkan untuk transaksi dari periode ke periode dalam entitas yang sama.

Apabila laporan keuangan disajikan dalam perbandingan dengan periode sebelumnya, maka pengguna dapat membandingkan informasi antar periode.