Thursday, February 25, 2021

Jurnal aset tetap, pencatatan atas pengukuran dan pengakuan awal aset tetap

jurnal aset tetap
 

Jurnal aset tetap merupakan pencatatan atas perolehan aset tetap yang diperoleh dengan cara pembelian baik tunai maupun kredit / cicilan, dibangun sendiri, hibah pemerintah dan pertukaran aset tetap. Pembelian kredit disini dapat melibatkan pihak lain dalam memberikan pinjaman dana guna pengadaan aset tetap atau pembayaran secara berkala kepada penjual aset tetap dengan dikenakan bunga setiap bulannya.


Penentuan harga pembelian dalam jurnal aset tetap

Seperti yang sudah dibahas tentang biaya perolehan aset tetap pada tulisan sebelumnya dimana salah satu dari 3 komponen biaya perolehan aset tetap adalah harga perolehan aset tetap atau harga pembelian aset tetap. Untuk itu perlunya kita pahami terlebih dahulu sebelum kita melakukan jurnal aset tetap atas pengukuran dan pengakuan awal.

Harga pembelian aset tetap adalah sejumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari pembayaran lain untuk memperoleh aset tetap pada waktu perolehan atau dibangun. Maka dari itu harga pembelian ini juga termasuk biaya impor, kepabeanan, PPN yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon dan potongan lainnya. Nantinya pada saat melakukan jurnal aset tetap ini biaya – biaya tersebut setelah diskon menjadi satu dengan harga pembelian.

Yang membedakan cara pembelian tunai dan pembelian kredit adalah adanya beban bunga karena pembelian kredit atau cicilan. Terkecuali bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi jika sesuai dengan pengaturan dalam PSAK 26, dimana pembelian aset tetap menggunakan dana pinjaman umumnya dari pihak bank.

Setelah pengakuan atas aset tetap berdasarkan biaya perolehan, nantinya pada akhir periode dilakukan penyusutan berdasarkan metode penyusutan aset tetap yang ditentukan


Jurnal aset tetap pembelian tunai

Pada saat perusahaan membeli aset tetap semisal pembelian mesin dengan cara pembayaran tunai. Maka menentukan harga pembeliannya akan lebih mudah sebelum melakukan jurnal aset tetap pembelian tunai.

Ilustrasi: Perusahaan membeli secara impor sebuah mesin seharga USD 100,000 sudah termasuk biaya freight dan asuransi dan pembelian dibayar dimuka. Pada saat pembayaran dimuka sebesar USD 10.000 dengan kurs tengah BI USD 1 = Rp.14.100 sehingga nilai pembayaran dimuka sebesar Rp.1.410.000.000. Dengan beberapa pertimbangan perusahaan memasukan PPN impor sebagai bagian dari biaya perolehan aset tetap. Perusahaan menghitung pajak impor sebagai dasar pembayaran dan jurnal aset tetap pembelian tunai sebagai berikut:

  • Kurs Menteri keuangan (KMK) Rp.14.000, Tarif bea masuk impor mesin 5%, PPN impor 10%, PPH pasal 22 impor (perusahaan tidak memiliki API) 7,5%.
  • Cost Insurance & Freight (CIF): USD 100.000 x Kurs KMK Rp.14.000 = Rp.1.400.000.000
  • Bea masuk impor mesin: Rp.1.400.000.000 x 5% = Rp.70.000.000.
  • Nilai impor (DPP impor): Rp.1.470.000.000.
  • PPN impor: Rp.1.470.000.000 x 10% = Rp.147.000.000.
  • PPH 22 impor: Rp.1.470.000.000 x 7,5% = 110.250.000.

Jurnal aset tetap pembelian tunai

jurnal aset tetap
Jurnal aset tetap pembelian tunai


Jurnal aset tetap pembelian kredit atau cicilan

Pada saat perusahaan melakukan pengembangan dengan membeli aset tetap berupa mesin, dan dengan pertimbangan tertentu perusahaan menggunakan cara pembayaran kredit atau cicilan. Seperti yang sudah dibahas dalam tulisan biaya perolehan aset tetap, dimana dalam PSAK 16 ditetapkan bahwa harga perolehan aset tetap adalah nilai tunai dari pembelian.

Saat diputuskan pembelian secara kredit atau cicilan, kemudian dilakukan kesepakatan pembelian secara kredit atau cicilan. Dalam perjanjian pembelian aset tetap perusahaan dapat membayar harga pembelian dengan cara cicilan  dan dikenakan bunga atau tidak dikenakan bunga. Semua ini tergantung pada saat terjadinya kesepakatan pembelian. Jurnal pembelian aset tetap secara kredit ini ada kaitannya dengan jurnal uang muka pembelian.

Ilustrasi: Perusahaan sedang melakukan pengembangan usaha dengan berencana melakukan pembelian aset tetap berupa mesin. Perusahaan memutuskan melakukan pembelian dengan cara kredit atau cicilan beberapa bulan. Setelah terjadi kesepakatan pembelian mesin seharga Rp.450.000.000 dengan pembayaran kredit dengan cicilan sebanyak 3 kali. Dalam perjanjian pembelian ini disepakati pengenaan bunga sebesar 1% setiap bulan pembayaran cicilan. Pembayaran pertama sebesar 150.000.000 sebagai uang muka pembelian dan pembayaran selanjutnya setelah mesin diterima perusahaan.

Jurnal aset tetap pembelian kredit atau cicilan

jurnal aset tetap
jurnal aset tetap pembelian kredit atau cicilan pelunasan aset


jurnal aset tetap
Jurnal aset tetap pembelian kredit cicilan pelunasan


Jurnal aset tetap dibangun sendiri dengan dana pinjaman

Sebelum melakukan jurnal aset tetap dengan cara dibangun sendiri dengan dana pinjaman, perlunya kita pahami biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset tetap. Seperti yang sudah dibahas pada tulisan sebelumnya tentang biaya perolehan aset tetap, dimana biaya pinjaman salah satunya berupa bunga pinjaman yang dapat diatribusikan.

Biaya pinjaman dapat diakui sebagai komponen biaya perolehan aset tetap jika memenuhi kriteria yang diatur dalam PSAK 26. Yaitu jika biaya pinjaman secara langsung dapat diatribusikan dengan perolehan, konstruksi atau produksi suatu aset tetap yang dikualifikasian. Aset tetap kualifikasian adalah aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap digunakan. Saat kapitalisasi biaya pinjaman sama dengan saat kapitalisasi biaya pembangunan aset (periode kapitalisasi).

Ilustrasi: Perusahaan melakukan pengembangan dengan membangun workshop. Biaya pembangunan workshop sebesar Rp. 1.200.000.000 menggunakan dana pinjaman sebesar Rp.1.200.000.000 dengan tingkat suku bunga sebesar 8,5%. Pembangunan membutuhkan waktu sekitar 10 bulan.  

  • Biaya bunga yang dikapitalisasi Rp.1.200.000.000 x 8,5% = 102.000.000
  • Total Biaya bunga yang dikapitalisasi Rp.102.000.000 x 10 bulan = 1.020.000.000
  • Total biaya perolehan workshop: Rp.1.200.000.000 + 1.020.000.000 = 2.220.000. Pembangunan workshop berjalan 10 bulan tanpa ada penghentian, sehingga tidak ada penghentian kapitalisasi.

Jurnal pembangunan aset tetap dibangun sendiri dengan dana pinjaman

jurnal aset tetap
Jurnal aset tetap dibangun sendiri dengan dana pinjaman

Jika pinjaman yang digunakan secara spesifik untuk mendanai pembangunan, akan mudah menghitung biaya pinjaman yang dikapitalisasi. Namun apabila pinjaman yang digunakan terdiri dari beberapa sumber, umumnya pada perusahaan yang sentralisasi. Dimana saat merencanakan pembangunan aset mengambil dari beberapa sumber pinjaman sebagai sumber pendanaan.

Ilustrasi: Perusahaan mempunyai beberapa pinjaman yang akan digunakan sebagai pendanaan untuk pembangunan workshop senilai Rp.1.200.000.000 terdiri dari:

  • Pinjaman 1 sebesar Rp.450.000.000 tingkat bunga 8,5%
  • Pinjaman 2 sebesar Rp.500.000.000 tingkat bunga 8%
  • Pinjaman 3 sebesar Rp.800.000.000 tingkat bunga 7,5%
Biaya bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi dihitung dengan cara menentukan tingkat bunga rata – rata tertimbang:

jurnal aset tetap
Kapitalisasi biaya bunga pinjaman


Jurnal aset tetap hibah pemerintah

Jurnal aset tetap hibah pemerintah merupakan pencatatan perolehan aset tetap dari hibah pemerintah. Seperti halnya yang diatur dalam PSAK 61 tentang akuntansi hibah pemerintah, yang dimaksud pemerintah disini adalah pemerintahan, instansi pemerintah dan badan serupa baik lokal, nasional maupun internasional.

Hibah yang berupa aset tetap harus dicatat dalam nilai wajar, diakui sebagai pendapatan selama masa manfaat aset tetap tersebut dan diakui secara proposional sejalan dengan penyusutannya. Hibah pemerintah tidak boleh dikreditkan secara langsung dengan ekuitas.

Ilustrasi: Perusahaan telah menerima hak pemakaian atas tanah sebagai hibah dari pemerintah. Hal ini didapat dari prestasi perusahaan yang memberikan konstribusi atas invoasi baru yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas tanaman. Tanah hibah tersebut dapat digunakan oleh perusahaan sebagai bagian lahan kebun perusahaan selama 30 tahun kedepan. Nilai wajar tanah yang diterima oleh perusahaan senilai Rp.720.000.000.

Perusahaan mencatat tanah dan pendapatan dari hibah sejumlah Rp.720.000.000. Sifat aset tetap atas tanah tidak disusutkan namun karena ada pembatasan penggunaan tanah 30 tahun, maka tanah disusutkan 30 tahun. Penyusutan Tanah Rp.720.000.000 / 30 = Rp.24.000.000 / tahun atau Rp.2.000.000 / bulan.

Jurnal aset tetap hibah pemerintah

jurnal aset tetap
Jurnal aset tetap hibah pemerintah



Jurnal aset tetap pertukaran aset tetap

Perusahaan bisa memperoleh aset tetap melalui pertukaran dengan aset nonmeneter lainnya atau kombinasinya. Jurnal aset tetap pertukaran aset, tetap mencatat pengakuan aset tetap dari hasil pertukaran aset nonmoneter yang dinilai dengan nilai wajar. Kecuali, jika:

  • Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal.
  • Transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial.

Perusahaan menentukan apakah transaksi pertukaran memiliki substansi komersial dengan mempertimbangkan sejauh mana arus kas masa depan yang diharapkan dapat berubah sebagai akibat dari transaksi tersebut. Suatu transaksi pertukaran memiliki substansi komersial jika:

  1. Konfigurasi arus kas (resiko, waktu dan jumlah) atas aset yang diterima berbeda dari aset yang diserahkan; atau
  2. Nilai khusus perusahaan dari kegiatan operasional perusahaan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut berubah sebagai akibat dari pertukaran; dan
  3. Selisih antara 1 dan 2, adalah relatif signifikan terhadap nilai wajar dari aset yang dipertukarkan.
Jika pertukaran aset tidak memiliki substansi komersial, maka harga perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan.

Ilustrasi: Perusahaan memiliki tanah & bangunan terletak di tengah kota dengan nilai tercatat Rp.1.000.000.000 dan biaya perolehan Rp.1.200.000.000. Nilai pasar tanah & bangunan Rp.1.500.000.000. Perusahaan berencana menukar tanah & bangunan dengan tanah yang lebih luas dekat pelabuhan. Nilai pasar dari tanah di dekat pelabuhan Rp.1.800.000.000. Atas transaksi ini perusahaan menambahkan pembayaran tunai Rp.200.000.000. (Asumsi pertukaran memiliki substansi komersial, maka harga perolehan diukur dari nilai wajar).

Perhitungan harga perolehan:

Nilai wajar tanah & bangunan Rp.1.500.000.000. Nilai wajar tanah & bangunan yang akan diserahkan (Rp.1.500.000.000 + kas Rp.200.000.000) = Rp.1.700.000.000. Karena nilai wajar aset yang akan diserahkan diketahui, maka transaksi pertukaran aset harus dicatat pada nilai wajar aset yang diserahkan Rp.1.700.000.000.

Perhitungan laba rugi:

Nilai tercatat tanah & bangunan Rp.1.000.000.000 (Nilai Perolehan Rp.1.200.000.000 dikurangi akumulasi penyusutan Rp.200.000.000). Dibandingkan nilai wajar tanah & bangunan Rp.1.500.000.000. Keuntungan pertukaran aset Rp.500.000.000.

Jurnal aset tetap pertukaran aset

jurnal aset tetap
jurnal aset tetap pertukaran aset