Tuesday, February 16, 2021

Biaya perolehan Aset Tetap, Pengukuran dan pengakuan awal perolehan aset tetap

Biaya perolehan aset tetap
 

Biaya perolehan aset tetap diakui sebagai aset jika memberi manfaat ekonomi masa depan bagi perusahaan dan biaya perolehannya bisa diukur secara andal. Aset Tetap, yang dulu kita kenal dengan nama aktiva tetap, merupakan aset paling utama yang dimiliki sebuah perusahaan. Dimana semua perusahaan mempunyai aset tetap yang digunakan untuk mendukung operasional sehari – hari. Aset dalam laporan posisi keuangan atau neraca diklasifikasikan menurut tingkat likuiditasnya dari paling lancar hingga paling tidak lancar. dan aset tetap merupakan sub klasifikasi aset perusahaan yaitu aset tidak lancar.


Pengertian Aset Tetap untuk memahami biaya perolehan aset tetap

Sebelum kita memulai membahas tentang bagaimana sifat, perlakuan dan biaya perolehan aset tetap sebaiknya kita memahami definisi atau pengertian aset tetap. Mengutip dari PSAK 16 tentang pengertian aset tetap yaitu:

Aset tetap adalah aset yang berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk direntalkan kepada pihak lain atau untuk tujuan administratif; dan diperkirakan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.

Pemahaman dari pengertian aset tetap bahwa semua aset berwujud yang dimiliki perusahaan, dimana aset berwujud tersebut:

  • digunakan untuk melakukan produksi barang atau jasa yang dijual ke pihak lain;
  • atau digunakan untuk menyediakan barang atau jasa yang dapat disewa pihak lain;
  • atau untuk tujuan administratif sebagai penunjang operasional perusahaan.
Penggunaan aset tetap tersebut diperkirakan lebih dari satu periode akuntansi yaitu lebih dari 1 tahun.


Memahami sifat dan karakteristik aset tetap dalam biaya perolehan aset tetap

Aset tetap merupakan bagian paling vital dalam suatu perusahaan baik ditinjau dari segi fungsinya, dari jumlah dana yang diinvestasikan maupun pengawasannya. Perlunya kita memahami apa yang menjadi sifat dan karakteristik dari aset tetap agar sesuai dalam mengakui aset tetap.

Sifat dan Karakteristik aset tetap seperti berikut ini:

  1. Aset tetap merupakan aset berwujud (Tangible Assets). karena terlihat secara fisik dan dapat disentuh.
  2. Aset tetap dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam produksi atau untuk penyediaan barang dan jasa. Aset tetap ini tidak untuk dijual kembali dan hanya aset berwujud yang digunakan dalam operasional perusahaan sehari – hari yang dapat dikategorikan sebagai aset tetap. Sedangkan aset berwujud yang akan dijual dikategorikan sebagai persediaan. Sebagai ilustrasi seperti berikut ini:
    • Gedung dibangun untuk digunakan sebagai operasional perusahaan dikategorikan sebagai aset tetap.
    • Gedung dibangun untuk disewakan ke pihak ketiga dikategorikan sebagai Investasi properti, diatur dalam PSAK 13.
    • Gedung dibangun untuk dijual kembali oleh pengembang dikategorikan sebagai persediaan diatur dalam PSAK 44.
  3. Aset tetap digunakan untuk masa lebih dari satu periode akuntansi. Karena umur manfaat yang panjang lebih dari satu periode akuntansi, maka investasi atau biaya perolehan aset tetap dialokasikan pada periode sesuai umur manfaat aset tetap, melalui beban penyusutan.

Pada laporan posisi keuangan atau neraca, Aset tetap dilaporkan berdasarkan urutan umur manfaatnya, dimulai dari umur manfaat yang paling lama hingga umur manfaat yang paling pendek. Dimana aset tetap dilaporkan berurutan seperti contoh berikut ini:

  • Tanah (Land).
  • Bangunan (Building).
  • Pengembangan bangunan (Building Improvement).
  • Mesin, mekanikal dan kelistrikan (Machine, Mechanical & Electricity).
  • Kendaraan dan peralatan transportasi (vehicles & transportation equipment).
  • Furniture/mebel dan peralatan yang terpasang (Furniture & fixture).
  • Peralatan dan perlengkapan (Tools & Equipment).

Pengukuran saat pengakuan awal biaya perolehan aset tetap

Pengakuan awal atas aset tetap dimulai dari setiap usaha yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh aset tetap. Usaha – usaha ini berupa dana dan upaya yang menjadi biaya perolehan aset tetap.

Mengutip dari PSAK 16 paragraf 07 menjelaskan bahwa prinsip pengakuan awal perolehan aset tetap sebagai berikut:

Biaya perolehan aset tetap diakui sebagai aset jika dan hanya jika;

  • Kemungkinan besar entitas akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tersebut; dan
  • Biaya perolehannya dapat diukur secara andal.
Terkait dengan suku cadang, peralatan siap pakai dan peralatan pemeliharaan diakui sebagai aset tetap apabila memenuhi definisi atau pengertian aset tetap sehingga dicatat sebagai aset tetap serta penyusutannya. Seperti nilai barang yang material dan memberi manfaat lebih dari 1 periode dan suku cadang & peralatan pemeliharaan tersebut hanya digunakan untuk aset tetap tertentu.

Namun apabila tidak memenuhi definisi aset tetap, maka suku cadang, peralatan siap pakai dan peralatan pemeliharaan dicatat sebagai persediaan.


A. Pengukuran Biaya perolehan aset tetap

Setiap perusahaan akan menetapkan kapitalisasi biaya, maksudnya batasan nilai yang material agar dapat diakui sebagai aset tetap. Tidak terdapat pengaturan khusus mengenai batasan material dalam batasan kapitalisasi biaya, kebijakan tersebut tergantung dari besar kecilnya perusahaan.

Contoh: sebuah perusahaan kecil dengan karyawan yang sedikit dengan menetapkan nilai material diatas 300rb untuk pengakuan aset tetap dengan umur manfaat 5 tahun yaitu alat deteksi uang palsu. Namun di sebuah perusahaan besar alat deteksi uang palsu senilai 300 ribu hanya memberi umur manfaat kurang dari 1 tahun karena lebih sering dipakai dengan kemungkinan cepat rusak. Semua tergantung dari utilisasi atas aset tetap yang terpakai di perusahaan.

Definisi biaya perolehan aset tetap berdasar PSAK 16 yaitu: 

Biaya perolehan aset tetap adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau konstruksi atau jika dapat diterapkan, jumlah yang didistribusikan aset ketika pertama kali diakui sesuai dengan persyaratan tertentu dalam PSAK lain, contohnya PSAk 53 pembayaran berbasis saham.

Dari definisi diatas ditetapkan bahwa harga perolehan aset tetap adalah nilai tunai dari pembelian aset tetap. Pada PSAK 16 juga mengatur bahwa tanah dan bangunan merupakan aset yang terpisah walaupun tanah dan bangunan diperoleh secara bersamaan dalam satu kesatuan.

Perolehan aset tetap juga didapat untuk alasan keamanan dan lingkungan, meskipun perolehan aset tetap tersebut secara tidak langsung meningkatkan manfaat ekonomi dari aset tetap yang lain di masa depan. 

Contoh sebuah rumah sakit membuat Incinerator untuk membakar sampah medis, hal ini dilakukan untuk keamanan dan lingkungan terhadap paparan sampah medis. Sehingga rumah sakit dapat memberikan jaminan bahwa sampah medis yang berbahaya sudah ditangani dengan tepat. Dengan penanganan limbah medis yang tepat maka kredibilitas rumah sakit akan baik dan berdampak pada kredibilitas penanganan pasien. Yang secara tidak langsung memberikan manfaat ekonomis bagi aset lain dari rumah sakit di masa depan.


A1. Elemen biaya perolehan aset tetap

Elemen biaya perolehan aset tetap meliputi:

  1. Harga perolehan aset tetap atau harga pembelian aset tetap, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak dapat dikreditkan setelah dikurangi diskon dan potongan lain.
  2. Setiap biaya yang dapat diatribusikan atau dikaitkan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan supaya aset tersebut siap digunakan sesuai harapan manajemen. 
  3. Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.
Contoh Biaya yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya perolehan aset yaitu:
  • Biaya imbalan kerja (sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 24 imbalan kerja) yang timbul secara langsung dari konstruksi atau perolehan aset tetap.
  • Biaya penyiapan lahan untuk pabrik.
  • Biaya penanganan dan penyerahan awal.
  • Biaya instalasi dan perakitan.
  • Biaya pengujian aset setelah dikurangi hasil neto penjualan setiap produk yang dihasilkan sehubungan dengan pengujian aset tersebut.
  • Professional Fee.

A2. Biaya perolehan aset tetap yang dikapitalisasi pada aset tetap yang dibangun sendiri

Biaya perolehan aset tetap yang dibangun sendiri menggunakan prinsip yang sama dengan aset yang diperoleh dengan cara membeli atau lainnya. Dimana semua biaya yang berhubungan langsung dengan pembangunan aset menjadi biaya perolehan aset tetap antara lain beban material, beban tenaga kerja dan beban overhead.

Biaya pembangunan aset yang dikapitalisasi sebagai biaya perolehan aset tetap harus tetap memperhatikan waktu dimulainya pembangunan, penghentian sementara dan selesainya dibangun untuk siap pakai.

Penghentian sementara yang dapat dikapitalisasi dan yang tidak dapat dikapitalisasi:

  • Yang dapat dikapitalisasi: penghentian sementara karena alasan cuaca maka beban yang timbul dapat terus dikapitalisasi.
  • Yang tidak dapat dikapitalisasi: penghentian sementara karena kendala teknis seperti kurangnya material, masalah tenaga kerja, dan hal teknis lainnya. maka beban yang timbul selama penghentian tidak dapat dikapitalisasi tetapi dibebankan periode saat itu.

Biaya perolehan aset tetap
Periode kapitalisasi


A3. Biaya bunga pinjaman perolehan aset tetap yang dapat dikapitalisasi

Akan mudah menentukan harga pembelian atau harga perolehan aset tetap apabila pembelian aset secara tunai. Namun jika pembayaran kasnya ditangguhkan (pinjaman), maka harga perolehan adalah harga tunai aset pada tanggal pembelian. Perbedaan antara nilai tunai dan pembayaran pinjaman diakui sebagai beban bunga pada saat pembayaran dilakukan. Kecuali biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi jika memenuhi PSAK 26 Biaya pinjaman.

Hal ini sangat berkaitan dengan aset tetap yang dibangun sendiri menggunakan dana pinjaman. Dari dana pinjaman ini timbul biaya pinjaman yang berupa bunga pinjaman. Jumlah biaya bunga pinjaman yang dapat dikapitalisasi adalah seluruh biaya bunga pinjaman yang didapat dari pinjaman dana untuk membiayai perolehan atau pembangunan.

Kapitalisasi biaya bunga pinjaman dimulai saat pembangunan dimulai dan dihentikan pada saat pembangunan dihentikan. Kapitalisasi biaya bunga pinjaman diakhiri jika pembangunan sudah selesai. Jadi kapitalisasi  biaya bunga pinjaman sama dengan kapitalisasi biaya pembangunan aset. (lihat aset tetap dibangun sendiri)


B. Biaya selanjutnya setelah biaya perolehan aset tetap

Sesuai prinsip pengakuan awal perolehan aset tetap PSAK 16 paragraf 07, bahwa Perusahaan tidak mengakui biaya perawatan sehari –hari aset tetap sebagai bagian dari aset tetap tersebut. Terdapat beberapa jenis biaya yang terjadi sehubungan dengan pemanfaatan aset tetap setelah perolehan aset tetap yaitu:

  1. Biaya perawatan dan perbaikan. Biaya yang terdiri dari bahan habis pakai dan suku cadang kecil termasuk tenaga kerja, akan diakui sebagai biaya perawatan dan perbaikan aset tetap yang akan tampil pada laporan laba rugi.
  2. Biaya penggantian. Pada beberapa bagian tertentu dari aset tetap disyaratkan untuk penggantian secara periodik. Namun perusahaan juga dapat melakukan penggantian beberapa bagian yang tidak terlalu sering atas aset tetap yang diperoleh. Biaya penggantian ini dapat menjadi bagian dari biaya aset tetap apabila terdapat manfaat ekonomi dari aset tetap ke perusahaan dan biaya perolehannya dapat diukur secara andal. Jika terjadi penggantian bagian yang signifikan dari aset tetap maka nilai yang tercatat dari bagian yang diganti harus dihentikan pengakuannya (dikeluarkan dari nilai tercatat aset tetap) dan diganti dengan bagian pengganti dicatat kedalam nilai aset tetap. Sisa nilai bagian yang diganti diakui sebagai beban periode berjalan.
  3. Biaya inspeksi teratur. Supaya aset tetap beroperasi secara berkelanjutan dan mempertahankan kinerjanya, perlu dilakukan inspeksi teratur. Inspeksi ini membutuhkan keahlian teknis yang cukup tinggi sehingga memerlukan biaya yang cukup siginifikan. Biaya terkait inspeksi ini dapat dikapitalisasi pada nilai aset dengan nilai penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Nilai penggantian ini maksudnya adalah nilai yang tercatat dari inspeksi yang pernah dilakukan dihentikan dan diganti dengan nilai inspeksi yang baru. Nilai inspeksi yang sebelumnya dikeluarkan dari nilai aset tetap dan diakui sebagai beban periode berjalan.

Perlunya perusahaan mempunyai sebuah sistem informasi manajemen aset tetap yang memadai untuk memberikan informasi yang dibutuhkan untuk pencatatan  dan pelaporan transaksi aset tetap.


Beberapa cara perolehan aset tetap

Jika dilihat dari perolehannya, seperti pembahasan diatas maka terdapat beberapa cara dalam perolehan aset tetap. Perolehan atas aset tetap ini juga diatur dalam PSAK yang relevan dalam perolehannya.

Berikut rangkuman beberapa cara perolehan aset tetap yaitu:

  1. Pembelian (terdapat dalam PSAK 16).
  2. Dibangun sendiri (terdapat dalam PSAK 16).
  3. Pertukaran dalam aset non moneter (terdapat dalam PSAK 16).
  4. Kombinasi bisnis (terdapat dalam PSAK 22).
  5. Sewa pembayaran / Lease (terdapat dalam PSAK 30).
  6. Hibah pemerintah (terdapat dalam PSAK 61).

Pembahasan diatas lebih banyak pada perolehan aset tetap yang diatur dalam PSAK 16. Beberpa cara perolehan aset tetap dari pengukuran dan pengakuan awal dapat menjadi dasar dalam melakukan jurnal aset tetap. Pada saat melakukan jurnal biaya perolehan aset tetap akan berkaitan dengan jurnal uang muka pembelian, jurnal utang pembelian aset tetap dan jurnal bank. Dari biaya perolehan aset tetap ini nantinya akan dilakukan jurnal penyusutan yang menggunakan metode penyusutan aset tetap.